Gubernur Anies Ngerobok di Jati Padang

| dilihat 1170

DI mana seorang pemimpin berada ketika rakyatnya tertimpa musibah? Pemimpin yang baik dan sungguh paham mengapa rakyat memilihnya, akan ada di tengah-tengah rakyatnya.

Itulah yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Senin (11/12) malam. Dia tidak berada di balaikota atau rumah dinas Jalan Suropati. Dia ada di Jati Padang, ngerobok (melintasi banjir), akibat tanggul yang jebol.

Anies harus menerobos genangan air yang tingginya lebih dari satu meter, masih dengan mengenakan pakaian dinas untuk menemui warga yang menjadi korban di Musala Sabili.

Puluhan kepala keluarga menjadi korban tanggul yang jebol itu, terutama di RT003 Rw 06 Kelurahan Jati Padang. Mereka mengungsi di lantai atas musalla, karena lantai dasarnya sudah tergenang air.

Tanggul yang jebol itu, merupakan tanggung yang terbuat dari karung berisi pasir. Volume air yang lebih dan arus air yang deras, menjebol tanggul itu.

Dari lokasi itu Anies mengambil beberapa keputusan mendesak untuk menyelamatkan warga dan mengatasi masalah. Dia menghubungi dan memerintahkan Dinas Sumberdaya Air untuk lekas menangani masalah, malam itu juga. Anies meminta stafnya segera turun tangan, menuntaskan sesegara mungkin masalah. Bekerja siang malam.

Dia meminta nomor telepon salah seorang warga, agar bisa menerima update informasi mengatasi masalah itu. “Nanti saya hubungi terus, pak.. Semoga segera tertangani,” tukasnya. Anies juga memastikan para pengungsi mendapatkan makanan terlebih dulu.

Anies tentu akan banyak ngerobok di kantung-kantung banjir. Karena Jakarta, sejak berpuluh tahun menghadapi masalah yang sama, dan para pemimpin sebelumnya tak cukup banyak memberi solusi.

Penetrasi sungai dengan betonisasi, membuat limpasan air berlimpah dan tidak terserap tanah. Bantaran sungai dan anak-anak sungai di Jakarta, sebaiknya diperkuat oleh pepohonan, terutama dari tanaman endemik. Dari hulu sampai ke hilir.

Ketika jumpa dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla beberapa waktu lalu, Anies – Sandi sudah mendiskusikan berbagai langkah terkait dengan solusi banjir. Antara lain, bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten / Kota di wilayah Jawa Barat dan Banten untuk mengatasi masalah bersama. Khasnya untuk mengatasi masalah hulu dan penghutanan kembali wilayah Puncak.

Bambang Syukur, penggiat pelestarian Ciliwung telah berinisiatif melakukan reforestasi itu, bekerjasama dengan komunitas lain. Sejumlah komunitas, atas inisiatif sendiri juga berusaha tanpa henti memulihkan Ciliwung, Kali Pesanggrahan, dan lainnya. Termasuk pemulihan Sungai Cisadane.

Sandiaga Uno beberapa kali sudah berkomunikasi dengan beberapa komunitas yang ambil peduli pada pemulihan fungsi sungai, anak sungai, dan kanal. Namun begitu, perlu juga meningkatkan koordinasi dalam pemulihan beberapa waduk, seperti waduk Melati yang di atas saluran kendalinya, kini sedang dibangun stasiun kereta Dukuh Atas – BNI City oleh PT Kereta Api.

Ada beberapa bagian dari solusi banjir Jakarta yang berada di luar wewenang Pemprov DKI Jakarta, termasuk rencana pembangunan waduk di wilayah Kabupaten Bogor (Ciawi). Ketika Jokowi masih menjabat Gubernur DKI Jakarta, pernah ada kesepakatan dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan untuk pembangunan waduk itu. Tapi, eksekusinya berjalan lambat.

Dari ITB – Bandung berkembang gagasan untuk menerapkan tabung air bagi pembangunan gedung-gedung jangkung yang mesti melekat dalam syarat dan ketentuan izin mendirikan bangunan.

Agaknya perlu dihidupkan kembali koordinasi aktif antara Bappeda DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten dengan Bappeda Kabupaten/Kota yang berada di sekeliling Jakarta untuk menyusun rencana komprehensip mengatasi berbagai masalah yang bermuara ke Jakarta.| Bang Sem

Editor : sem haesy | Sumber : berbagai sumber
 
Seni & Hiburan
30 Mei 18, 14:38 WIB | Dilihat : 2542
Puisi Puisi Ramadan Gus Nas
22 Mei 18, 20:46 WIB | Dilihat : 4686
Tangis di Malam Ramadan
05 Mei 18, 09:33 WIB | Dilihat : 2256
Botol Susu di kamar Tidurku
30 Apr 18, 14:31 WIB | Dilihat : 1583
Pesona Persona Kala Pesohor Baca Puisi
Selanjutnya
Budaya
20 Mei 18, 22:08 WIB | Dilihat : 4455
Abah Iwan Dian Tak Pernah Padam
04 Apr 18, 14:35 WIB | Dilihat : 3313
Budaya Tanding dari Wine ke Bir Pletok
06 Mar 18, 09:59 WIB | Dilihat : 1669
Jangan Sembarangan Nyomot Betawi
Selanjutnya