Direktur Pelayanan Pengaduan BNP2TKI Bisa Dicopot

Jumhur : Penyiksa Erwiana Sudah Ditangkap

| dilihat 1134

JAKARTA, AKARPADINEWS.COM | SELAIN melayangkan protes ke Kepolisian Hongkong atas kasus penganiayaan PRT asal Indonesia Erwiana Sulistyaningsih di sana, Kepala BNP2TKI (Badan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) Jumhur Hidayat, dua hari setelah kepulangan korban, sudah mengirim dua orang stafnya ke RS Islam Amal Sehat – Sragen, tempat korban penyiksaan itu dirawat.

Kdua staf itu sudah menemui kedua orang tua korban dan memberikan dana bantuan sosial untuk meringankan beban keluarga.  Dalam pernyataan pers-nya, Jumhur meluruskan berita tentang imbauan Direktur Pelayanan Pengaduan BNP2TKI, Christofel de Haan yang menghimbau agar penyelesaian kasus penyiksaan itu diselesaikan dengan jalan damai.

“Dengan ini saya nyatakan, Saudara Christofel de Haan adalah pejabat yg tdk dalam kapasitas untuk menjelaskan kasus itu, karena kasus itu adalah ranah dari Direktorat Mediasi dan Advokasi yg dijabat oleh Saudara Teguh Hendro Cahyono,” ungkapnya. Jumhur juga menjelaskan, “Sudah tegas dalam pernyataan sebelumnya, baik oleh Saudara Teguh Hendro Cahyono maupun oleh saya sendiri di berbagai media massa, kasus Erwiana Sulistyaningsih harus dibawa ke pengadilan dengan menuntut pengguna jasa bertanggung jawab serta mendapat hukuman berat.”

Jumhur sepakat, kasus tersebut sudah menyangkut harga diri bangsa. Dia mengemukakan, Christofel de Haan sudah mengaku salah dan meminta maaf kepada pimpinan, namun tetap masih dalam pemeriksaan intensif untuk proses pejatuhan sanksi, yangg bahkan bisa berujung pencopotan dari jabatannya. Sebagai Kepala BNP2TKI, itu menyebut, dirinya memastikan lembaga yang dipimpinnya tetap akan mengawal proses penuntutan kasus ini terutama setelah adanya visum dari rumah sakit yg berwenang.

Atas nama BNP2TKI, Jumhur meminta maaf, khususnya kepada Erwiana Sulistyaningsih dan keluarga serta kapada masyarakat pada umumnya atas ketidaknyamanan dalam pernyataan terhadap penyelesaian kasus kasus ini. Dikemukakannya pula, BNP2TKI tengah mempersiapkan keberangkatan Erwiana ke Hongkong, karena diperlukan sebagai saksi korban.

Saat ini, BNP2TKI tengah mengonfirmasi hak-hak lain yang harus diterima Erwiana, seperti asuransi dan gajinya selama 7 bulan bekerja di Hongkong. Saat ini Erwiana masih dalam perawatan di RS Islam Amal Sehat – Sragen untuk pemulihan kesehatannya, sehingga kelak bisa dihadirkan di pengadilan terkait gugatan Pemerintah Indonesia.

Terkait dengan pengusutan kasus tersebut, petugas polisi dari skuad kriminal Hongkong sudah tiba di Indonesia dan sedang menuju ke Sragen. Jumhur mengemukakan, dia bersama polisi, pejabat Kementerian Perburuhan Hongkong, pejabat Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi sudah menuju ke Sragen untuk melihat dan memeriksa langsung Erwiana.

Sebelumnya, Jumhur mengaku, sudah mendapat kabar, pengguna jasa yang melakukan penyiksaan terhadap Erwiana sudah ditahan saat hendak melarikan diri ke luar Hongkong. Bekas majikan Erwiana itu ditahan di bandara Hongkong.

Sedangkan petugas kepolisian Hongkong, seperti diberitakan Akarpadinews.com ke Indonesia adalah untuk menyiapkan berkas penuntutan dan melihat kemungkinan mendatangkan kembali Erwiana ke Hongkong. “Saya menyambut baik kedatangan polisi Hongkong. Ini menunjukkan keseriusan dalam mencari keadilan bagi Erwiana,” ungkap Jumhur dalam keterangan pers-nya. | Noora

Editor : Web Administrator | Sumber : Keterangan Pers Kepala BNP2TKI
 
Ekonomi & Bisnis
09 Okt 19, 08:57 WIB | Dilihat : 418
Langkah HK Membentang Masa Depan di Sumatera
04 Okt 19, 22:49 WIB | Dilihat : 180
Suap Menyuap Direksi BUMN
10 Sep 19, 14:32 WIB | Dilihat : 368
Atmosfir Pelayanan di Hutama Karya
08 Sep 19, 20:57 WIB | Dilihat : 220
Perkuat Nilai Tukar Rupiah, BI Akselerasi Pasar Keuangan
Selanjutnya
Sainstek
26 Agt 19, 10:46 WIB | Dilihat : 411
Daya tarik Magnetis Monza SP2 Ferrari
30 Okt 18, 00:11 WIB | Dilihat : 841
Menerima Realitas Kecelakaan Lion JT610
19 Jul 18, 09:52 WIB | Dilihat : 1663
Volante Vision, Visi Kendaraan Udara Aston Martin
20 Feb 18, 12:07 WIB | Dilihat : 2580
Tragedi Archimides di Tangan Serdadu
Selanjutnya