Senja dan Siklus Kehidupan

| dilihat 3647

SENJA turun. Malam ganti bergulir hingga fajar tiba dan pagi mengisi hari-hari baru. Begitulah fenomena alam yang terus bergerak tanpa henti. Semua itu bergerak sebagai hukum alam, sunnatullah yang tak bisa diatur dan dikendalikan manusia.

Semua itu kemudian menjadi tanda-tanda kehidupan, ketika ilmu pengetahuan teknologi ‘membaca’-nya dengan ilmu astronomi dan astrologi. Kemudian isyarat pergantian waktu dijadikan sebagai momen untuk menentukan berbagai etape perjalanan hidup manusia.

Fenomena alam dijadikan sebagai penanda mulai dan berakhirnya proses ibadah pada bulan tertentu. Juga menjadi penanda berakhir dan mulainya hari baru di bulan baru dan tahun baru.

Lepas dari semua itu, yang pasti adalah fenomena senja dan malam, dan begitu seterusnya perguliran waktu, merupakan isyarat bahwa kehidupan terus bergerak dan “gusti ora sare.”

Dan kehidupan manusia dalam berbagai lapangan kehidupan, termasuk politik selalu ganti berganti.  Karena pasti akan ada yang turun dan naik, meskipun beragam cara dipakai manusia untuk naik dan turun. Padahal, Allah jua yang menaikkan dan menurunkan siapa saja dari kursi kekuasaan, sekaligus membesarkan dan mengecilkan, serta menghidupkan dan mematikan manusia, ciptaan-Nya.

Karenanya dalam mengikuti irama fenomena alam, yang mesti dilakukan adalah selalu mensyukuri nikmat yang Dia berikan. Nikmat Allah manalagi yang hendak didustakan?

Cara terbaik bersyukur adalah memelihara semesta, memelihara ciptaan-Nya. | Bang Sem

 
Lingkungan
05 Sep 26, 11:26 WIB | Dilihat : 624
Hutan Kalimantan Membara Jerebu Kepung Sarawak
24 Agt 26, 19:51 WIB | Dilihat : 523
Angin Selatan Hantar Jerebu ke Serawak dan Brunei
19 Jun 26, 11:49 WIB | Dilihat : 831
Penang
07 Jun 26, 12:42 WIB | Dilihat : 885
Jakarta Baur Budaya
Selanjutnya
Ekonomi & Bisnis
08 Agt 26, 19:08 WIB | Dilihat : 444
Bukan Karena Wangsit
28 Jul 26, 00:07 WIB | Dilihat : 740
Destry Pjs Gubernur BI
22 Jul 26, 23:27 WIB | Dilihat : 904
AirBorneo Kebanggaan Rakyat Negeri Sarawak
Selanjutnya