Senja dan Siklus Kehidupan

| dilihat 2432

SENJA turun. Malam ganti bergulir hingga fajar tiba dan pagi mengisi hari-hari baru. Begitulah fenomena alam yang terus bergerak tanpa henti. Semua itu bergerak sebagai hukum alam, sunnatullah yang tak bisa diatur dan dikendalikan manusia.

Semua itu kemudian menjadi tanda-tanda kehidupan, ketika ilmu pengetahuan teknologi ‘membaca’-nya dengan ilmu astronomi dan astrologi. Kemudian isyarat pergantian waktu dijadikan sebagai momen untuk menentukan berbagai etape perjalanan hidup manusia.

Fenomena alam dijadikan sebagai penanda mulai dan berakhirnya proses ibadah pada bulan tertentu. Juga menjadi penanda berakhir dan mulainya hari baru di bulan baru dan tahun baru.

Lepas dari semua itu, yang pasti adalah fenomena senja dan malam, dan begitu seterusnya perguliran waktu, merupakan isyarat bahwa kehidupan terus bergerak dan “gusti ora sare.”

Dan kehidupan manusia dalam berbagai lapangan kehidupan, termasuk politik selalu ganti berganti.  Karena pasti akan ada yang turun dan naik, meskipun beragam cara dipakai manusia untuk naik dan turun. Padahal, Allah jua yang menaikkan dan menurunkan siapa saja dari kursi kekuasaan, sekaligus membesarkan dan mengecilkan, serta menghidupkan dan mematikan manusia, ciptaan-Nya.

Karenanya dalam mengikuti irama fenomena alam, yang mesti dilakukan adalah selalu mensyukuri nikmat yang Dia berikan. Nikmat Allah manalagi yang hendak didustakan?

Cara terbaik bersyukur adalah memelihara semesta, memelihara ciptaan-Nya. | Bang Sem

 
Seni & Hiburan
31 Jul 21, 04:03 WIB | Dilihat : 135
Mata Maut
03 Mar 21, 06:38 WIB | Dilihat : 368
Industri Game Naik Saat Pandemi
Selanjutnya
Humaniora
03 Sep 21, 12:31 WIB | Dilihat : 179
Membaca Tantangan Abad 21 dan Hegemoni Pendidikan Global
20 Agt 21, 09:28 WIB | Dilihat : 500
Politik Kematian Simbol Kediktatoran
17 Agt 21, 15:10 WIB | Dilihat : 133
Merdeka sebagai Badui dan Cara Menyelesaikan Masalah
13 Agt 21, 12:59 WIB | Dilihat : 177
Adzan Pilu di Tengah Coronastrope
Selanjutnya