Jalan Tol Berbayar Tak Bebas Hambatan

| dilihat 2178

BICARA jalan tol di Indonesia, khasnya di Jawa, adalah bicara logika yang terbalik-balik. Jalan tol adalah jalan bebas hambatan  berbayar.

Logika normalnya, orang masuk jalan tol dengan membayar sesuai tarif memperoleh layanan prima, yakni tidak macet.

Tapi apa daya, karena jalan tol (selain Jagorawi) dibangun nyaris terburu-buru, maka banyak faktor yang terkait dengan keamanan dan kenyamanan di jalan tol tidak menjadi prioritas. Kecelakaan di jalan tol tak alang kepalang dan sangat sering terjadi.

Tak hanya itu. Perbaikan jalan tol juga terkesan tambal sulam.

Apalagi, di jalan tol yang bebas hambatan itu, orang bisa dengan cuek-nya melintas. Bahkan pemulung pun bisa mencari nafkah di jalan tol.

Karena jalan tol nyaris selalu macet, bahkan pedagang asongan pun bisa mencari rejeki di pintu-pintu tol. Pintu masuk dan pintu keluar jalan tol, kadang tidak memikirkan dampak yang bakal terjadi.

Contohnya ya pintu tol Brebes Timur, yang menurut Kementerian Perhubungan tidak sesuai dengan kondisi obyektifnya.

Akibatnya, seperti lebaran kemarin, macet berkilometer panjangnya dan lebih dari dua belas jam, plus memakan korban meninggal dunia.

Hal lain, banyak pula yang tak masuk akal. Di jalan tol, kok bisa masuk derek yang oleh Jasa Marga selaku operator jalan tol dinyatakan tidak resmi. Akibatnya, banyak pengguna jalan tol yang menjadi bangsa derek tak resmi itu.

Selain itu, pintu tol yang dibangun dengan gaya miring pun tak mampu mengurai sumbatan ketika terjadi bottle neck.

Sampai kapan jalan tol berbayar itu mengabaikan hak pengguna yang semestinya mendapatkan pelayanan prima? Mungkin hanya Badan Pengelola Jalan Tol dan Operator Jalan Tol saja yang tahu. Termasuk sikap tanggap dalam merespon sosio habitus yang bergerak amat lamban dan teknologi yang berkembang amat cepat. | bang sem

 
Polhukam
13 Jun 26, 06:26 WIB | Dilihat : 459
Langkah Berani Dato Onn Hafiz
08 Jun 26, 09:46 WIB | Dilihat : 348
Gelombang Biru di Negeri Johor
03 Jun 26, 10:21 WIB | Dilihat : 334
Cabaran Kewartawanan Era Baru
30 Mei 26, 04:47 WIB | Dilihat : 383
Kampanye Humor Kemerdekaan Pers
Selanjutnya
Seni & Hiburan
16 Nov 25, 10:19 WIB | Dilihat : 1129
Hazieq Rosebi Berjenaka dengan Nurlela
19 Nov 24, 08:29 WIB | Dilihat : 3263
Kanyaah Indung Bapak
Selanjutnya