Kebakaran Tangki di Kilang Balongan - Indramayu

Pertamina Jamin Pasokan BBM Aman

| dilihat 202

JAKARTA  | Tenang! Tak perlu 'belanja panik' atau panic buying, menyusul terjadinya kebakaran Kilang T-301 di area Kilang Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat yang dibangun sejak 1 September 1990 dan beroperasi 1994.

Pernyataan itu dikemukakan Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati saat konferensi pers virtual pada Senin, 29 Maret 2021. Konferensi pers virtual, itu dilakukan menyusul terbakarnya Kilang T-301 Balongan, Kabupaten Indramayu pada dini hari Senin yang sama.

"Jangan panik dengan (terpengaruh) isu. Jangan panic buying. Pertamina memastikan suplai BBM (bahan bakar minyak) aman. Kami punya skenario jika harus beroperasi dalam kondisi emergency sekalipun," kata Nicke

Nicke juga menjelaskan, dalam insiden tersebut yang terbakar adalah tangki BBM bukan kilang.

“Pertama, ingin saya sampaikan bahwa yang terbakar ini bukan kilang melainkan tangki BBM untuk menyimpan produk di area kilang. Jadi peralatan-peralatan utama untuk produksi kilang berikut juga fasilitas itu aman, sehingga nanti ketika penanganan insidennya sudah selesai atau api padam, maka ketika kondisi sudah aman, kilang nanti bisa kami operasikan kembali,” ujarnya.

Jaminan Nicke diperkuat oleh pernyataan CEO Subholding Commercial & Trading, Mas’ud Khamid yang mengatakan, Pertamina saat ini sedang dalam kondisi siaga Ramadhan, sehingga melebihkan stok yang ada.

“Pertamina memonitor pola konsumsi, masyarakat tidak perlu panik karena memang stok cukup. Pertamina hari ini bisa memonitor kebutuhan SPBU di setiap tangki. Kami juga saat ini mengaktifkan siaga ramadhan, yang tentu stok kami tambah sesuai dengan statistik tiap tahun kebutuhan menjelang Ramadhan,” tutur Mas'ud.

Tentang kebakaran yang mengejutkan masyarakat sekitar kilang di Balongan, itu keterangan resmi Pertamina (Persero) mengabarkan, perusahaan energi milik negara, itu terus mengupayakan penanganan atas insiden tanki T-301, sekaligus memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) secara nasional aman. 

Ketahanan pasokan BBM dan Avtur sangat memadai di kisaran 20 hingga 74 hari ke depan. Berdasarkan data saat ini, pasokan gasoline (bensin) secara nasional sebesar 10,5 juta barel, Gasoil (Solar) 8,8 juta barel dan Avtur 3,2 juta barel.

Nicke Widyawati menjelaskan, Pertamina akan memastikan pasokan BBM tetap aman, karena pola supply yang telah diterapkan telah mengantisipasi adanya skenario emergency. 

“Kami akan mengoptimalkan produk dari kilang lain, sehingga tidak ada kendala di dalam supply BBM. Karena sebetulnya processing plant yang utama tidak terdampak. Kebakaran hanya di daerah tanki saja. Kilang akan bisa segera dioperasikan kembali ketika sudah melakukan pemadaman,” tambah Nicke.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina, Mulyono menjelaskan, saat ini Kilang Balongan mensuplai BBM ke Terminal BBM Balongan, Cikampek, dan Plumpang. Menurutnya, kondisi kilang Balongan tidak ada masalah, normal shutdown. Suplai pengganti akan dijalankan dari Kilang Cilacap dan TPPI.

 “Masyarakat tidak perlu panik, karena stok sangat banyak, ini juga konsumsi yang belum terlalu normal jadi stok masih tinggi,”tegasnya.

Terkait penanganan insiden pada Tanki T-301, Pertamina tetap fokus melakukan penanganan offensive fire handling serta berkoordinasi dengan seluruh pihak, melibatkan pemerintah daerah, kepolisian, dan pihak lain.

“Mewakili Pertamina saya menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas insiden tersebut dan memohon maaf kepada masyarakat. Mohon doa, agar kami Pertamina dan seluruh stakeholders dapat menangani insiden ini,”ujar Nicke.

PT Pertamina (Persero) bergerak cepat melakukan penanganan insiden yang terjadi di Tanki T-301 yang berada di Area Kilang Balongan. Sejak terjadinya insiden pada Senin, 29 Maret 2021, pukul 00.45 WIB, Tim Emergency Pertamina terus mengambil langkah-langkah darurat dan telah berhasil mengisolasi dan mendinginkan area sekitar titik nyala api, hingga memadamkan pusat titik api.

Senior Vice President Corporate Communication & Investor Relations Pertamina, Agus Suprijanto menjelaskan, Pertamina tetap fokus menangani insiden dan telah mengerahkan segala daya.

Pertamina juga telah berkoordinasi, baik secara internal maupun pihak eksternal di pusat dan di daerah seperti kepolisian, pemerintah daerah Kabupaten Indramayu, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dan lain-lain.

“Api telah dapat dilokalisasi sehingga tidak meluas ke area sekitarnya,”jelas Agus.

Menurutnya, dalam proses penanganan api Tim Emergency Pertamina melokalisasi titik api di dalam bundwall atau tanggul di sekeliling tangki T-301. Pemadaman juga dilakukan dengan menggunakan Foam ke Perimeter Bundwall dan Pusat nyala api.

Pertamina telah mengerahkan 10 mobil pemadam kebakaran, yang terdiri dari Mobil Damkar Pertamina Group yakni Pertamina Pusat, Pertamina EP, Pertamina Region Jawa Bagian Barat, Politama, dan instansi terkait yang membantu dari Pemda Cirebon dan Indramayu.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholders yang telah membantu penanganan insiden di lapangan,” pungkas Agus.

Penyebab insiden saat ini belum dapat dipastikan dan masih dalam proses investigasi oleh pihak yang berwenang

Saat ini juga tengah dilakukan normal shutdown untuk pengendalian arus minyak dan mencegah perluasan kebakaran.

Pertamina telah menyiapkan tempat untuk evakuasi dan pengungsian sementara bagi warga sekitar di GOR Perumahan Bumi Patra, Pendomo  dan Islamic Center Kabupaten Indramayu.

Pertamina meminta warga sekitar untuk tetap tenang, dan menjauh dari lokasi kebakaran. Saat insiden terjadi, ada 5 warga yang tengah melintas sehingga mengalami luka bakar dan langsung dirujuk untuk perawatan intensive di RSUD Indramayu. Saat ini dilakukan juga pemblokiran jalan menuju sekitar lokasi kejadian, dibantu oleh TNI.

Meredanya api di kilang Pertamina Balongan, itu dibenarkan Bupati Nina Agustina. Ketika kebakaran terjadi, hujan deras dan petir sedang turun membasahi Indramayu dan sekitarnya.

Kilang Balongan merupakan salah satu kilang terbesar di wilayah Jawa Barat yang memasok bahan bakar ke Ibukota Jakarta dan sekitarnya.

Diperkirakan perbaikan tangki yang terbakar akan memakan waktu lama, meskipun Pertamina mempredikasi lima hari ke depan kilang dapat dioperasikan lagi.

Kilang di Balongan, seperti kilang-kilang Pertamina lainnya, mengolah minyak mentah yang mengandung sejumlah gas terlarut dan produk yang sangat korosif, seperti sulfur atau asam, yang terkadang beracun. Minyak mentah merupakan campuran hidrokarbon berat dan ringan yang sangat bervariasi yang perlu dipisahkan di kilang untuk mengubahnya menjadi produk bahan bakar yang dapat digunakan.

Kilang Balongan, termasuk salah satu kilang yang masih mengandalkan flare, perangkat keamanan penting yang digunakan di kilang dan fasilitas petrokimia. Melalui flare membakar gas hidrokarbon berlebih yang tidak dapat dipulihkan atau didaur ulang, dapat dibakar dengan aman.

Selama pembakaran, kelebihan gas digabungkan dengan uap dan / atau udara, dan dibakar dalam sistem pembakaran untuk menghasilkan uap air dan karbon dioksida.

Berbagai referensi ilmiah menyebutkan, minyak mentah memiliki titik nyala yang relatif tinggi yaitu 140 ° F. Titik nyala adalah suhu dimana suatu zat dapat menguap membentuk campuran yang dapat terbakar di udara. Untuk mempertahankan pembakaran, minyak mentah harus dipertahankan pada atau di atas titik nyala. | WP / delanova

Editor : eCatri | Sumber : Pertamina dan berbagai sumber
 
Humaniora
10 Mei 21, 11:03 WIB | Dilihat : 57
Walid al Hattab Chef untuk Kaum Miskin Gaza
26 Apr 21, 04:44 WIB | Dilihat : 250
Spirit Jalesveva Jajamahe dari Dasar Samudera
24 Apr 21, 05:06 WIB | Dilihat : 311
Tujuh Siyasah Forhati Hadapi Tantangan Kebangsaan
23 Apr 21, 11:14 WIB | Dilihat : 303
Reposisi Perempuan Masa Kini dan Masa Depan
Selanjutnya
Lingkungan
04 Feb 21, 08:23 WIB | Dilihat : 293
Dahsyatnya Ular Betina
02 Feb 21, 09:26 WIB | Dilihat : 306
Anjing
26 Des 20, 19:59 WIB | Dilihat : 298
Tsunami Dahsyat Menggempur Aceh 1394 dan 2004
Selanjutnya