
SURAKARTA, AKARPADINEWS.COM | Pasar Klewer yang terletak di kompleks Kraton Kasunanan Surakarta, terlalap api. Kebakaran terjadi sejak pukul 20.00 wib, Sabtu (27/12). Api tiba-tiba saja membubung tinggi ke udara. Wakidi, 40, salah seorang saksi mata menyebut, api mulai terlihat dari Blok D pasar tradisional yang terkenal, itu.
Faris, penduduk pasar kliwon yang sedang berada di dekat pasar yang menjadi sentra penjualan batik sejak 1971, itu mengabarkan pada Akarpadinews.com, api yang membubung tinggi, itu nampak dengan jelas dari alun-alun selatan maupun dari daerah Gurawan di alun-alun Selatan.
Posisi Blok D Pasar Kliwon sendiri terhubung dengan Jl. Supir Urang yang padat kendaraan, dan terakses ke Pagelaran – Kraton Surakarta. Masyarakat Solo berkerumun di sekitar Masjid Agung Kraton dan Madrasah tua Mambaul Ulum yang terletak persis di depan pasar.

Jelang tengah malam, api mulai dapat dikendalikan oleh petugas pemadan kebakaran Pemerintah Kota Surakarta. Tak kurang dari lima mobil pemadam kebakaran Pemerintah Kota Surakarta dikirim ke lokasi kebakaran. Gerak mobil pemadam kebakaran agak tersendat karena di kawasan itu ramai oleh kendaraan. Pada Sabtu malam, jalan di depan pasar Kliwon yang menghubungkan Alun-Alun Utara dengan kawasan Honggowongso, memang padat.
“Apalagi sedang ada sekatenan,” lapor Faris yang dihubungi dari Jakarta. Sampai berita ini diturunkan belum ada kabar resmi penyebab kebakaran. Dugaan sementara, percikan api terjadi akibat sambungan pendek listri di salah satu kios. Api agak lama dikendalikan karena angin bertiup cukup keras. Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo turun ke lapangan, masih mengenakan pakaian adat Jawa berbeskap dan blangkon lengkap.

Pasar Kliwon merupakan salah satu pusat jual beli batik terbesar di Jawa Tengah dan merupakan pasar tradisional yang sangat terkenal. Pasar Klewer terkenal karena merupakan pusat penjualan batik eceran dan grosir dari para pengrajin batik di Surakarta. Berbeda dengan pasar batik di daerah lain, terutama Pekalongan, di Pasar Klewer lebih banyak dijual batik motif tradisional berwarna sogan.
Disebut pasar Klewer, karena pada mulanya, aktivitas pedagang pasar ini menjajakan batik dengan cara memikul di bahu mereka, sehingga sering “kleweran.” Mulanya pasar Klewer terletak di dekat pasar Legi – Solo. Kemudian dipindahkan ke Pasar Slompretan. Di situ pasar klewer berlangsung hingga tahun 1967.

Presiden Soeharto memerintahkan Walikota Solo untuk membangun pasar khusus bagi pedagang batik tradisional di dekat Kraton dan diresmikan pada tahun 1971. Pasar inilah yang terbakar Sabtu malam. Meski sudah ada Pasar Grosir (Batik dan tekstil) Solo di pojok Beteng – Slamet Ryadi, pasar Klewer masih tetap bertahan dan tak kalah pamor. Setiap hari arus kulakan batik di pasar ini sangat tinggi.
Setiap akhir tahun atau hari-hari besar, Pasar Klewer ramai dikunjungi wisatawan, terutama yang bertandang ke Kraton Solo.. | delanova