Langkah Tepat Kepergian Joe Hart

| dilihat 876

AKARPADINEWS.COM | KEDATANGAN Josep “Pep” Guardiola ke Etihad Stadium, Manchester, Inggris, menuai harapan bagi fans Manchester City. Pasalnya, Guardiola telah merasakan berbagai trofi bergengsi sepanjang karir kepelatihannya. Tangan dingin Pep dalam mengolah strategi yang mumpuni diharapkan mengantarkan Manchester City meraih juara.

Tetapi, kedatangan Pep berdampak pada perubahan strategi dan komposisi pemain. Akibatnya, ada pemain lama yang dilego dan pemain baru yang dibeli guna memaksimalkan potensi tim besutannya. Adalah Joe Hart, kiper utama The Citizen selama ini, yang didepak Pep. Kiper utama tim nasional Inggris pada Euro 2016 itu telah menyepakati kepindahannya ke Torino, dengan status peminjaman.

Sebagai pengganti Joe Hart, Guardiola mendatangkan kiper anyar dari Barcelona, Claudio Bravo seharga 13,75 juta Poundsterling atau setara Rp238 miliar. Kiper asal Chili itu merupakan kiper andalan Barca di dua musim terakhir La Liga Spanyol. Tercatat, Bravo telah tampil sebanyak 72 laga bersama Barcelona dan telah berhasil menjaga pertahanan mistar gawang selama dua musim La Liga Spanyol, yakni musim 2014-2015 dan 2015-2016.

Sebagai seorang kiper, Bravo memiliki beberapa kelebihan dalam menjaga gawang. Dia memiliki nyali tinggi untuk menerjang bola yang akan membahayakan gawangnya. Tak jarang, Bravo menyeruduk lawan yang tengah menggiring bola masuk ke kotak pinalti. Kepiawiannya menjaga gawang itu yang turut tim yang dibelanya menjuarai berbagai kompetisi. Barcelona kiranya amat beruntung memilikinya selama dua musim.

Bravo mengantarkan La Blaugrana sebagai juara La Liga Spanyol dan Copa del Rey selama dua musim berturut-turut, yakni 2014-2015 dan 2015-2016. Bravo juga ikut andil menjadikan Barca sebagai juara Supercopa de Espana tahun 2016.

Kiper berusia 33 tahun itu juga menjadi salah satu punggawa Barcelona kala menjuarai Liga Champions Eropa musim 2014-2015. Dia juga merasakan gelar juara UEFA Super Cup dan Piala Dunia Antar Klub pada tahun 2015.

Di timnas Chili, Bravo telah mempersembahkan dua trofi Copa America tahun 2015 dan 2016. Di kompetisi itu, dia juga menyabet gelar Best Goalkeeper di tahun yang sama. Tentunya, penghargaan dan kualitasnya itu dilirik Pep sehingga meminangnya ke Manchester Biru.

Tersingkirnya Hart ke Torino tidak serta merta membuatnya terlupakan di Etihad Stadium. Status peminjamannya itu adalah langkah City mengamankan Hart agar tidak lari ke lain klub. Untuk dapat menggunakan jasa Hart, Torino menyanggupi syarat peminjaman dari City, yakni menutupi gaji Hart sebesar 135 Poundsterling atau Rp2,3 juta per pekan.

Kehadiran pemain yang bernama lengkap Charles Joseph John Hart itu akan menambah kekuatan pertahanan Torino untuk menghadapi Serie A musim 2016-2017. Sebab, pemain kelahiran 19 April 1987 itu merupakan kiper bertalenta Inggris setelah era David Seaman.

Keberadaannya di bawah mistar gawang Manchester Biru telah menjadikan klub itu menjadi salah satu klub raksasa di tanah Inggris. Dia ikut andil dalam beragam kemenangan dan perolehan trofi yang telah direngkuh City.

Hart telah mempersembahkan gelar kampiun Liga Premier Inggris musim 2011-2012 dan 2013-2014. Selain itu, pemain berusia 29 tahun itu mempersembahkan gelar juara FA Cup musim 2010-2011 dan Football League Cup musim 2013-2014 dan 2015-2016.

Tak hanya gelar klub yang pernah dirasakannya, Hart juga pernah merengkuh beberapa penghargaan. Empat penghargaan Premier League Golden Glove diraihnya pada musim 2010-2011, 2011-2012, 2012-2013, dan 2014-2015. Penghargaan itu merupakan penghargaan tertinggi yang hanya diberikan kepada kiper terbaik di setiap musim Liga Premier Inggris.

Dia memiliki reflek yang bagus ketika menghadapi tembakan bola ke arahnya. Hart juga cekatan dan memiliki naluri penyelamatan yang cukup bagus, terutama saat menghadapi tendangan pinalti. Gerakannya pun cukup lincah menghadang gempuran bola yang mengancam.

Keputusannya untuk hengkang sementara ke Torino memang keputusan yang tepat. Bila tidak, posisinya sebagai kiper utama timnas Inggris akan tergeser karena akan bersaing ketat dengan Bravo. Dia juga tentu tidak ingin banyak duduk di bangku cadangan jika bertahan di City sehingga dapat mengurangi kualitasnya.

Hart sebenarnya tidak kalah berkualitas dibandingkan Bravo. Namun, Bravo lebih memiliki konsistensi permainan lebih baik ketimbang Hart selama dua musim terakhir. Meski begitu, dari segi usia, Hart lebih muda ketimbang Bravo.

Selain Hart, pemain City lainnya yang terancam minggat dari Etihad Stadium ialah Samir Nasri. Pemain asal Perancis berusia 29 tahun itu ingin merasakan bermain secara reguler. Padahal, kala laga Manchester City lawan West Ham United hari Minggu (28/8) kemarin, Nasri mampu mengesankan Guardiola.

Pada laga yang berakhir kemenangan City 3-1 itu, meski hanya tampil sebagai pemain pengganti Nolito, Nasri mampu menerjemahkan keinginan Guardiola di atas lapangan selama 15 menit. Pada akhir laga, Guardiola berkomentar, Nasri dapat bertahan karena dia telah menampilkan usaha terbaiknya untuk dapat bermain.

Meski begitu, opsi hengkang lebih menjadi prioritas Nasri. Sebab, beberapa tahun ke belakang, dirinya sulit bersaing di lini tengah City yang dihiasi berbagai pemain beken. Sepanjang berseragam Manchester Biru, Nasri telah tampil sebanyak 176 laga. Sebanyak 135 laga, dia ditunjuk sebagai starter utama dan 53 laga sebagai pemain pengganti. Dari sekian laga yang dia lalui sebagai stater, Nasri dipanggil keluar digantikan pemain lain sebanyak 41 laga.

Kurangnya pengalaman merumput di lapangan, bukan soal kualitas permainannya. Mantan pemain Arsenal itu kerap dirundung cedera dan terpaksa harus dibangkucadangkan. Bila melihat permainannya, Nasri telah berhasil membubuhkan 27 gol dan 37 umpan berbuah gol.

Statistik itu menunjukan dirinya berkualitas. Nasri, yang lahir pada 26 Juni 1987, merupakan seorang penggiring bola. Dia mampu menyisir sisi lapangan dengan sangat baik dan dapat mempertahankan bolanya tanpa bisa direbut lawan.

Dia juga mampu melesakkan umpan-umpan kunci dan umpan silang dengan sangat baik. Kelemahan utamanya hanya pada kemampuan finishing dan inisiatif bertahannya. Meski begitu, secara keseluruhan Nasri memang pemain yang cukup baik.

Kemungkinan, mantan anak emas Arsene Wenger di Arsenal itu akan merumput di luar Inggris. Ada dua klub yang tertarik medatangkannya, yakni Beksitas dari Turki dan Sevilla dari Spanyol. Bila dilihat ke belakang, Nasri hanya ingin merumput bersama tim yang telah memiliki nama dan pilihan itu mungkin saja jatuh kepada Sevilla.

Sebab, tim yang berlaga di La Liga Spanyol itu menjadi langganan juara Liga Eropa. Kejuaraan itu adalah kasta kedua di tanah Eropa setelah Liga Champion Eropa. Meski ditinggalkan sementara oleh Hart maupun kehilangan Nasri, City tetaplah City. Klub rival sekota Manchester United itu telah menjelma menjadi salah satu klub elit Eropa dan keberadaannya kerap mengancam klub-klub besar lainnya. Sepak terjang City di bawah kepelatihan Guardiola, menarik untuk selalu disaksikan.

Muhammad Khairil

Editor : M. Yamin Panca Setia | Sumber : Who Scored/Football Stats/Mirror/The Guardian/ESPN FC
 
Lingkungan
Budaya
07 Agt 19, 20:46 WIB | Dilihat : 561
Berguru pada Sejarah, Transformasi Elang
22 Jul 19, 16:15 WIB | Dilihat : 488
Dimensi Kaum Betawi
21 Jul 19, 14:19 WIB | Dilihat : 269
Refleksi dari Arena Lebaran Betawi
Selanjutnya