LONDON, AKARPADINEWS.Com- Mantan Petenis Putri nomer satu putri Inggris dan peringkat 50 dunia, Elena Baltacha, meninggal karena kanker hati pada usia 30 tahun, Minggu (4/5) waktu Inggris.
Kabar duka tersebut disampaikan keluarga kepada organisasi tenis setempat, The Lawn Tennis Assocation, dan dimuat di laman resmi , lta org. uk. Di kabarkan bahwa Elena Baltacha yang lahir di Kiev, Ukraina Agustus 1983 meninggal dengan damai di kediamannya pada Minggu pagi, kata keluarganya.
Batalcha di diagnosis menderita penyakit ini sejak Januari, hanya dua bulan setelah mundur dari tenis profesional sejak November 2013 lantaran cidera, atau hanya satu minggu setelah dia menikah dengan pelatih tenisnya, Nino Severino.
Servino menyatakan sangat terpukul atas kehilangan belahan hatinya yang cantik dan berbakat . “Dia begitu luar biasa dan menyentuh hati banyak orang dengan inspirasi semangatnya, serta kehangatan dan kebaikannya,”kata Serevino dalam pernyatannya yang dimuat di laman WTA.
Sebenarnya di usia 19 tahun, Baltacha di diagnosis menderita penyakit hati kronis, namun dia terus merajut karier tenisnya sambil terus berobat jalan dan terus menjalani tes darah secara reguler.
Elena Baltacha adalah putri pasangan olahragawan. Ayahyan, Sergi, adalah pesebakbola asal Ukraina, yang bermain di klub Dynamo, Kiev,dan klub Ipsiwich,Inggris. Bahkan sang Ayah pernah menyumbangkan medali perunggu untuk Rusia pada Olimpiade Moscow, 1980. Sedangkan ibunya, Olga, mewakili olahraga panca lomba.
Peringkat terbaik Baltacha adalah di posisi 49 dunia di tahun 2010, dan pernah mengalahkan petenis Cina Li Na dan Frabcesca Schiavone. Pada tahun 2010, ia menapaki babak ketiga pada tiga turnamen Grand Slam, pada Wimbledon 2002, Australia Terbuka 2005 dan 2010. Cidera kaki memaksanya mundur dari turnamen tenis sejak November 2013 dan dia berharap bisa menyumbangkan pengalamannya pada pemain muda Inggris.
Baltacha adalah petenis nomor satu Inggris sejak Desember 2009 hingga Juni 2012, selama 132 minggu, dan dia meraih 11 gelar turnamen internasional. Selain itu, dia 39 kali bermain memperkuat Piala Fed bagi Inggris sejak tahun 2003 hingga 2012 dan juga menjadi bagian tim di Olimpiade London 2012.
Iain Bates, Kepala asosiasi tenis wanita Inggris menyatakan: ”Hari ini kita kehilangan cahaya hati petenis Inggris, di mana dia adalah contoh yang nyata serta pejuang hebat dan teman yang baik.”
Di tahun 2010, Baltacha meresmikan Akademi Tenis Elena Baltacha, di mana sekolah ini membina anak-anak dari semua kalangan untuk belajar dan bermain tenis. Banyak pihak mendukung sekolah yang dia dirikan, bahkan baru saja sekolah ini mengelar pengalangan dana dengan tema ‘Rally for Bally’pada Juni lalu. Petenis nomor satu Inggris yang juga teman masa kecilnya, Andy Murray, serta mantan petenis lainnya seperti Martina Navratilova dan Tim Henman bermain dalam acara amal tersebut.
Hasil dari acara amal tersebut, selain disumbahkan pada sekolah tenis yang didirikan Elena juga disumbangkan untuk penderita kanker, The Royal Marsden Cancer.
Rasa duka mendalam juga dilontarkan organisasi tenis putri dunia, WTA. Ketua sekaligus CEO WTA, Stacey Allaster menyatakan, pihaknya turut berduka yang sedalam-dalamnya atas kepergian teman mereka Elena Baltacha atas perjuangannya melawan kanker. Perjuangan Elena , menurutya, tidaklah mudah namun Elena tetap tampil dengan humornya yang bagus dan terus menebarkan semangat.