UERO 2016

Berebut Takhta di Laga Eropa

| dilihat 1978

AKARPADINEWS.COM | PERHELATAN Euro 2016 akan segera dimulai. 24 tim dipastikan bertarung merebut takhta tertinggi di Eropa yang bakal berlangsung di Perancis, dari 10 Juni hingga 10 Juli 2016. Jawara-jawara Eropa seperti Perancis, Portugal, Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, Rusia, dan Swedia, dipastikan berlaga. Hanya Belanda, yang biasa menjadi kontestan, gagal berlaga di Euro kali ini.

Di ajang kompetisi bergengsi di benua biru kali ini, akan diberlakukan teknologi garis gawang. Teknologi itu memungkinkan wasit secara otomatis dapat membaca bola yang masuk ke gawang. Tujuannya, meminimalisir terjadinya kontroversi penilaian gol seperti terjadi pada Piala Dunia 2014 lalu.

Kala itu, bola yang dilesakkan pemain Ukraina sebenarnya telah melewati garis gawang Inggris. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena menganggap bola belum melewati garis gawang secara keseluruhan.

Selain itu, jumlah tim yang berlaga kali ini meningkat delapan tim, yang sebelumnya hanya 16 peserta. Tujuannya, untuk meningkatkan atmosfir persaingan dalam turnamen dan memberikan kesempatan kepada negara-negara di Eropa untuk mengikuti perhelatan akbar sepakbola Eropa tersebut.

Negara-negara yang baru mencicipi laga Eropa antara lain Albania, Islandia, Irlandia Utara, Wales, dan Slovakia. Perubahan itu pastinya akan menyajikan tontonan fantastis. Tentu, tim yang berlaga telah strategi menjadi yang terbaik di laga Eropa.

Sang Ayam Jago Dijagokan

Di Uero 2016, Tim Nasional Perancis disebut-sebut bakal menjadi kampiun. Tim berjuluk ‘Ayam Jago’ itu juga memiliki motivasi yang kuat untuk menjadi kampiun Euro 2016. Apalagi, Perancis menjadi tuan rumah perhelatan Euro kali ini. Sudah pasti, tim asuhan Didier Deschamp itu akan mengerahkan segala daya dan upaya agar dapat meraih titel sebagai tim terbaik di Benua Eropa.

Perancis juga diyakini menjadi jawara karena diisi pemain-pemain bintang yang namanya tengah naik daun. Di lini depan, Deschamp memiliki Antoine Griezmann, yang kini merumput di Atletico Madrid.

Sepanjang musim 2015-2016, Griezmann mengantongi 21 gol di La Liga. Naluri menyerangnya cukup tajam dan mampu meneror lini pertahanan lawannya. Pemain berusia 25 tahun itu juga memiliki kecepatan dalam melakukan penyerangan.

Penyerang Perancis lainnya yang bakal menyulitkan pertahanan lawan adalah Anthony Martial. Pemain muda yang kini bermain bersama Machester United (MU) sangat produktif.

Di usianya yang baru menginjak 20 tahun, Martial telah membubuhkan 11 gol di Liga Premier Inggris. Wajar, jika selama di MU, Louis van Gaal kerap mempercayainya. Martial tampil kurang lebih 30 laga, baik sebagai stater maupun pemain pengganti. Diperkirakan, Martial akan semakin bersinar di Euro 2016.

Lalu, penyerang Perancis yang tak kalah agresif ialah Olivier Giroud. Pemain berusia 29 tahun itu memiliki penampilan cukup baik bersama Arsenal di musim ini. Dari 26 penampilannya, Giroud mampu melesakkan 16 gol ke jala lawan. Meski demikian, penyerang kelahiran 30 September 1986 itu rentan cidera. Kemungkinan, Giroud akan difokuskan pada pertandingan-pertandingan penting melawan lawan yang cukup berat.

Di lini tengah, Deschamp memiliki dua bintang yang mengantarkan klubnya menjuarai liga domestik negaranya, yakni Paul Pogba dan N'Golo Kante. Keduanya telah menjadi motor serangan di klubnya masing-masing.

Bersama Juventus, Pogba bermain sebanyak 33 laga di musim ini. Mantan pemain MU itu berhasil menyarangkan delapan gol dan 12 umpan yang berujung gol. Pada awalnya, posisi bermain Pogba sebagai gelandang bertahan. Namun, selama berseragam Juve, pemain berusia 23 tahun itu bertransformasi menjadi gelandang serang yang mampu mengatur laju permainan.

Bersama ‘Si Nyonya Tua’, Pogba merasakan juara Serie A empat kali berturut-turut dari musim 2012-2013 hingga 2015-2016. Selain itu, Pogba mengantarkan Juve merengkuh Coppa Italia dua kali, yakni musim 2014-2015 dan 2015-2016, dan dua piala Supercoppa Italiana pada tahun 2013 dan 2015.

Pogba pun telah meraih beberapa penghargaan individu. Salah satu di antaranya ialah FIFA World Cup Best Young Player pada tahun 2014 dan Serie A Top Assist-provider pada musim 2015-2016. Dia pun berhasil masuk dalam daftar jajaran pemain terbaik, seperti Serie A Team of the Year musim 2013-2014 dan 2014-2015, dan FIFA FIFPro World XI pada tahun 2015.

Kelemahan Pogba lebih pada kemampuannya mengendalikan emosi. Sebagai pemain muda, Pogba masih sering terprovokasi dan frustasi kala pertahanan lawan sulit ditembus. Saat dipasang di tim utama, kiranya Pogba disandingkan dengan pemain senior agar dapat membantunya mengontrol emosi.

Keahliannya yang paling ditakuti lawan ialah melesakkan bola kencang dari luar kotak penalti. Tak jarang, tendangan kencang Pogba berbuah gol. Keberadaan Pogba dipastikan makin mendongkrak daya serang Perancis di Euro 2016.

Dalam hal pertahanan, Perancis memiliki Kante yang menjadi pemain kunci yang berhasil menjadikan Leicester City sebagai juara Liga Premier Inggris musim ini. Berposisi sebagai gelandang bertahan, Kante memiliki kemampuan bertahan yang luar biasa.

Dalam 33 penampilannya bersama The Foxes, Kante mampu melakukan 4,8 persen tekel dan 2,9 persen penghaluan. Statistik itu jauh di atas rata-rata pemain Perancis yang merumput di Liga Premier Inggris. Tak jarang, pemain berusia 25 tahun itu sering melakukan overlaping untuk melakukan serangan balik.

Pada Euro tahun ini, Kante akan menjadi tembok pertama yang menghadang serangan lawan-lawan Perancis. Kante diharapkan menunjukkan kualitas permainannya seperti saat membela Leicester City.

Belum lagi nama beken lainnya, seperti Laurent Koscielny, Hugo Lloris, Blase Matuidi, termasuk Karim Benzema yang kini menjadi penyerang Real Madrid. Perancis memang dalam kondisi terbaiknya. Namun, Benzema tidak masuk dalam skuad

Deschamp karena beberapa kasus kontroversinya di luar lapangan, seperti soal prostitusi di bawah umur yang juga menjerat Frank Ribery. Namun, di luar permasalahan hukum itu, Benzema merupakan salah satu penyerang menakutkan.

Bersama Madrid, Benzema telah mengumpulkan 24 gol. Dia juga menjadi penyerang andalan dalam tiap formasi Zinadine Zidane. Naluri gol dan kemampuan mengumpannya akan sangat berguna bagi Perancis bila Deschamp memutuskan untuk memasukkannya ke dalam tim.

Namun, tanpa Benzema, komposisi pemain Perancis sangat sempurna. Wajar jika difavoritkan menjuarai grup A Euro 2016. Tim yang mungkin akan memberikan perlawanan hebat di grup tersebut ialah Swiss. Namun, di atas kertas, Perancis lebih diunggulkan.

Kekuatan Tim Panzer

Tim lain lain yang memiliki kans juara adalah Jerman. Tim asuhan Joachim Loew itu memiliki penjaga gawang kelas dunia dan sederet pemain belakang yang solid dalam bertahan serta menjadi andalan di klubnya masing-masing.

Di bawah mistar gawang, Jerman memiliki Manuel Neuer. Kiranya, Loew akan mempercayakan perlindungan gawang Jerman kepada Neuer, kiper terbaik Jerman di saat ini. Dia memiliki prestasi di tingkat klub maupun saat membela tim nasional.

Di ranah klub,bersama Bayern Munich, Neuer memenangi empat kali juara Bundesliga dari musim 2012-2013 hingga musim ini, tiga kali juara DFB-Pokal, satu kali DFB/DFL-Supercup, juara Liga Champions Eropa musim 2012-2013, dan piala UEFA Supercup tahun 2013. Prestasi yang luar biasa untuk seorang kiper.

Sedangkan di Timnas Jerman, Neuer membawa Jerman menjadi Juara Piala Dunia 2014. Neuer berhasil mengamankan gawangnya dari serangan Argentina yang komandoi Leonel Messi. Tak salah ketika di Piala Dunia, Neuer dianugerahi penghargaan Golden Gloves sebagai kiper terbaik sepanjang turnamen.

Neuer pun kerap menjadi pilihan utama di Munich sejak masa kepelatihan Jupp Heynckes dan Josep ‘Pep’ Guardiola. Pada era Carlo Ancelotti musim depan, posisinya dipastikan masih aman di Munich.

Kiper berusia 30 tahun itu memiliki kemampuan reflek yang amat bagus dan memiliki naluri bertahan luar biasa. Tak jarang, untuk melindungi gawangnya, kiper yang bergabung bersama Munich pada tahun 2011 itu sering melakukan akrobat. Di Bundesliga musim ini, Neuer telah bermain sebanyak 36 laga dan melakukan 63 kali penyelamatan gawang.

Di lini belakang, Jerman memiliki pertahanan yang sangat kuat. Penjaga pertahanan itu bernama Mats Hummels. Pemain berusia 27 tahun ini sering dipasang sebagai bek tengah ataupun bek sayap kiri di Borussia Dortmund dan tim nasional Jerman.

Ketika dipasang sebagai bek tengah, Hummels mampu menjadi tembok yang kokoh dan sulit ditembus penyerang lawan. Ketika sedang dipasang sebagai bek sayap kiri, pemain yang akan bergabung dengan Munich di musim depan ini memiliki kecepatan yang luar biasa dan mampu menyerang ketika diperlukan.

Hummels juga terbiasa menjadi gelandang bertahan. Kemampuan bertahan dan menyerangnya yang seimbang membuatnya menjadi aset penting di dalam tim yang dibelanya.

Di musim ini, Hummels membubuhkan dua gol dan dua umpan di Bundesliga dalam 29 penampilannya bersama Dortmund. Torehan itu menunjukkan Hummels mampu berperan sebagai pencetak gol sekaligus pengumpan yang baik.

Bersama Dortmund, Hummels memenangi piala Bundesliga dua musim berturut-turut, yakni musim 2010-2011 dan 2011-2012. Hummels juga mempersembahkan gelar juara DFB-Pokal musim 2011-2012, dan DFL-Supercup dua kali berturut-turut pada tahun 2013 dan 2014.

Bahkan, Hummels menjadi salah satu pemain andalan Jurgen Klopp kala Dortmund mencapai final Piala Champions Eropa di musim 2012-2013. Meski pada akhirnya Dortmund kalah oleh Munich. Namun, semenjak itu Dortmund mulai bertransformasi sebagai klub yang diperhitungkan di Benua Biru.

Di tim nasional, Hummels menjadi pemain utama Jerman kala menjuarai Piala Dunia 2014. Di ajang sepakbola tersohor itu, Hummels termasuk bek yang kerap menyulitkan lawan Jerman. Bahkan, dia masuk ke dalam daftar FIFA World Cup All-Star Team dan FIFA World Cup Dream Team tahun 2014.

Menemani Hummels di lini pertahanan Jerman ialah Jerome Boateng. Adik kandung Kevin-Prince Boateng itu merupakan benteng pertahanan yang amat kokoh. Dia memiliki stamina yang tinggi layaknya banteng dan mampu bermain di beberapa posisi.

Posisi utama yang sering diberikannya ialah bek tengah. Boateng memiliki kemampuan membayangi lawannya dengan sangat baik. Dengan tinggi yang mencapai 192 cm, Boateng mampu menghalau dan memotong umpan tinggi musuhnya.

Lalu, ketika diposisikan sebagai bek sayap, Boateng mampu bermain di sayap kiri maupun kanan. Di posisi ini, Boateng dapat berperan sebagai pengumpan ketika melakukan overlaping. Pemain berusia 27 tahun itu memang dikenal sebagai pengumpan yang baik.

Posisi terakhir yang dia kuasai ialah gelandang bertahan. Saat Boateng berada di posisi ini, dia memiliki keleluasaan melakukan overlaping dari tengah lapangan. Tak jarang, tendangan kencangnya sering membuat kiper lawan harus berjibaku di bawah mistar gawang.

Di level klub, Boateng telah menyumbangkan piala pada klub yang dibelanya. Saat berseragam Manchester City di musim 2010-2011, Boateng mempersembahkan piala FA.

Sejak pindah ke Munich pada tahun 2011, pemain yang memiliki darah Ghana itu telah mempersembahkan banyak gelar juara. Dia bersama dengan Neuer mempersembahkan piala Bundesliga empat kali berturut-turut dari musim 2012-2013 hingga 2015-2016.

Boateng juga bagian dari tim ketika Munich memenangi DFB-Pokal musim 2012-2013, 2013-2014, dan 2015-2016. Saat Munich menjuarai Liga Champions Eropa musim 2012-2013 dan UEFA Supercup pada tahun 2013, Boateng menjadi salah satu aktor yang terlibat di dalamnya.

Tidak seperti kakaknya, Boateng memilih kewarganegaraan Jerman. Pilihan itu nyatanya merupakan pilihan yang tepat. Pasalnya, bersama Jerman, Boateng merasakan gelar juara Piala Dunia 2014.

Di musim ini, dia tampil sebanyak 17 kali dan memberikan 3 umpan. Meski tidak terlalu banyak tampil, kehadiran Boateng di lini pertahanan Munich cukup berarti, baik saat menjaga lini belakang maupun ketika membantu penyerangan.

Untuk di lini tengah, Loew memiliki banyak pemain yang dapat dijadikan pilihan. Masing-masing pemain tengah Jerman memiliki karakteristik yang berbeda satu dengan yang lain. ada yang bertipe sebagai gelandang serang yang dapat diposisikan sebagai penyerang, seperti Marco Reus dan Mario Goetze, dan adapula yang bertipe bertahan, seperti Sami Kheidira.

Di antara pilihan pemain tim itu, sepertinya nama Mesut Ozil akan menjadi pilihan utamanya. Karena, Ozil merupakan salah satu gelandang Jerman bertipe playmaker. Pemain keturunan Turki itu dikenal sebagai salah satu playmaker terbaik di dunia dan menjadi aset penting dari setiap klub yang dibelanya.

Sebagai pengumpan, Ozil memiliki visi menjadikan umpannya sebagai gol. Umpannya selalu terukur, mudah dijangkau rekannya yang beperan sebagai penyerang yang kebetulan berada pada posisi yang ideal. Kemampuan itu amat menguntungkan koleganya ketika Ozil menjadi eksekutor bola-bola mati. Ozil cerdik dalam mencari posisi lowong di jantung pertahanan lawan sehingga koleganya dapat menyambut bola untuk menghasilkan gol.

Ozil juga mampu mengatur tempo serangan sehingga dapat membuyarkan konsentrasi lawan-lawannya. Kelebihannya itu sudah terbukti dalam sepanjang karirnya, mulai dari Werder Brehmen, Madrid, hingga Arsenal, telah merasakan servis umpan briliannya.

Ozil bersama Brehmen sekitar tahun 2008 hingga 2010. Pada masa itu, dia tampil sebanyak 90 laga dengan torehan 22 umpan dan 13 gol. Dengan umpan-umpan cantiknya, dia berhasil membawa Brehmen menjuarai DFB-Pokal pada musim 2008-2009. Penampilan apiknya itu kemudian mencuri perhatian klub-klub elit Eropa, khususnya Madrid yang ngotot mendapatkannya.

Kepindahannya ke Madrid membuat klub Spanyol itu memanen tiga piala, yakni piala kampiun La Liga musim 2011-2012, Copa del Rey musim 2010-2011, dan Supercopa de Espana tahun 2012. Saat membela Madrid dari tahun 2010 hingga 2013, Ozil telah bermain sebanyak 148 laga dengan torehan 60 umpan.

Ketika Ozil memutuskan hengkang ke Arsenal pada tahun 2013, Cristiano Ronaldo sempat marah kepada manajemen Madrid karena melepasnya. Karena, Madrid belum memiliki playmaker visioner seperti Ozil. Akibatnya, permainan Madrid sedikit melempem di beberapa musim setelahnya.

Bersama Arsenal, pemain bernomor punggung 11 itu telah tampil sebanyak 117 kali, termasuk 35 penampilan di musim ini. Selama berseragam Arsenal, Ozil membuahkan 41 umpan dan 20 gol, termasuk 19 umpan dan 6 gol di musim ini. Selama tiga musim merumput di Emirates Stadium, Ozil menjadi jantung permainan yang tak tergantikan.

Bahkan, kini Arsenal telah kembali mendapatkan ketangguhannya yang pernah sirna dalam beberapa tahun belakangan. Dengan hadirnya Ozil di dalam tim utamanya, Arsenal berhasil merengkuh dua kali piala FA, yakni pada musim 2013-2014 dan 2014-2015, dan sebuah piala FA Community Shields pada tahun 2015.

Di level timnas, Ozil merupakan salah satu punggawa tim panzer ketika menjuarai Piala Dunia 2014. Keberhasilan umpan-umpannya selama Piala Dunia lalu itu mencatat persentase 86,9 persen dan menciptakan 17 kali peluang gol, dengan persentase 2,4 persen di tiap laga dia dimainkan.

Kelebihan lain yang dimiliki Ozil ialah dapat bermain hampir di seluruh posisi tengah manapun. Dia bisa bermain sebagai sayap kanan ataupun kiri. Bahkan, Ozil mampu berperan sebagai gelandang serang ketika dibutuhkan tenaga untuk penyerangan.

Meski demikian, posisi yang tak mungkin dilakukannya ialah sebagai gelandang bertahan. Pasalnya, dia agak kurang dalam hal pertahanan karena lebih fokus pada pembangunan serangan dan melihat peluang penciptaan gol. Ada kemungkinan, ketika memasang Ozil, Loew akan menyandingkan dia dengan pemain gelandang bertahan atau pemain tengah yang memiliki naluri baik dalam hal pertahanan.

Kelemahan utama Jerman pada Euro 2016 mungkin terdapat pada stok penyerang depan. Pada Euro kali ini, Loew hanya memiliki tiga nama penyerang, yakni Thomas Muller, Mario Gomez, dan Lukas Podolski.

Bila salah satu di antaranya tak dapat bermain, kemungkinan besar Loew akan menggunakan pemain tengah yang bisa bermain sebagai penyerang, seperti Gotze dan Reus. Pilihan itu merupakan solusi terbaik yang bisa dilakukan Loew ketika membutuhkan pemain yang dapat menggantikan ketiga penyerang murni miliknya.

Di atas kertas, potensi Jerman menjuarai Euro 2016 cukup terbuka lebar. Banyaknya pemain yang bisa bermain di luar posisinya akan sangat memudahkan Loew menyusun strategi. Dengan komposisi pemain itu, Jerman akan melaju ke fase selanjutnya sebagai juara grup C.

Bintang Baru The Three Lions 

Inggris merupakan salah satu negara yang dalam beberapa dekade ke belakang kehilangan permainan apiknya. Padahal, tim ini sering diisi nama-nama beken yang cukup berjaya di klubnya masing-masing. Butuh formula yang tepat agar dapat membuat Inggris berjaya di Benua Eropa.

Pada Euro kali ini, wajah Inggris sedikit berbeda. Karena, banyak bintang-bintang yang bersinar di Liga Premier Inggris masuk ke dalam skuad Roy Hodgson. Di antaranya terdapat darah-darah muda Inggris yang memiliki potensi cemerlang di masa depan.

Dele Alli adalah nama salah satu pemain muda berbakat yang berhasil tembus ke dalam skuad timnas Inggris. Pemain Tottenham Hotspur itu kontribusinya sangat besar terhadap performa Tottenham di musim ini. Pemain berusia 20 itu menjadi pemain pilihan utama Mauricio Pochettino, pelatih Tottenham, sepanjang musim 2015-2016.

Bersama Tottenham, Alli tampil sebanyak 28 laga dengan torehan 10 gol dan 9 umpan yang berbuah gol dari koleganya. Kelebihan utama pemain yang dinobatkan sebagai PFA Young Player of the Year itu adalah kemampuannya memberikan umpan terobosan dan menjegal perguliran bola lawan.

Alli terbilang sebagai pemain tengah yang mampu bermain di beberapa posisi. Saat berada di posisi gelandang serang, Alli mampu menjadi playmaker yang cukup baik dengan umpan-umpan terobosan yang bagus. Alli juga sering mengancam gawang lawan dengan tembakan bola dari kakinya.

Lalu, saat berposisi sebagai gelandang bertahan, jebolan akademi sepakbola Milton Keynes Dons itu mampu melakukan tekel dengan aman. Hal itu dibuktikan dengan torehan kartu kuning yang diterimanya musim ini hanya berjumlah 7 kali, tanpa satupun kartu merah di Liga Premier Inggris. Naluri bertahannya membantu Tottenham ketika lawannya melakukan serangan balik cepat.

Sesekali, Pochettino memasangnya pada posisi sayap kiri. Di posisi ini, kecepatannya cukup bagus dalam merespon laju bola dan mampu membantu penyerangan. Hanya saja, kelemahan pemain kelahiran 11 April 1996 itu ialah pada penguasaan bola dan umpan lambung. Alli seringkali melakukan kesalahan dengan terlalu mudahnya bola direbut dari kakinya.

Meski demikian, bila Hodgson memasangnya dengan pemain tengah senior yang tepat, Alli dapat memberikan kontribusi cukup bagus. Di usianya yang masih muda, bermain di kompetisi sekelas Euro 2016 akan memberikannya banyak pembelajaran untuk terus berkembang.

Pemain muda berbakat lainnya yang masuk ke jajaran timnas Inggris ialah Harry Kane. Pemain Tottenham itu adalah pemain yang berpotensi sebagai penyerang masa depan Inggris. Di usianya yang masih 22 tahun, telah menunjukkan kemampuan naluri mencetak golnya.

Di Liga Premier musim ini, Kane merupakan pencetak gol terbanyak dengan jumlah 25 gol. Torehan gol itu diperolehnya dalam 38 laga bersama Tottenham. Atas prestasinya itu, di musim ini, Kane mendapat penghargaan Premier League Golden Boot.

Prestasi itu tak hanya ditunjang oleh naluri gol alami yang dimilikinya. Kane memiliki pergerakan yang sangat bagus di sektor penyerangan. Dia mampu menyusup saat dibayangi pertahanan lawan, dan kemudian berupaya mencetak gol. Kane pun sering kali melesakkan bola lewat tendangan kerasnya ke jala lawan.

Berbeda dengan Alli, Kane memiliki kemampuan apik dalam hal mempertahankan bolanya. Dia mampu melewati lawan dengan dribel yang mumpuni dan keseimbangan yang tinggi. Kemampuan itu ditunjang pula dengan kecepatannya. pemian lawan seringkali kewalahan mengejar pemain asal Kota Chingford tersebut.

Kemampuan Kane sebagai penyerang memang tampak tanpa celah. Namun, pemain bernomor punggung 10 di Tottenham tersebut memiliki kelemahan dalam mengumpan. Dia jarang sekali menciptakan umpan yang berbuah gol. Di musim ini, hanya satu umpannya yang berujung pada gol. Hal itu menunjukkan Kane merupakan pemain bertipe penyerang murni

Nama bintang muda yang dapat diandalkan Hodgson pada Euro 2016 lainnya ialah Raheem Sterling. Pemain yang bermain untuk Manchester City ini merupakan pemain tengah yang mampu merangkap sebagai penyerang. Selama bersama City di musim ini, Sterling membubuhkan penampilan sebanyak 23 laga dan menyarangkan 6 gol serta 2 umpan.

Ketika dia bermain sebagai gelandang sayap kiri ataupun penyerang sayap kanan, keunggulan yang sering dipertontonkannya ialah kemampuan dribling yang stabil. Dia tidak terlalu banyak menunjukkan aksi-aksi akrobat dribling. Namun, geraknya sulit dihentikan pemain belakang lawan.

Mantan pemain Liverpool itu juga piawai bermain sebagai gelandang tengah maupun gelandang serang. Di dua posisi itu, Sterling dapat membantu penyerangan dari sektor tengah lapangan. Sterling juga kerap berperan sebagai striker bayangan.

Kala berada sebagai penyerang depan, Sterling mampu membuat kelimpungan permain pertahanan lawan. Pergerakannya cukup luwes dan memudahkannya untuk menciptakan peluang gol. Selain itu, dia sangat menyukai permainan umpan-umpan pendek. Hal itu cukup membantu koleganya yang sedang membuka peluang mencetak gol.

Walau demikian, kelemahan terbesar Sterling terdapat pada permainan udara. Pemain berusia 21 tahun ini kurang beruntung bila mengeksekusi bola-bola atas. Selain itu, dia tidak begitu mahir membantu pertahanan. Sangat jarang melihat Sterling, ketika berposisi sebagai pemain gelandang, turun membantu pertahanan.

Kelemahan itu akan menjadi pekerjaan rumah bagi Hodgson. Pelatih berusia 68 tahun itu harus mampu menggenjot kemampuan Sterling, khususnya menutupi kelemahanya. Kehadiran Sterling di Euro 2016 akan menjadi pengalaman besar baginya untuk terus berkembang.

Selain pemain bintang-bintang muda, tim asuhan Hodgson diisi oleh bintang baru di Liga Premier Inggris yang usianya sudah cukup matang, yakni Jamie Vardy. Pemain berusia 29 tahun itu merupakan salah satu aktor utama keberhasilan Leicester City menjuarai Liga Premier Inggris musim ini.

Meski usianya cukup terlambat untuk masuk ke dalam jajaran pemain Timnas Inggris, Vardy dapat memberikan dukungan terbaiknya untuk tim. Karena, Vardy memiliki naluri gol yang tajam.

Itu dibuktikan dengan torehan golnya di Liga Premier Inggris musim ini. Dari 36 laga bersama Leicester City, Vardy membubuhkan 24 gol dan enam umpan. Torehan gol itu menaruhnya pada posisi kedua pencetak gol terbanyak musim ini di bawah Kane.

Kelebihan utama Vardy yang bisa dimaksimalkan Hogdson ialah kemampuan finishing touch-nya yang amat baik. Pemain bernomor punggung sembilan di Leicester City itu mampu memaksimalkan umpan-umpan yang ditujukan padanya. Vardy juga mampu menggiring bola hingga menemukan celah untuk terciptanya gol untuk timnya.

Dia juga tak sungkan mengumpan bola ke rekannya ketika keadaannya tidak memungkinkan dalam mencipakan gol. Vardy bukan tipe pemain egois yang memaksakan diri dalam menciptakan gol.

Dengan bergabungnya pemain muda berbakat dan bintang baru seperti Vardy di dalam tim Hodgson, pastinya menambah daya gedor Timnas Inggris. Ditambah dengan bintang-bintang yang sudah sering mengisi tim The Three Lion, seperti Wayne Rooney, Daniel Sturridge, Gary Cahill, dan Michael Carrick. Inggris dapat menjadi kuda hitam di antara tim-tim besar pada Euro tahun ini.

Tapi, sepertinya Inggris perlu kerja keras agar dapat memuncaki klasemen Grup B. Pasalnya, grup itu diisi tim-tim yang mempunyai motivasi besar untuk menembus fase selanjutnya. Tim yang perlu diwaspadai ialah Wales. Pasalnya, Wales yang memiliki Gareth Bale, bisa merepotkan lini pertahanan Inggris. Selain itu, tim lain yang memiliki kans juara adalah Swedia, Italia, Portugal, Republik Ceko, dan Spanyol. Menarik untuk dinikmati serunya perebutan takhta di Laga Eropa.

Muhammad Khairil

Editor : M. Yamin Panca Setia | Sumber : Who Scored/Espn FC Asia/Telegraph/Uefa/Newstalk/The Independent/Statbunker/Hitc/BBC
 
Sporta
03 Sep 18, 12:41 WIB | Dilihat : 1457
Olahraga dan Pelukan Pemersatu
16 Jul 18, 10:16 WIB | Dilihat : 1150
Keajaiban dan Luah Gairah Kemenangan Perancis
15 Jul 18, 07:53 WIB | Dilihat : 1134
Perancis vs Kroasia Berebut Keajaiban Piala Dunia 2018
Selanjutnya
Seni & Hiburan
06 Sep 19, 22:46 WIB | Dilihat : 229
Puisi Puisi N. Syamsuddin Ch Haesy
18 Agt 19, 21:05 WIB | Dilihat : 779
Kemerdekaan Adalah Jiwa Raga Sehat Tegakkan Keadilan
13 Agt 19, 20:56 WIB | Dilihat : 744
Gubernur Anies Undang Warga Jakarta Nonton JMF2019
12 Agt 19, 22:43 WIB | Dilihat : 462
Pesona Lipet Gandes dan Topeng Jantuk
Selanjutnya