Dugaan Kemplang Pajak Transfer Pemain

Barcelona Akhirya Bayar Pajak Ke Pemerintah Spanyol

| dilihat 1296

Foto dok Footballmanager

 
 
 
AKARPADINEWS.Com - Juara liga Spanyol, klub Barcelona, tetap berkeras tak melanggar aturan apa pun terkait dugaan mengemplang pajak saat transfer pemain Neymar da Silva Santos Jr. Meskipun, Barcelona akhirnya membayar bea pajak sebesar 13,55 juta euro atau 11.2 juta pound ( Rp216 miliar) kepada pemerintah Spanyol terkait kasus ini.
 
Dalam laman resmi klub (24/2), dipaparkan bahwa tujuan pembayaran pajak ini adalah untuk menghindari adanya interprestasi terkait perekrutan Neymar.
 
Tranfer terhadap Neymar dilakukan pada musim panas tahun lalu, tepatnya di bulan Juni 2013, di mana Barca membayar pemain berusia 22 tahun ini senilai 48.6 juta pound dan 34 juta pound diantaranya diberikan pada orang tua Neymar. Sumber lain menyebutkan bahwa Barca membayar kontark lebih dari nilai tersebut.
 
Barcelona juga mengakui adanya transfer itu, kemudian menjelaskan harga transfer Neymar dalam kurs dolar senilai 118 juta dolar AS, termasuk pembayaran ke Neymar dan keluarganya, bukan 57,1 juta dolar AS,seperti yang diumumkan sebelumnya.
 
Adanya, dugaan mengemplang pajak ini. Lembaga pajak Spanyol menyidik kasus ini . Presiden klub Sandro Rosell pun diperiksa oleh aparat dengan tuduhan pengelapan dana. Akhirnya, Rosell pun mundur.
 
Hakim Spanyol menyatakan menemukan cukup bukti untuk meneruskan penyidikan terkait dugaan pemgelapan pajak ini. Hingga kini belum ada pernyataan pihak berwenang apakah dengan pembayaran Barca ini maka investigasi akan dihentikan.
Pada Kamis (20/2), aparat penegak hukum mendakwa Barcelona melanggar peraturan pajak saat mendatangkan Neymar dari Brasil. Awalnya Barcelona dianggap menutupi nilai transfer dan rincian kontrak pemain yang dianggap salah satu penyerang terbaik Brasil ini.
Atas dakwaan tersebut,Presiden Barcelona yang baru, Josep Bartomeu, di kutip dari media di Spanyol,  tetap kukuh pihaknya tak bersalah. Ia menyatakan transfer Neymar ''sesuai dengan semua peraturan' dan semuanya legal.
 
 
Editor : Nur Baety Rofiq
 
Lingkungan
21 Jun 20, 12:43 WIB | Dilihat : 183
Jangan Lelah Mewujudkan Jakarta Tangguh
04 Apr 20, 21:16 WIB | Dilihat : 341
Gubernur Anies Serukan Warga Pakai Masker
03 Apr 20, 15:51 WIB | Dilihat : 343
Melawan Virus dengan Lembu Akalang
22 Mar 20, 20:46 WIB | Dilihat : 264
Konferensi Virtual Bahas Covid 19
Selanjutnya
Sainstek
20 Nov 19, 13:05 WIB | Dilihat : 1269
Rumah Ilmuwan Bukan di Menara Gading
08 Nov 19, 23:07 WIB | Dilihat : 1664
Kebijakan Perikanan Belum Berbasis Sains yang Utuh
26 Agt 19, 10:46 WIB | Dilihat : 840
Daya tarik Magnetis Monza SP2 Ferrari
30 Okt 18, 00:11 WIB | Dilihat : 1266
Menerima Realitas Kecelakaan Lion JT610
Selanjutnya