Musik

Video Kontroversial "Dark Horse" Katy Perry Telah Diedit, Tanpa Ada Permintaan Maaf

| dilihat 2893
 
 
AKARPADINEWS.Com- Setelah adanya petisi dari 65.000 tanda tangan kaum Muslim  yang keberatan atas tayangan video kontroversial ‘Dark Horse’ milik Katy Perry - lantaran dinilai  ‘menghina agama’ di mana sang tokoh dari video itu mengunakan kalung bertulisan  Allah-,  nampak video tersebut  telah diedit  dan lafal  nama Allah sudah tak terlihat. Hanya saja, tak ada permintaan maaf dari label Katy Perry ataupun YouTube. Bahkan, yang menghapus juga tak diketahui siapa pelakunya.
 
Pada gambar yang satu nampak seorang laki-laki terbakar dengan mengunakan liontin bertulisan Allah. Dan di gambar yang satunya, tulisan tersebut tak terlihat alias dihilangkan setelah adanya petisi dari 65.000 tanda tangan yang menyatakan kalung tersebut sangat menghina dan tidak tepat digunakan dalam adegan tersebut.
 
Video tersebut sekarang memperlihatkan rantai emas dengan tak tergantung liontin.
 
Adalah Shazad Iqbal dari Brandford, yang memulai  petisi mengatakan,” Saya beritahukan kepada kamu semua bahwa lafal atas nama Allah telah dihapus dalam video “Dark Horse”.“Kita takbisa melakukan ini  tanpa dukungan dari kalian dan saya ucapkan terima kasih pada kalian yang peduli dan mendengarkan pada suara kami! Semoga Tuhan memberkati kalian semua.”
 
Tak diketahui siapa yang mengubah video tersebut dan  belum ada komentar dari jejaring  YouTube.
 
Iqbal menuliskan bahwa jelas pengubahan gambar tersebut membuktikan bahwa suara mereka di dengar, krena didukung oleh publisitas yang mendukung pesan mereka jaringan yang lebih luas sehingga ketidakpantasan materi dari konten video ini tak bisa diterima.
 “Meskipun petisi telah ditutup, kasus ini tak ditinggalkan begitu saja dan saya rasa kita harus menuntaskannya untuk mencapai  kedamaian  dan kita tunggu perkembangan selanjutnya.”
 
 
Bergaya Bak Cleopatra
 
Dalam video ini  Katy menjadi ratu Mesir yang mengubah pria-pria yang ingin meminangnya menjadi pasir.
 
Awalnya, Iqbal, membuat petisi online agar video itu dihapus dari YouTube setelah ia melihat salah satu pria  yang ingin meminang  sang ratu  mengenakan liontin bertulisan Allah.Dalam petisinya, Iqbal menulis, pada menit ke 01:15 dalam video Dark Horse terlihat seorang pria sedang dibakar dan memakai liontin (yang juga dibakar) dengan kata Allah.
 
Dijelaskan Iqbal, penghinaan agama terlihat jelas dalam video ini, karena Katy Perry (yang tampaknya melawan Allah) membakar orang yang mempercayai Allah. Dan, penggunaan nama Allah, lanjut Iqbal,  dengan cara yang tidak relevan dianggap tidak pantas oleh agama apapun."Saran saya kepada semua artis di industri musik adalah: Anda memiliki kekayaan, ketenaran dan kesuksesan - janganlah memakai dasar agama lain untuk jadi bahan olok-olok demi ketenaran Anda,”tandasnya ketika itu.
 
Penanda tangan petisi ini datang dari berbagai negara seperti Australia, Malaysia, Indonesia, Maroko, Lebanon dan Amerika Serikat.Namun, beberapa dari 65.000 pemohon menulis pesan yang tidak sopan dalam petisi itu. Terkait dengan pesan itu, Iqbal mengatakan ia tidak memulai kampanye "untuk menimbulkan kontroversi atau menyebabkan kebencian melainkan untuk mendapatkan dukungan dagar video itu dihapus", dan meminta orang-orang untuk "menulis dengan serius".
 
Komentar lainnya datang dari Gregoire Singer asal  Swiss yang menulis: "Saya seorang Muslim yang toleran, tetapi ada batasan ketidaktahuan yang mengarah ke tindakan penodaan agama. Ini adalah masalah rasa hormat."
Sedangkan, Mohamed Maan, dari Belanda, menambahkan: "Saya tersinggung sebagai seorang muslim. Itu menunjukkan tidak ada rasa hormat. Anda dapat merasakan bagaimana jika orang yang kita cintai dibakar. Selanjutnya,  Ayesha Akthar, dari London ,mengatakan, "Dulu saya suka lagu-lagunya, tapi sekarang aku telah menghapus semua dari MP3 player dan laptop saya."
 
 Populer di Youtube
 
Video Dark Horse telah menarik lebih dari 34 juta penonton sejak ditayangkan di YouTube pada tanggal 20 Februari 2014.
 
Perry dibesarkan dalam keluarga Kristen yang taat, dan kedua orang tuanya adalah pendeta Pantekosta. Ia mulai menyanyikan lagu-lagu gereja sebelum memulai menjadi penyanyi pop.Dia baru-baru ini mengatakan kepada majalah Marie Claire bahwa ia tidak memeluk agama tertentu, tetapi mengklaim  punya hubungan yang mendalam dengan Tuhan.
 
"Saya berdoa sepanjang waktu-untuk pengendalian diri. Ada banyak rasa syukur di dalamnya. Hanya dengan mengatakan 'terima kasih' kadang-kadang lebih baik daripada meminta yang lain," kata Perry dalam wawancara tersebut. Label rekaman Perry dan YouTube belum menanggapi permintaan komentar dari BBC dan Sky atas petisi tersebut dan keterangan adanya editan video tersebut.
 
Editor : Nur Baety Rofiq
 
Sporta
03 Sep 18, 12:41 WIB | Dilihat : 1286
Olahraga dan Pelukan Pemersatu
16 Jul 18, 10:16 WIB | Dilihat : 985
Keajaiban dan Luah Gairah Kemenangan Perancis
15 Jul 18, 07:53 WIB | Dilihat : 984
Perancis vs Kroasia Berebut Keajaiban Piala Dunia 2018
Selanjutnya
Ekonomi & Bisnis
08 Jul 19, 16:21 WIB | Dilihat : 696
BNI Syariah Istiqamah di Jalan Hasanah
19 Jun 19, 10:46 WIB | Dilihat : 886
Harapan Wirausaha Kreatif Malaysia di Bahu Dzuleira
27 Mei 19, 13:43 WIB | Dilihat : 233
Sang Pemandu
16 Mei 19, 11:03 WIB | Dilihat : 377
Utang Negara dan Pembangunan Sosial
Selanjutnya