Pentas Film Iran

Linda Kiani Sang Kejora

| dilihat 232

IRAN termasuk salah satu negara di Asia yang produktif memproduksi film, termsuk film pendek dan film televisi.

Di negara yang dikesankan sangat ketat menerapkan hukum islam dengan penduduk mayoritas penganut Syi'ah, yang berdampingan dengan penganut Sunni, serta non muslim (Kristen Orthodox, Zoroaster, dan Baha'i) itu, dunia sinematografi dan musik justru berkembang.

Film, agaknya, merupakan medium bagi Iran untuk bicara dan mengabarkan tentang realitas kehidupan masyarakatnya sehari-hari. Lewat film yang lebih banyak mengangkat tema-tema tentang manusia dan kemanusiaan, itu para seniman, khasnya aktor dan aktris unjuk kebolehan dan prestasi.

Ada juga bintang film televisi belia, yang terobsesi dengan popularitas dan kehidupan bebas a la Barat, melakukan migrasi ke berbagai negara. Antara lain, Perancis, Inggris, dan Turki.

Salah satu aktris yang populer dan berkualitas adalah Linda Kiani. Aktris populer dengan wajah khas kelahiran 14 September 1980, dan dimasukkan dalam kategori generasi millenial itu, berulangkali terlibat dalam karya sinematografi yang memenangkan penghargaan internasional.

Linda berasal dari Abadan, Iran. Ia saudara kandung Shahrokh Kiani.

Aktingnya dalam film bertajuk Driving Lessons, yang disutradari Marzieh Riahi, menghantarnya menjadi Aktris Terbaik pada Baran Film Festival 2020 untuk kategori Best Fiction Film at Karama Yemen Human Rights Film Festival Festival ini melakukan penilaian secara terbuka, dan dilakukan secara online. Film ini sendiri terpilih sebagai film terbaik.

Sebelumnya, film pendek fiksi ini meraih penghargaan Film Terbaik pada SiciliAmbiente, Italia, suatu festival internasional film dokumenter, film pendek, animasi, dan fiksi yang berkaitan dengan masalah lingkungan, keberlanjutan, dan hak asasi manusia.

Juga dalam Festival Film Armenia, yang memberikan hadiah Golden Apricot. Festival Film Dublin - Irlandia. Juga, Iran Film Festival yang digelar di San Francisco, Amerika Serikat. Di Festival Film Iran Tahunan San Francisco ke-12 dalam film pendek, Linda Kiani terpilih sebagai aktris terbaik untuk aksinya di film Driving Lesson pula.

Sebagai selebritas yang moncer dan populer, Linda terkesan mengendalikan dirinya urusan cinta. Sampai usianya yang ke 40 tahun kini, Linda Kiani masih lajang.

Dia tidak berkencan dengan siapa pun saat ini, meski pernah menjalin hati dengan seorang pria di masa lalu. Tapi tak sampai bertunangan, apalagi menikah.

Linda tak mengumbar hal ihwal kehidupan pribadi dan cintanya. Banyak yang menduga, hal itu terkait dengan karakter pribadi seseorang dengan rasi Virgo. Antara lain, seringkali lambat jatuh cinta.

Yang pasti, Linda terkesan konservatif dan berhati-hati dengan hatinya. Pada ramalan bintang (he he), gadis Virgo boleh jadi akan terpikat dengan pria berbintang Taurus, Cancer, Scorpio, dan Capricorn. Gadis berbintang Virgo, konon tidak cocok dengan pria berbintang Gemini dan Sagitarius. Terutama, karena gadis Virgo dipengaruhi oleh planet Merkurius. Ha ha..

Linda Kiani dan generasi seusianya, disebut sebagai generasi pertama yang mencapai usia dewasa di milenium baru,  yang menjadi ajang bagi para Milenial berkiprah dan menguasai teknologi, khususnya teknologi informasi yang berkembang pesat dengan beragam inovasi baru, startup, dan bekerja atas kesenangan hati di tempat-tempat gaul, antara lain di kedai kopi. Majalah Time pernah menyebut mereka "The Me Me Me Generation," karena mereka menginginkan segalanya. Mereka dikenal sebagai orang yang percaya diri, sadar hak dan kewajiban, sekaligus mendapat tekanan perubahan zaman yang dahsyat.

Linda Kiani menjalani karir dan profesinya secara konsisten dan serius, sebagai aktris baik di film layar lebar, film televisi dan film untuk sajian multi media, multi channel, dan multi platform.

Namanya populer di Iran dan berbagai negara lain, lewat aktingnya yang kuat dan memikat di beberapa film, seperti Nasepas, Aghaye Haft Rang, dan ZigZag. Serial TV seperti Capital dan Ta Soraya, membuatnya kian populer. Di Nasepas (2020) dia unjuk karya bersama Pouria Poursorkh.

Dari kerja profesionalnya, diduga, Linda mendulang rejeki yang memadai. Diperkirkan, kekayaan bersih-nya sekira $ 100.000 - $ 1 juta.

Lepas dari gunjingan soal kekayaannya, yang pasti, akting Linda Kiani memberi kontribusi bagi film “Driving Lessons,”  yang juga dinobatkan sebagai fiksi pendek terbaik di Festival Film Hak Asasi Manusia Yaman Karama. Juga sebagai film naratif pendek tyerbaik pada 21st Through Women’s Eyes International Film Festival (TWE) di Sarasota, Florida,  Amerika Serikat.

Sepanjang masa penilaian pada Festival Yaman Karama (18 - 31 Desember 2020), ribuan orang telah menikmati aktingnya melalui saluran media on line.

Di film ini, Linda memainkan karakter Bahareh, seorang wanita muda, yang menurut hukum Iran, harus didampingi oleh seorang pria dari kerabatnya ketika belajar mengemudi, sehingga dia tak hanya berdua saja dengan instruktur prianya. Dari situ cerita berkembang dan menarasikan realitas perempuan Iran, yang menarik daramtika dan dramaturginya.

Bersama aktor Pooria Pursporkh juga, Linda Kiani meraih Penghargaan Hafez untuk aktor - aktris terbaik untuk 'Binam Alley' dan 'A Time to Love.'

Linda yang cerdas, itu memang berbakat. Dia pemburu prestasi kerjka artistik, bukan pemburu dunia glamor dan harta, seperti beberapa artis Iran yang bermigrasi dan mukim di negeri lain dengan kerja seperti mesin. Tentu dengan perawatan diri yang mahal. Linda bintang kejora di pentas film Iran.

Linda Kiani bertahan dengan kecantikan dan kecerdasan alamiah gadis Iran dan berkarir di tanah airnya sendiri.. | ameera.

Editor : delanova | Sumber : berbagai sumber
 
Polhukam
02 Apr 21, 11:07 WIB | Dilihat : 201
Cogan Lampau Politik Lepau Malaysia
31 Mar 21, 15:06 WIB | Dilihat : 297
Kejahatan Rasial Mengancam Warga Asia Amerika
01 Mar 21, 11:09 WIB | Dilihat : 272
Fenomena Politik Miras
Selanjutnya
Ekonomi & Bisnis
14 Mar 21, 23:46 WIB | Dilihat : 235
Sindroma Ambivalensia
16 Des 20, 07:56 WIB | Dilihat : 402
Peta Bank Syariah di Indonesia Berubah
09 Okt 20, 21:01 WIB | Dilihat : 398
Mengharap Garuda di Langit
03 Okt 20, 19:40 WIB | Dilihat : 337
KAMI Tolak Bailout Jiwasraya 22 Triliun Rupiah
Selanjutnya