Motorrad, Si Motor Pintar

| dilihat 539

AKARPADINEWS.COM| INOVASI di bidang otomotif disuguhkan BMW. Pabrikan asal Jerman itu tak hanya terkenal memproduksi kendaraan roda empat. Namun, kendaraan roda dua.

Inovasi terbaru roda dua yang disuguhkan BMW bernama BMW Motorrad. Sepeda motor futuristik ini memiliki keseimbangan luar biasa sehingga tidak perlu menggunakan standar motor atau penyangga motor saat parkir.

Keseimbangan itu berasal dari self-balancing system yang diterapkan pada Hoverboard dan Segway. Sistem itu tidak hanya berguna saat Motorrad diparkirkan. Namun, juga saat pemilik menungganginya di jalan raya. Dengan sistem penyeimbang tersebut, maka dapat mencegah kemungkinan terpeleset saat berkendara sehingga pengendara tidak perlu menggunakan helm.

Pengendara pun lebih mudah bermanuver. Berbeda dengan sepeda motor konvensional, saat akan berbelok, pengendara harus menyeimbangkan badan. Bila pengendara tidak mahir menjaga keseimbangan tubuhnya, maka bisa terjadi kecelakaan.

Fungsi penyeimbang itu dikonstruksikan oleh Motorrad. Dengan begitu, saat bermanuver, pengendara yang tak mahir bermanuver, dapat merasakan sensasi berkendara bak pembalap, tanpa khawatir harus jatuh.

Hebatnya, sepeda motor listrik ini juga memiliki sistem yang mampu membaca gerak pengendaranya. Ketika pengendara menggerakan jarinya, dengan mengarah ke kiri, Motorrad langsung merespon dengan menyalakan lampu sen kirinya.

Tetapi, fitur ini kurang praktis. Sebab, ketika berkendara, seseorang jarang menggunakan anggota tubuhnya untuk sekedar memberikan arah berkendaranya. Selain itu, konsentrasi berkendara berkurang bila tiap berbelok harus menggerakkan anggota tubuhnya. Meski begitu, inovasi tersebut menunjukkan jika Motorrad termasuk sepeda motor pintar.

Fitur lainnya yang menunjukkan sistem intergrasi antara Motorrad dengan pengendaranya ialah kacamata pintarnya. Dengan menggunakan kacamata pintar tersebut, pengendara akan diberikan berbagai informasi berkaitan keadaan jalanan kala berkendara, kondisi kendaraan, hingga informasi lain yang dibutuhkan pengendara saat berkendara.

Sayangnya, sebagai salah satu fitur utama, bila pengendara berkendara tanpa kacamata ini maka akan menghilangkan sensasi berkendara yang ditawarkan Motorrad. Selain itu, belum banyak informasi terkait fitur keamanan untuk kacamata ini. Seandainya kacamata tersebut terselip atau hilang, belum bisa dipastikan cara melacaknya.

Fitur futuristik lainnya ialah layar hologram yang berada di tangki kendaraan. Layar hologram itu menampilkan beberapa menu unggulan, seperti GPS dan menu entertaintment. Untuk mengaksesnya hanya membutuhkan beberapa gerakan tubuh, khususnya kepala. Dengan begitu, tidak mengganggu konsentrasi berkendara. Segala fitur unggulannya itu bertalian dengan tongkrongan Motorrad. Tampilannya begitu futuristik, menghilangkan kesan konvensional.

Kelebihan lainnya ialah motor ini tidak menghasilkan polusi udara. Hal itu tentunya karena sepeda motor ini termasuk sepeda motor listrik murni. Dengan begitu, sepeda motor ini menjadi langkah serius BMW bersaing dalam industri sepeda motor listrik.

Meski demikian, BMW masih belum menyebutkan gamblang seberapa besar kekuatan Motorrad. Hal yang biasa menjadi pertimbangan pecinta otomotif perihal pilihan kendaraannya adalah kemampuan mesin kendaraan tersebut.

Biasanya, sepeda motor listrik tidak selalu menjadi pilihan utama. Karena, ada asumsi bahwa sepeda motor listrik belum mampu menyaingi kekuatan sepeda motor konvensional. Karena itu, BMW harus mampu menonjolkan kecanggihan Motorrad agar dapat menarik perhatian pecinta otomotif, khususnya pecinta sepeda motor.

Kelahiran sejumlah kendaraan canggih berbasis tenaga listrik menunjukkan, industri otomotif dunia tengah menyiapkan diri menghadapi era green vehicle. Kehadiran kendaraan hijau ramah lingkungan itu karena industri otomotif salah satu penyebab terjadinya pencemaran lingkungan. Selain itu, semakin menipisnya cadangan minyak dunia sebagai bahan bakar utama kendaraan, mendorong pabrikan otomotif untuk berinovasi dengan memproduksi kendaraan listrik.

Meski demikian, Motorrad nampaknya harus beradaptasi dengan kondisi jalan raya saat ini. Termasuk, menyikapi masalah belum banyaknya stasiun pengisian bahan bakar listrik yang dapat menunjang operasionalnya.

Industri otomotif juga harus mampu menunjukkan kemampuan lebih dibandingkan kendaraan konvensional umumnya. Tidak hanya mengandalkan penampilannya yang futuristik. Namun juga mampu membuktikan performa kendaraan yang lebih baik dibandingkan motor konvensional.

Pastinya, kemunculan Motorrad ini akan kian memacu kompetisi pabrikan untuk memproduksi sepeda motor listrik yang canggih. Honda, Yamaha, Ducati, dan pabrikan lainnya tentu tidak ingin kalah dengan BMW. Karenanya, akan menarik untuk mengikuti persaingan pabrikan itu dalam berinovasi agar dapat merebut respon pasar otomotif dunia | Muhammad Khairil

Editor : M. Yamin Panca Setia | Sumber : Mashable/Robb Report/News.com/Live Science/Wired
 
Ekonomi & Bisnis
01 Nov 17, 17:04 WIB | Dilihat : 1037
Jalan Panjang Pengaturan Transportasi Online di Indonesia
06 Okt 17, 14:55 WIB | Dilihat : 1169
Sistem dan Keunggulan
16 Jan 17, 22:32 WIB | Dilihat : 763
Samsung Dililit Krisis Lagi
08 Jan 17, 12:51 WIB | Dilihat : 475
Pramugari Vera dan Kemuliaan Melayani
Selanjutnya
Energi & Tambang
19 Des 16, 10:43 WIB | Dilihat : 615
Perlu Kesadaran Kolektif untuk Efisiensi Energi
15 Des 16, 21:23 WIB | Dilihat : 837
Pertamina Serius Investasi di Hulu
Selanjutnya