Motochimp, Si Mungil yang Unik

| dilihat 835

AKARPADINEWS.COM | MACET adalah masalah yang hampir sebagian besar dialami pengguna transportasi di kota-kota besar. Solusi yang ditawarkan biasanya memperluas infrastruktur jalan atau perbaikan sistem transportasi publik. Opsi itu bukan solusi jangka panjang.

Dibutuhkan pelayanan transportasi publik yang aman dan nyaman. Dengan begitu, masyarakat lebih memilih menggunakan transportasi publik daripada transportasi pribadi sehingga mengurangi peredaran jumlah kendaraan.

Upaya untuk mendorong masyarakat menggunakan transportasi publik memang telah dilakukan. Namun, seruan itu sulit menekan penggunaan kendaraan pribadi. Selain kurang nyaman, masyarakat enggan menggunakan transportasi publik karena kurang efektif. Mereka harus naik beberapa jenis transportasi publik saat transit dari satu tempat ke tempat lain hingga akhirnya tiba di tempat tujuan.

Mungkin, inovasi yang disuguhkan perusahaan teknologi otomotif Singapura, Vanda Electric, dapat menjawab persoalan tersebut. Perusahaan itu mengembangkan motor elektrik mungil, ringkas, dan unik, bernama Motochimp. Secara fisik, kendaraan roda dua ini memiliki desain yang menarik. Motochimp terlihat seperti sebuah mainan. Bentuk lampu depannya mungil. Lampu sen yang menyatu dengan stang kemudi juga membuat kesan seperti motor mainan. Spidometer Motochimp juga dibuat kecil dan ringkas.

Bentuk unik itu, menurut Larissa Tan, CEO Vanda Electric, terinspirasi dari sketsa gambar seorang gadis kecil berumur 10 tahun. “Ketika kamu mengendarainya (Motochimp), maka kamu akan merasakan pesona imajinasi anak-anak. Kami (dalam mendesain Motochimp) melepaskan imajinasi dan kami cukup bangga dengan hasilnya,” ungkap Tan.

Di balik keunikan bentuknya, Motochimp didukung teknologi tinggi. Sepeda motor mungil ini dipasangkan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) Ignition sehingga Motochimp cukup aman diparkir di manapun. Dengan aplikasi teknologi itu, perlu identifikasi khusus dari pemiliknya untuk menyalakannya.

Identifikasi itu berupa kode digital yang terdapat dalam master key Motochimp yang dapat dibagikan kepada empat orang lainnya yang dipilih pemilik kendaraan. Sehingga, hanya lima orang, termasuk pemiliknya, yang dapat menggunakan kendaraan ini. Keberadaan teknologi itu menjadikan motor listrik ini sangat ekslusif kepada pemiliknya.

Belum ada informasi jelas apakah fitur tersebut akan terintegrasi dengan ponsel pintar. Kalau pun terintegrasi, maka penggunaannya akan sangat mudah. Apalagi, bila kendaraan ini bisa terlacak di ponsel pintar.

Motochimp ini menggunakan motor listrik Uumotor Gearless 48V. Mesin tersebut ditunjang dengan baterai lithium-ion dengan kapasitas listrik sebesar 350 Watt. Baterai yang digunakan sebagai sumber energi Motochimp ini memiliki fitur fast charging. Fitur itu memungkinkan baterai dapat terisi dengan cepat. Untuk mengisi daya hingga penuh, Motochimp hanya membutuhkan waktu 60 menit.

Untuk pengisian daya pun sangat mudah. Sebab, kabel pengisiannya menyatu dengan body kendaraan. Dengan begitu, pemilik kendaraan dapat mengisi daya kendaraannya di mana saja.

Meski demikian, Motochimp tidak dapat melaju cepat. Kecepatan penuh kendaraan ini hanya 30 kilometer per jam. Selain itu, dalam keadaan baterai penuh, Motochimp hanya mampu menjangkau jarak 60 kilometer saja.

Hal tersebut menjadi salah satu kekurangan kendaraan ini. Sebab, sepeda motor listrik ini tidak dapat dipakai untuk perjalanan jarak jauh. Kendaraan ini lebih cocok dipergunakan untuk dalam kota. Motochimp juga lebih cocok digunakan sebagai kendaraan jarak pendek, seperti dari rumah ke mini market, pasar, seputar kompleks, dan sebagainya.

Kelemahan Motochimp lainnya adalah single seater atau berkapasitas hanya untuk satu orang. Selain itu, bila dilihat dari bentuk fisiknya, kendaraan ini tidak cocok dikendarai oleh seseorang yang bertubuh gemuk karena kendaraan ini akan terlihat sangat mungil.

Sebenarnya, bila dikatakan sebagai kendaraan alternatif, Motochimp kurang tepat. Karena, kekurangan yang dimiliki kendaraan ini akan menyulitkan pengendaranya ketika melaju di jalan raya. Mengendarai Motochimp di jalan raya akan terdesak dan tergerus oleh sepeda motor lainnya yang memang lebih mumpuni melaju di atas aspal.

Ukurannya yang kecil juga akan membahayakan pengendara Motochimp ketika harus bersaing dengan mobil-mobil besar, seperti bis dan truk. Lantaran ukurannya yang kecil, sepeda motor listrik ini pun tidak nampak pada spion mobil sehingga dapat membahayakan. Ditambah bannya yang kecil, berukuran 750 milimeter, akan menyulitkan pengendara bermanuver di jalan raya.

Kendaraan seperti Motochimp ini lebih tepat digunakan sebagai kendaraan untuk bersenang-senang. Bentuk yang unik dapat membuat pengendaranya merasakan sensasi berkendara yang unik.

Muhammad Khairil

Editor : M. Yamin Panca Setia | Sumber : BBC/Motochimp/Design Boom
 
Budaya
06 Okt 17, 17:21 WIB | Dilihat : 1250
Choreopainting Revki dan Daya Magis Biola
13 Jan 17, 23:30 WIB | Dilihat : 151
Diplomasi Lewat Seni Budaya
01 Jan 17, 18:24 WIB | Dilihat : 277
Jembatan Bentang Budaya
20 Des 16, 23:56 WIB | Dilihat : 662
Merajut Budaya Indonesia-New Zealand di Auckland
Selanjutnya
Ekonomi & Bisnis
06 Okt 17, 14:55 WIB | Dilihat : 1095
Sistem dan Keunggulan
16 Jan 17, 22:32 WIB | Dilihat : 719
Samsung Dililit Krisis Lagi
08 Jan 17, 12:51 WIB | Dilihat : 370
Pramugari Vera dan Kemuliaan Melayani
06 Jan 17, 21:55 WIB | Dilihat : 294
Bandara Juanda Paling Tepat Waktu di Dunia
Selanjutnya