Jepang Siapkan Mobil Otomatis

| dilihat 1973

AKARPADINEWS.COM | DEWASA ini sudah banyak kendaraan roda empat yang mampu menyetir sendiri. Di antaranya Tesla Motors dan Google Car. Namun, tidak semua negara siap memperbolehkan mobil otomatis bergerak bebas di jalan raya karena keterbatasan infrastruktur penunjangnya. Jepang menjadi salah satu negara yang tengah bersiap memproduksi, sekaligus menyiapkan infrastruktur penunjang mobil otomatis agar dapat bergerak bebas di jalan umum. 

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, akan membuat kebijakan memperbolehkan pengujicobaan mobil otomatis di jalan umum. Kebijakan itu yang kemungkinan dilaksanakan tahun fiskal 2017 itu untuk menyokong realisasi penggunaan mobil otomatis pada tahun 2020 ketika pelaksanaan Olimpiade di Tokyo. Pemerintahan Jepang nampaknya serius mendukung penggunaan mobil otomatis.

Abe mengeluarkan kebijakan itu setelah menggelar pertemuan dengan para petinggi Toyota Motor Corp beserta jajarannya. Bagi industri otomotif Jepang, kebijakan itu tentu memacu industri untuk berproduksi, termasuk mengalahkan kehebatan mobil otomatis yang dikembangkan Google. Kebijakan Abe itu juga diyakini mendorong belanja modal sehingga Jepang dapat keluar dari resesi sejak beberapa tahun ini. “Investasi merupakan kunci dari produktifitas. Atas dasar itu, melalui investasi ini kita akan mampu memimpin pada revolusi industri ke depan,” papar Abe seperti dilansir Reuters, (5/11).

Selama ini, Jepang dikenal sebagai produsen otomotif terkemuka di dunia. Beragam merek dari negeri Matahari Terbit sudah menjelajah hampir di seluruh dunia. Karenanya, industri otomotif Jepang seperti Toyota, Nissan, dan Honda mampu memproduksi mobil otomatis ke pasaran sekitar tahun 2020. Pelaksanaan Olimpiade di Tokyo, Jepang dapat menjadi momentum menunjukan mobil masa depan yang ideal.

Mitsuhisa Kato, Wakil Direktur Eksekutif Penelitian dan Pengembangan Teknologi Toyota Motors mengatakan, untuk mewujudkan mobil otomatis tahun 2020, banyak hal yang harus diperhatikan. “Untuk mewujudkan hal itu, mobil harus berubah, infrastruktur harus diubah, masyarakat harus mengerti konsep (mobil otomatis) ini, dan perlu banyak aturan yang mengatur kendaraan semacam ini,” ujarnya dilansir Autonews, (5/11).

Dukungan Pemerintah Jepang terhadap kemajuan teknologi tentu mempermudah pabrikan otomitif untuk berkembang. Saat ini, langkah pabrikan otomotif Jepang tertinggal oleh Google dan Tesla. Selain itu, dengan mendukung kemajuan mobil otomatis, Jepang juga memperhatikan keadaan sosiologis negaranya yang menunjukan bertambahnya penduduk usia tua. Keberadaan mobil otomatis itu diharapkan dapat membantu aktivitas warga berusia senja. Dengan menggunakan kendaraan otomatis, para lanjut usia (lansia) dapat dengan aman mengendarai kendaraannya, tanpa harus dihantui rasa lelah berkendara.

Fumihiko Ike, Ketua Asosiasi Pabrikan Otomotif Jepang dan Direktur Honda mengatakan, mobil otomatis akan mengurangi angka kecelakaan berkendara dan kemacetan. “Dengan mengintegrasikan teknologi otomatisasi kendaraan skala kecil maka Jepang dapat menjawab tantangan untuk menyediakan transportasi publik kepada penduduk di daerah perkotaan yang sempit,” ungkapnya seperti dilansir Bloomberg, (8/10).

Selain pengembangan teknologi mobil otomatis, Abe juga akan membuat regulasi penerapan drone kecil untuk pengantaran barang di Jepang. Regulasi itu akan diaplikasikan tiga tahun dari sekarang.

Keseriusan Pemerintahan Abe akan teknologi dianggap sejumlah kalangan sangat tepat. Pasalnya, untuk beberapa tahun ke depan, perkembangan teknologi merupakan salah satu lini yang menjanjikan untuk mendorong pengembangan ekonomi. Karena, di era digital saat ini, beragam teknologi baru kerap bermunculan dan menggantikan teknologi lama.

Dengan merestui ujicoba mobil otomatis di jalan umum, Abe mau tidak mau harus melakukan pemetaan infrastruktur. Karena, teknologi mobil otomatis tidak akan maksimal tanpa disokong infrastruktur yang kompatibel. Tunggu saja. Apakah Jepang menjadi negara yang paling siap menyambut era mobil otomatis dengan segala kecanggihan teknologinya?

Muhammad Khairil

Editor : M. Yamin Panca Setia
 
Ekonomi & Bisnis
16 Des 20, 07:56 WIB | Dilihat : 350
Peta Bank Syariah di Indonesia Berubah
09 Okt 20, 21:01 WIB | Dilihat : 345
Mengharap Garuda di Langit
03 Okt 20, 19:40 WIB | Dilihat : 302
KAMI Tolak Bailout Jiwasraya 22 Triliun Rupiah
18 Sep 20, 21:20 WIB | Dilihat : 365
Naik Turun Indeks Harga Saham itu Niscaya
Selanjutnya
Polhukam
01 Mar 21, 11:09 WIB | Dilihat : 149
Fenomena Politik Miras
02 Feb 21, 19:50 WIB | Dilihat : 223
Penguasa Militer Myanmar Tak Peduli Ancaman Joe Bieden
01 Feb 21, 00:29 WIB | Dilihat : 195
Hari Hijab Nasional Filipina Mulai 1 Februari 2021
Selanjutnya