Fobia Ide Hambat Perkembangan Diri

| dilihat 346

AKARPADINEWS.COM | MANUSIA dianugerahi akal oleh Tuhan untuk berpikir. Dengan kekuatan akal, manusia diharapkan menciptakan ide-ide cerdas yang tentunya diharapkan untuk kemaslahatan seluruh penghuni di muka bumi. Kemampuan akal manusia memproduksi ide-ide cerdas itu tentu melewati proses pembelajaran, adaptasi, dan karena kejeniusan manusia. Lalu, ide-ide cerdas itu diaktualisasikan dalam bentuk kreatif dan inovatif.

Namun, ada saja seseorang yang memiliki suatu ide tertentu, tidak mau mencoba mengaktualisasikannya dalam karya yang lebih kongkret. Selain karena kurangnya motivasi, malas belajar dan berupaya, ada pula kekhawatiran jika ide-ide baru itu kelak dapat mengubah pola hidupnya. Apalagi, saat dirinya tengah berada di zona nyaman. Manusia yang demikian kemungkinan terjangkiti fobia terhadap ide (Ideophobia).

Dia dihadapi ketakutan luar biasa untuk mencoba atau menerima ide baru yang muncul darinya maupun dari orang lain. Macam rupa ketakutannya, bisa karena karir maupun hal yang terkait pengetahuan baru. Biasanya, fobia ini menyerang seorang pengusaha. Karena, pengusaha umumnya cenderung sangat berhati-hati dalam membuat keputusan maupun melakukan perubahan dalam bisnisnya. Mereka khawatir, salah langkah, dapat menyebabkan bisnis yang telah dirintis dan dijalankannya menjadi hancur.

Kekhawatiran itu tentu berdampak pula bagi perkembangan bisnisnya. Tanpa keberanian melakukan perubahan, aktivitas bisnisnya bergerak stagnan. Sulit tentunya berkembang jika tidak disertai merealisasikan strategi-strategi yang inovatif. Jika cara itu yang dilakukan, maka cepat atau lambat, bisnis yang dijalankannya akan tergilas oleh persaingan. Penderita juga cenderung individualis, sulit mengembangkan komunikasi dengan orang lain.

Ada beberapa penyebab fobia ide ini menjangkiti seseorang. Penyebab utamanya adalah rasa trauma yang muncul tatkala dirinya melihat pengalaman orang lain yang gagal mengaktualisasi ide-ide barunya untuk mengembangkan bisnisnya. Pengalaman orang lain itu membutnya lebih hati-hati untuk melakukan cara-cara yang tidak biasa.

Pengalaman bangkrut juga bisa menyebabkan seseorang terjangkit phobia ide. Tentu, kesalahan masa lalu, tidak akan diulangi lagi, meski sebenarnya, cita-cita untuk mengembangkan bisnis berbasis pada perencanaan dan strategi yang matang. Memang tidak semudah yang dibayangkan. Perencanaan yang disusun begitu matang, pencapaiannya jauh dari harapan lantaran faktor-faktor lain yang tidak diprediksi sebelumnya.

Hal itu yang menyebabkan pebisnis memilih pasif dalam mengembangkan bisnisnya. Tidak ada keberanian untuk melakukan improvisasi. Fobia ide ini juga dapat terjangkiti karena perlakuan yang didapat sejak masa anak-anak. Biasanya, fobia ini berpotensi muncul pada seseorang yang pada masa kecilnya selalu tak didengarkan orang tuanya.

Seorang anak kecil biasanya selalu mengutarakan apapun yang biasa muncul dalam benaknya. Ide-ide sederhana itu selalu dianggap sepele oleh orang tuanya. Bahkan, ada saja orang tua yang menganggap ide anak-anaknya itu konyol.

Tindakan orang tua seperti itu akan menyebabkan anak tumbuh dalam keadaan takut untuk menyampaikan pendapat dan ide. Anak pun tumbuh menjadi pribadi yang takut untuk mencoba sesuatu hal baru. Ketakutan itu akan terakumulasi saat anak dewasa dan menjadikannya pribadi anti ide dan tidak kreatif.

Ideophobia dapat pula disebabkan oleh fobia lainnya yang dapat memunculkan ketakutan pada kerumunan atau berkumpul dengan orang lain (agoraphobia). Seseorang yang terjangkiti fobia ide ini terlihat adanya ketakutan dan kepanikan saat mendengar atau dipaksa mencoba suatu ide tertentu. Kepanikan itu akan membuatnya mudah terpancing marah dan cenderung bertindak irasional.

Akibatnya, fisiknya terganggu seperti sesak nafas, gemetar, berkeringat dingin, dan sakit kepala. Bahkan, kepanikan dapat menyebabkan jantung berdebar tak karuan sehingga dapat menyebabkan serangan jantung.

Untuk dapat menyembuhkan ketakutan ini, penderita perlu menjalani terapi psikologis. Tujuannya untuk memetakan penyebab dan melatih penderita menghadapi ketakutannya.

Terapi yang biasanya diberikan pada penderita fobia ide ini seperti Neuro Lingustic Programming (NLP) dan terapi perilaku kognitif. Dua terapi itu biasanya dilakukan untuk membantu penderita menghadapi ketidakmampuannya menerima ide dan berkomunikasi dengan orang lain. Selain kedua terapi itu, terapi lain yang biasa dilakukan ialah hypnotherapy.

Untuk keberhasilan terapi ini, penderita harus mendapat sokongan penuh dari orang-orang terdekatnya. Dengan begitu, terapi ini dapat membantunya menghadapi ketakutan akan ide. Bila keadaan sudah agak parah, biasanya psikolog akan merujuknya pada psikiatri untuk mendapat resep obat penenang.

Menjadi penderita fobia ide pastinya tidak menyenangkan. Sebab, seseorang tidak dapat mengembangkan diri dan berkubang pada zona nyamannya. Keadaan itu dapat menyebabkan dia mati perlahan dalam kesepian. Bila menemukan orang terkasih menderita fobia ide ataupun fobia lainnya, hendaknya langsung membantunya untuk bertemu terapis agar dia dapat menghadapi ketakutannya. | Muhammad Khairil

Editor : M. Yamin Panca Setia | Sumber : Fearof/Phobia Source/Common Phobias
 
Sainstek
20 Feb 18, 12:07 WIB | Dilihat : 722
Tragedi Archimides di Tangan Serdadu
10 Jan 17, 15:25 WIB | Dilihat : 305
Honda Kembangkan Teknologi Motor Pintar
23 Des 16, 05:31 WIB | Dilihat : 344
Menanti Kehadiran Penghasil Listrik Berteknologi Nano
16 Des 16, 07:34 WIB | Dilihat : 535
Oasis, Mobil Unik dengan Kebun Mini
Selanjutnya
Seni & Hiburan
28 Jan 18, 18:46 WIB | Dilihat : 1579
Gerakan Jempol Pemirsa Mengkritisi Talkshow Televisi
24 Jan 18, 06:22 WIB | Dilihat : 852
Sys NS Lahir – Hadir dan Mengalir
31 Des 17, 17:46 WIB | Dilihat : 932
Musik Melayu Meriahkan Tahun Baru di Bundaran HI
05 Des 17, 10:01 WIB | Dilihat : 910
Keluarga Indonesia Perlu Nonton Film Chrisye
Selanjutnya