Dimulai dari Masjid dan Rumah Ibadah

Waja Sampai Kaputing dengan Ruh Kebangsaan Lawan COVID 19 dan Wujudkan MASPRO Jakarta

| dilihat 683

Haédar Muhammad

Gubernur Jakarta Anies Baswedan, Kamis (4/5/20) didampingi Wakil Gubernur A. Riza Patria di Balaikota Jakarta, mengemukakan, atas kerja keras seluruh warga Jakarta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mampu mencapai kondisi yang lebih baik dalam menghadapi nanomonster COVID-19.

Sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diikuti oleh program KSBB (Kontribusi Sosial Berskala Besar), indeks rasio penularan COVID-19 sudah berada di bawah 1. Artinya, Jakarta mampu mengendalikan nanomonster yang bermula dari Wuhan China, dan menyebabkan pandemi global, itu.

KSBB yang dihidupkan Anies, dalam budayu Banjar disebut "bakayuh baimbau," mengayuh (perahu) bersama-sama mencapai tujuan bersama. KSBB itu juga diwujudkan dengan prinsip menghimpun yang terserak, mendekatkan yang jauh, mengkaribkan yang dekat untuk saling memuliakan (berkontribusi nyata), yang dalam budaya Sunda, disebut "nu jauh urang deukeutkeun, geus deukeut urang layeutkeun, geus layeut urang paheutkeun, geus paheut silihwangikeun," dengan kesadaran sapapait samamanis (senasib sepenanggungan).  Manifestasinya dilakoni dengan semangat saling membantu dalam kesusahan dan saling mengingatkan untuk konsisten pada komitmen, yang dalam budaya Bugis dikenal dengan istilah 'pada idi pada ilo sipatua sipattokong.'

Dengan fokus pada penyelamatan warga Jakarta dengan spirit keadilan dan kemanusiaan, Anies memimpin Jakarta melawan nanomonster COVID-19 menuju Jakarta dengan MASPRO (Masyarakat Aman, Sehat dan Produktif) Jakarta.

Menurut Anies, ada tiga indikator untuk melakukan pelonggaran pembatasan sosial -- sebagai pertimbangan memasuki masa transisi -- yaitu: Epidemiologi : Tren PDP di Jakarta yang fluktuatif cenderung meningkat, Tren Kasus Positif yang fluktuatif cenderung menurun, dan Tren Kematian selalu menurun. Skor: 75; Kesehatan Publik: Tren jumlah tes PCR di Jakarta yang fluktuatif cenderung meningkat, Proporsi di rumah saja di perkotaan 50 - 70 %. Skor: 70Fasilitas Kesehatan : Jumlah ventilator dan jumlah APD di Jakarta meningkat dan memenuhi kebutuhan. Skor: 100; Total skor dari ketiga indikator tersebut di DKI Jakarta adalah 76. Sehingga, pembatasan sosial dapat mulai dilonggarkan secara bertahap dengan tetap waspada terhadap lonjakan kasus.

Selama PSBB, menurut Anies, kita berhasil mengubah tempat-tempat yang berwarna merah sebelumnya, menjadi hijau. Tapi, kita masih punya pekerjaan rumah untuk mengubah beberapa tempat lain yang masih merah menjadi berwarna hijau.

"Masih ada enam puluh enam RW yang rawan penularan COVID-19, maka Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 DKI Jakarta menetapkan PSBB DIPERPANJANG dan bulan Juni sebagai masa transisi," ungkap Anies. "Mulai besok kita masuk fase transisi. Semua sanksi terhadap pelanggaran PSBB masih tetap berlaku," tegasnya.

Pelanggaran kewajiban menggunakan masker juga akan ditindak. "Jangan sampai kita mengulangi lagi ke masa sebelum ini," pungkasnya.

Perjuangan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan itu yang saya sebut, 'perjuangan sampai akhir,' atau waja sampai kaputing dalam nilai budaya Banjar (Kalimantan) dengan melakukan reposisi dari 'program centric' ke 'people centric,' berbasis kajian keilmuan yang melibatkan ahli-ahli medis dan kesehatan, dilakukan secara bertahap.

Anies mengemukakan, Jakarta memasuki fase transisi, dengan lebih dulu membuka rumah ibadat, khususnya musallah, langgar, surau, dan masjid di seantero Jakarta untuk digunakan kembali dengan tetap memperhatikan protokol COVID-19. Sesudah itu, baru sentra perdagangan dan perkantoran.

Jum'at (5/6/20) umat Islam sudah dapat melaksanakan kembali salat Jum'at di masjid.

Umat Islam menyambut baik kebijakan Gubernur Jakarta, itu. Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Muhammad Jusuf Kalla yang juga Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) menyambut baik kebijakan itu.

Kepada pers, Kamis (4/6/20) Jusuf Kalla mengatakan, transisi ke kehidupan wajar pasca COVID-19 harus dimulai dari rumah ibadat, masjid bagi umat Islam. "Kita harus mulai dari langkah, menghidupkan ruh kebangsaan kita. Untuk apa kita punya Pancasila, yang sila tertingginya adalah Ketuhanan Yang Mahaesa, bila kita tidak mulai dari langkah menghidupkan ruh kebangsaan," ungkap JK, lugas.

Tepat yang dikemukakan Jusuf Kalla, dengan memulai langkah menghidupkan ruh kebangsaan, kepada daya prima kausa kehidupan semesta, sebuah bangsa akan menemukan kembali nafas kehidupannya, untuk menemukan peradaban baru (neocivilization) - bukan kenormalan baru -- secara transformatif meninggalkan kehidupan abnormal yang sudah dijalaninya puluhan tahun. Mulai dari mengikuti arus besar mondialisme sosialistik dan globalisme (glokalisme) kapitalistik, menuju universalisme prosperity (kesejahteraan semesta).

Ruh kebangsaan - spiritualitas - religiusitas -- adalah penting dan utama untuk melihat realitas, bahwa nanomonster COVID-19 yang menimbulkan krisis kesehatan dan mulai menyeret kita ke kondisi krisis sosial ekonomi, dan tidak mustahil akan menyeret ke kondisi multi krisis yang parah (seperti dialami Amerika Serikat) - (Baca: Amerika Bersedih Karena Trump Lari dari Tugasnya).

Ruh kebangsaan ini juga dapat memandu kita untuk menggunakan logika yang benar dalam mengatasi persoalan, dengan kematangan, bukan sekadar 'tiba saat tiba akal.'

Di hadapan jurnalis, Anies Baswedan memberi contoh bagaimana seorang pemimpin bekerja. Dia menjelaskan lebih dulu hasil evaluasi terhadap pelaksanaan program aksi PSBB, kemudian memperlihatkan capaian-capaiannya. Lantas menyampaikan kebijakan lanjut masa transisi untuk memasuki kehidupan wajar berikutnya.

Anies mengemukakan, pada masa transisi, aktivitas sosial ekonomi dilakukan secara bertahap dengan sejumlah batasan yang harus dipatuhi.

Pada fase pertama sampai pekan keempat Juni, setelah membuka kegiatan masjid dan rumah peribadatan lainnya, pelonggaran kegiatan yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat dibuka, dengan tetap mempertimbangkan risiko penyebaran yang terkendali.

Selama masa itu, seluruh ketentuan PSBB - sesuai protokol WHO : mulai dari cuci tangan, jaga jarak fisik - pembatasan sosial mencegah kerumunan, etika bersin dan batuk, penggunaan masker, dan lain-lain tetap diberlakukan. PSBB transisi pada fase pertama, kata Anies, bisa dihentikan kapanpun apabila terjadi peningkatan kasus positif dan kembali ke PSBB ketat seperti sebelumnya.

Gubernur yang doktor pembangunan sosial ekonomi, lulusan universitas Illinois, itu mengemukakan pada fase transisi, hanya warga yang sehat yang boleh berkegiatan. Selain itu seluruh kapasitas ruang publik dan kantor hanya boleh diisi 50 persen dari kapasitasnya. Tetap beraktivitas di dalam rumah, termasuk kerja dari rumah sebagaimana yang sudah berlangsung. Kebijakan ini akan dievaluasi selaras dengan evaluasi tren dan kurva COVID-19 di Jakarta.

Apabila hasil evaluasi menunjukkan kondisi yang terus membaik maka akhir Juni bisa dihentikan dan menuju fase kedua. Bila tidak, PSBB ketat akan diberlakukan kembali. Karena itu, pada masa transisi ini, mobilitas sosial juga dicermati serius. Anies mengemukakan, kendaraan umum hanya diisi 50 persen dari kapasitasnya. Kendaraan pribadi dan ojeg tetap menggunakan protokol Covid-19.

Setelah membuka rumah ibadat pada Jum'at, pada hari Senin (8/6/20) perkantoran boleh memulai aktivitasnya dengan mengatur shift jam masuk dan pulang kantor, yang sekaligus akan terkait dengan aktivitas kedai makan untuk makan siang, penggunaan lift, dan lainnya. Pusat perbelanjaan dan perkantoran baru boleh memulai usahanya pada Senin 15 Juni 2020, juga dengan kapasitas 50 persen.

Pembukaan sekolah juga akan diatur kemudian. Langkah yang tepat. Belajar dari Korea Selatan, pembukaan sekolah justru memantik serangan baru COVID-19. Malaysia juga melakukan pelonggaran bertahap untuk memastikan kemampuan mengendalikan nanomonster COVID-19 yang menunggu peluang maut siapa saja, tanpa pandang bulu.

Anies dan aparatur Pemprov Jakarta terlihat rapi, sistematik dan tepat langkah melawan COVID-19 menuju kondisi MASPRO Jakarta, dan tak perlu menuju new(ab)normal.|

Editor : Web Administrator | Sumber : berbagai sumber
 
Sporta
22 Okt 19, 13:15 WIB | Dilihat : 1092
Pertamax Turbo Ajak Konsumen ke Sirkuit F2 Abu Dabi
03 Sep 18, 12:41 WIB | Dilihat : 1930
Olahraga dan Pelukan Pemersatu
16 Jul 18, 10:16 WIB | Dilihat : 1616
Keajaiban dan Luah Gairah Kemenangan Perancis
Selanjutnya
Ekonomi & Bisnis
09 Mei 20, 04:13 WIB | Dilihat : 306
Al Quran Petunjuk Hadapi Krisis
16 Apr 20, 19:11 WIB | Dilihat : 315
Transformasi Digital Total Pertamina
15 Apr 20, 08:14 WIB | Dilihat : 278
Bank Indonesia Longgarkan Kebijakan Kartu Kredit
Selanjutnya