PM Malaysia Muhyiddin Fokus Selamatkan Rakyat

Sultan Abdullah Nasihati Anwar Ibrahim Hormati Konstitusi

| dilihat 133

Yang Di-Pertuan Agong (YDPA) Malaysia, Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al Mustafa Billah Shah menasihati Anwar Ibrahim, Ketua Pembangkang/Presiden Partai Keadilan Rakyat yang datang menghadapnya, Selasa 13 Oktober 2020, pukul 11 pagi di Istana Negara.

Sultan Abdullah meminta Anwar Ibrahim supaya akur dan menghormati proses perundangan seperti termaktub dalam Perlembagaan Persekutuan (konstitusi negara) dalam proses mengambil alih kepemimpinan negara.

Dalam pertemuan sekira 25 menit itu, menurut keterangan tertulis yang dikeluarkan oleh Datuk Pengelola Bijaya Diraja, Datuk Indera Ahmad Fadil Shamsuddin, Anwar menyampaikan jumlah anggota Dewan Rakyat yang diklaimnya telah memberikan dukungan kepadanya, tanpa menyertakan daftar nama para anggota parlemen untuk memperkuat klaimnya.

Anwar Ibrahim, setelah menjumpai Yang Di-Pertuan Agong menggelar konferensi pers dan mengulang apa yang pernah disampaikannya 23 September 2020, bahwa dirinya memperoleh dukungan mayoritas anggota parlemen, sehingga dirinya layak menjabat Perdana Menteri.

Anwar juga mengemukakan, YDPA akan mempertimbangkan dan akan segera mengundang para Ketua Partai yang anggotanya di parlemen memberikan dukungan kepada Anwar.

Sekali lagi, dalam pertemuan pers itu, Anwar tak menyampaikan dengan pasti berapa banyak anggota parlemen yang memberikan dukungan kepadanya dan dari partai apa saja. Dia hanya menyatakan, bahwa kelak kepemimpinannya akan memberi perhatian kepada pribumi dan muslim, tanpa mengurangi hak etnis dan penganut agama lain, dalam konteks satu warga negara Malaysia.

Anwar juga mengemukakan, bila kelak menjabat Perdana Menteri Malaysia, dia akan memberikan perhatian khas pada penanggulangan Covid-19 dan memulihkan pertumbuhan ekonomi negeri jiran itu.

Akan halnya Perdana Menteri Mahyuddin Yassin dalam dialog dengan sejumlah wartawan dari berbagai media di Malaysia pada Selasa petang mengemukakan, dirinya sejak dilantik sebagai Perdana Menteri, fokus menanggulangi masalah Covid-19 untuk menyelamatkan nyawa rakyat Malaysia. Menurut Muhyiddin, 1 Nyawa rakyat sangat mahal bagi Malaysia. Karenanya, dia berkomitmen perhatian pada penanggulangan serangan Covid-19, yang belakangan hari, selepas PRN (Pilihan Raya Negeri) Sabah, mengalami peningkatan, bahkan seorang menteri portofolio di kantor Perdana Menteri yang mengurusi agama Islam, harus dikarantina di rumah sakit, karena terkena tepa Covid-19.

Menjawab pertanyaan seorang wartawan terkait dengan klaim Anwar Ibrahim dalam konferensi pers beberapa saat sebelumnya, Muhyiddin menyatakan, dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada YDPA Sultan Abdullah untuk memutuskan mengenai situasi penyelenggaraan negara saat ini.

Muhyiddin menegaskan, dirinya yakin dengan kebijaksanaan Sultan Abdullah untuk membuat segala keputusan, sesuai undang-undang yang relevan dalam pelaksanaan konstitusi negara.

"Saya serahkan pada kebijaksanaan Yang di-Pertuan Agong. Baginda ada cara dan kaedah tersendiri untuk memutuskan perkara ini selaras peruntukan Perlembagaan. Kita perlu beri kepercayaan kepada baginda untuk membuat keputusan," tegasnya.

Muhyiddin  menegaskan, dirinya adalah Perdana Menteri Malaysia. "Keutamaan saya bukan di Istana Negara. Ketika beliau (Anwar) di Istana Negara, saya berada di sini mengadakan sidang maya bersama Majlis Keselamatan Negara (MKN) untuk berbincang mengenai isu COVID-19," ungkapnya.

Muhyiddin juga mengemukakan, fokus utama dirinya adalah mengurus berbagai persoalan negara. Sebagai perdana menteri, dia terus melaksanakan tugas dan amanah yang diembannya. Menyelesaikan masalah Covid-19 dan memulihkan ekonomi negara.

"Fokus utama saya adalah soal menguruskan negara. Saya masih berada di sini sebagai Perdana Menteri, justeru tugas dan amanah ini perlu terus saya laksanakan. Keutamaan saya adalah menguruskan masalah COVID-19 dan ekonomi," katanya pada sidang media secara maya yang disiarkan secara langsung, hari ini.

Sikap dan tindakan Anwar yang terus sibuk mengurusi ambisinya hendak menjabat Perdana Menteri Malaysia, sejak September 2020 yang lalu banyak mendapatkan respon negatif dari berbagai kalangan, termasuk pakar hukum tata negara Malaysia.

Di saat rakyat Malaysia kuatir dengan peningkatan kasus tepa pandemi Covid-19, tindakan Anwar Ibrahim dianggap terlalu sibuk mengurusi kepentingan politik dirinya dan mengabaikan nasib rakyat.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang anggaran negara (belanjawan) 2021, Muhyiddin mengatakan, anggaran akan bertumpu pada usaha menyelamatkan nyawa dan kehidupan rakyat, selain memperkukuhkan ekonomi tertekan akibat penularan COVID-19.

Dia mengemukakan, tak bisa menyampaikan banyak hal, sebelum ranbcangan anggaran 2021 itu dipaparkan oleh Menteri Keuangan di Dewan Rakyat, 6 November mendatang.

Namun, dia mengemukakan, anggaran tersebut diarahkan untuk menegakkan tiga pilar utama, yaitu: memperkuat rakyat, mendukung perniagakan dan menguatkan ekonomi, disamping melanjutkan dukungan kepada sektor kesihatan masyarakat kebanyakan dan petugas kesehatan yang berada di garis depan memerangi Covid-19.  

Dikemukakan juga, anggaran 2021 itu terkait dengan empat prioritas, antara lain, memberikan bantuan tambahan kepada kalangan yang mudah terpuruk dalam situasi negara dilanda pandemi saat ini.  

Dikemukakannya, ketika pandemi Covid-19 melanda negara, banyak sekali kalangan yang terpuruk. Meskipun sudah diumumkan paket rangsangan (Prihatin) berjumlah RM300 miliar sebelum ini, pemerintah akan memberi lagi bantuan dan dukungan kepada mereka dalam anggaran 2021.

Dalam hal prioritas ekonomi, dikatakannya, pemerintah meneruskan langkah pemulihan ekonomi dengan melihat beberaqpa sektor, terkait dengan perdagangan langsam atau kelontong, pariwisata domestik, dan meningkatkan produksi melalui berbagai kebijakan yang mendukung dan insentif. "

Muhyiddin juga mengemukakan prioritas tentang jaring penyelamatan sosial untuk menjamin kelangsungan hidup rakyat, supaya tidak banyak rakyat yang terjerembab dalam kemiskinan.  Selain itu, juga prioritas pelayanan bagi rakyat melalui berbagai inisiatif, sehingga dapat berlangsung lancar. Muhyiddin berikhtiar, rakyat dan perniagaan (bisnis) rakyat Malaysia bangkit dan kembali unggul. | tahar, delanova

Editor : Sem Haesy | Sumber : berbagai sumber
 
Polhukam
20 Okt 20, 18:46 WIB | Dilihat : 73
Drama Politik Malaysia Kaya Lakonan
13 Okt 20, 17:07 WIB | Dilihat : 84
Politik Airmata Buaya Kim Jong Un
13 Okt 20, 10:02 WIB | Dilihat : 92
Komunikasi Politik Buruk Membakar Adab
Selanjutnya
Seni & Hiburan
06 Okt 20, 11:37 WIB | Dilihat : 238
Warkah Pelangi di Ujung Cakrawala
03 Sep 20, 21:13 WIB | Dilihat : 341
Cerita Seputar Alterasi Seni Rupa - Seni Tari
26 Agt 20, 09:04 WIB | Dilihat : 381
Tilik Indonesia Gaya Bu Tedjo
25 Jul 20, 17:36 WIB | Dilihat : 632
Butong Tak Bisa Pisah dengan Akordeon
Selanjutnya