Sekjen PBB Dukung Calon Independen

| dilihat 1532

JAKARTA, AKARPADINEWS. Partai Bulan Bintang mendukung calon presiden independen perseorangan  dalam Pemilihan Presiden 2014. Sekretaris jendral Partai Bulan Bintang (PBB), BM Wibowo mengemukakan pandangan itu ketika menyampaikan gagasan tentang haluan negara di hadapan peserta Kongres Kebangsaan yang digelar Forum Pemred di Bhirawa Hall – Bidakara, Jakarta, Selasa (10/12).

PBB memandang, calon independen merupakan alternatif yang harus dipertimbangkan untuk mengatasi kebuntuan karena dominasi partai dalam sistem demokrasi Indonesia. Dalam pandangannya, melalui Wibowo, PBB tak hanya menyoroti soal Pemilu 2014 dan Pemilihan Presiden – Wakil Presiden. Ia juga mengemukakan berbagai persoalan substantif terkait dengan keadilan rakyat.

Wibowo mengambil contoh tentang Jaminan Kesehatan Masyarakat yang akan berlaku awal 2014. Sebagai social security, menurut PBB, rakyat tak harus dibebankan dengan premi dalam memperoleh hak-hak kesehatannya, karena hal tersebut merupakan bagian dari kewajiban negara.

Terkait dengan calon independen, itu kepada akarpadinews.com, Wibowo mengemukakan, deklarasi yang dilakukan oleh Ketua Dewan Syuro PBB, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra sebagai contoh. Meski didukung oleh PBB, pada dasarnya pencalonan Yusril merupakan manifestasi dari pencalonan independen.

Pencalonan Yusril memang sudah sejak lama diharapkan oleh jutaan kader PBB di seluruh Indonesia. Karenanya, ketika Yusril mendeklarasikan pencalonannya di Gedung JX – Surabaya (Minggu, 8/12/13) ribuan kader PBB bersama kelompok masyarakat Jawa Timur kontan menyambut. Bahkan, di Jawa Timur, sejak itu Yusril diberi julukan sebagai Gus YIM.

Bagi Yusril, meskipun PBB merupakan partai dengan kekuatan terbatas saat ini, tapi mempunyai semangat yang kuat. Kader-kader PBB mempunyai keyakinan  untuk mewujudkan cita-cita mulia, mengantarkan kadernya sebagai Presiden RI. Pada Pemilu 2004, PBB sudah membuktikan, hanya berkoalisi dengan sesama partai kecil (Demokrat dan Partai Keadilan Persatuan), PBB mampu mengantarkan SBY – JK sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI.

Tentang dirinya sendiri, Yusril mengatakan, sebagai guru besar hukum tata negara, yang berpengalaman di Sekretariat Negara, Menteri Sekretaris Negara, dan Menteri Hukum dan HAM,  dia mengerti persoalan mendasar bangsa ini. “Saya terima amanat ini, karena saya tahu masalah mendasar bangsa ini. Yakni, soal keadilan dan kepastian hukum. Percuma ada pertumbuhan ekonomi kalau tak mengedepankan filosofi keadilan. Sia-sia juga ada keberhasilan pembangunan, kalau tak ada kepastian hukum,” ungkap Yusril, seperti dilansir website PBB.

Bagi Yusril, amanat sebagai capres bukanlah bagian dari upaya memburu kenikmatan dan kekuasaan, melainkan sebagai manifestasi tanggung jawab. Saat ini, Yusril sedang mengajukan yudicial review UU Pilpres ke Mahkamah Konstitusi. Fokus yudicial review yang diajukannya adalah parpol dan gabungan parpol bisa mengusulkan capres sebelum Pemilihan Umum legislatif 2013 digelar.

Editor : Nur Baety Rofiq
 
Humaniora
27 Mei 20, 07:27 WIB | Dilihat : 109
Serangan COVID-19 Merusak Paru Paru secara Abadi
22 Mei 20, 08:48 WIB | Dilihat : 509
Prof. Dr. Hj. T. Fatimah Djajasudarma dalam Kenangan
21 Mei 20, 00:28 WIB | Dilihat : 98
Ke Mana Nalar Keadaban
15 Mei 20, 04:27 WIB | Dilihat : 111
Khalwat
Selanjutnya
Ekonomi & Bisnis
09 Mei 20, 04:13 WIB | Dilihat : 201
Al Quran Petunjuk Hadapi Krisis
16 Apr 20, 19:11 WIB | Dilihat : 227
Transformasi Digital Total Pertamina
15 Apr 20, 08:14 WIB | Dilihat : 195
Bank Indonesia Longgarkan Kebijakan Kartu Kredit
Selanjutnya