Prasangka Tenda dan Goodie Bag

| dilihat 1165

DELANOVA

AKARPADINEWS.COM. TENDA seharga Rp60 jutaan itu jadi gunjingan. Entah bagaimana mulanya. Beberapa hari terakhir, media sosial, banyak memuat kabar, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan menggunakan tenda VVIP seharga Rp15 miliar, itu saat bermalam dengan korban erupsi Gunung Sinabung – Kabanjahe – Sumatera Utara.

Berita simpang siur yang tidak terkonfirmasi kebenarannya dan tak terverifikasi sumber beritanya menyebut, tenda itu dibeli khusus oleh Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk kepentingan Presiden dan Ibu Negara bila meninjau bencana.

“Berita itu tidak benar. BNPB tidak punya tenda seharga itu. Selama di pengungsian korban erupsi Gung Sinabung, Presiden menggunakan tenda posko yang biasa dipakai,” jelas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, melalui keterangan pers, Rabu (22/1).

Presiden SBY sendiri meminta media mengambil gambar tenda tempatnya menginap di balik Gereja Paroki, Kaban Jahe, di kaki Gunung Sinabung. "Lihat  sendiri, di-shoot, apakah tenda saya betul harganya Rp 15 miliar,” kata SBY seperti dipublis situs setkab.go.id, Kamis, 23 Januari 2014.

Presiden SBY sempat menanyakan soal tenda itu, kepada Kepala BNPB Syamsul Maarif. Syamsul membantah. Harga tenda itu sekitar Rp 60 juta.



“Saya diberitahu, Metro TV dan TV One, katanya, mengangkat – entah darimana sumbernya – berita tenfa untuk Presiden biayanya Rp15 miliar,” ujar Presiden SBY kepada Syamsul Maarif.

Tenda itu sebelumnya pernah dipakai ketika Presiden SBY meninjau berbagai lokasi gempa.  Di berbagai lokasi gempa, tenda yang dipakai Presiden SBY difungsikan untuk berbagai fungsi. Antara lain digunakan sebagai Posko dan sekolah darurat saat bencana banjir di Way Ela – Maluku. Ketika terjadi bencana di Aceh, tenda itu dipakai untuk pengungsi, mushalla, dan penampungan logistik. Di Mentawai, tenda itu dipakai untuk akivitas rehabilitasi.

Tak hanya soal tenda itu yang membuncahkan prasangka. Goodie bag bantuan Presiden SBY yang berwarna putih biru, itu juga telah membuncahkan prasangka buruk dan fitnah. Seseorang memodifikasi foto itu, mengganti lambang Istana Kepresidenan RI dengan lambang Partai Demokrat. Sejumlah kalangan yang mengaku sebagai oposan dan kritikus Presiden SBY, mempublis melalui akun media sosialnya. Tanpa verifikasi, tanpa konfirmasi.

“Tenda yang dipakai Presiden SBY bukan tenda VIP, melainkan tenda yang sama yang digunakan untuk menampung pengungsi, jelas Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha di Posko Pengugsian Gereja Paroki Kabanjahe, Karo – Sumatera Utara, Kamis (23/1) malam.

“Yang kami gunakan saat ini sama dengan yang digunakan di tenda-tenda penampungan pengungsi,” ungkap Julian. Ia menjelaskan, keberadaan Presiden SBY di lokasi bencana, selain untuk menjumpai pengungsi, juga untuk memimin langsung penanggulangan bencana.

Presiden SBY yang biasa mengunjungi korban bencana alam di berbagai wilayah di Indonesia, tak pernah menggunakan tenda khusus. Di tenda seharga Rp60 juta itu juga, Presiden SBY akan memimpin upaya pengendalian langsung penanganan korban bencana gunung Sinabung bersama sejumlah menteri.

Sejak menjabat Presiden, SBY terbiasa mengunjungi lokasi gempa dan memimpin langsung upaya penanggulangan. Persisnya sejak Nopember 2004, ketika terjadi gempa di Pulau Alor, pulau paling timur di NTT (Nusa Tenggara Timur).  “Ketika di Alor, beliau tidak menginap di tenda, tetapi di rumah dinas Bupati,” ungkap Dicky di Kalabahi. |

Editor : Web Administrator
 
Seni & Hiburan
06 Sep 19, 22:46 WIB | Dilihat : 269
Puisi Puisi N. Syamsuddin Ch Haesy
18 Agt 19, 21:05 WIB | Dilihat : 1077
Kemerdekaan Adalah Jiwa Raga Sehat Tegakkan Keadilan
13 Agt 19, 20:56 WIB | Dilihat : 793
Gubernur Anies Undang Warga Jakarta Nonton JMF2019
Selanjutnya
Ekonomi & Bisnis
09 Okt 19, 08:57 WIB | Dilihat : 441
Langkah HK Membentang Masa Depan di Sumatera
04 Okt 19, 22:49 WIB | Dilihat : 183
Suap Menyuap Direksi BUMN
10 Sep 19, 14:32 WIB | Dilihat : 373
Atmosfir Pelayanan di Hutama Karya
08 Sep 19, 20:57 WIB | Dilihat : 225
Perkuat Nilai Tukar Rupiah, BI Akselerasi Pasar Keuangan
Selanjutnya