Konvensi Capres PD : Elektabilitas Dahlan Iskan Teratas

| dilihat 1179

AKARPADINEWS.COM | DAHLAN Iskan yang biasa disapa Abah atau Pak Bos di lingkungannya, boleh jadi termasuk satu dari dua peserta konvensi bakal Calon Presiden Partai Demokrat yang paling easy going.  Ia tak membuang karakternya barang sepotong, mengalir saja.

Dahlan alias Dis, konsisten dengan janjinya, tak akan mengambil waktu untuk berkampanye. Artinya, dia tetap fokus pada tugas-tugasnya sebagai Menteri Negara BUMN (Badan Usaha Milik Negara).  Dia juga tak ambil pusing ketika pimpinan perusahaan media Jawa Pos Group, yang kini dipimpin puteranya, Azrul, memilih jalan profesional. Artinya tak sepenuhnya memberikan space untuk kepentingan politik Dis.

Dahlan punya cara sendiri untuk menghadapi kompetisi dalam konvensi. Antara lain, memanifestasikan spirit hidupnya: kerja, kerja, kerja. Bahkan, ketika ada pihak yang melaporkannya kepada Sekretaris Kabinet Dipo Alama karena dicurigai telah melakukan korupsi ketika menjabat Direktur Utama PLN, Dahlan spontan mengajukan permintaan, supaya Komite Konvensi Capres Partai Demokrat mendiskualifikasi alias mencoret dirinya.

Tak hanya mengirim surat resmi kepada Komite, menurut Ketua Komite Konvensi Maftuh Basuni, Dahlan bahkan mendatangi komite berulang kali meminta dirinya didiskualifikasi. Tapi, Maftuh yang mantan Dubes RI di Saudi Arabia dan mantan Menteri Agama, itu tak menanggapi. Menurut Maftuh, tak semua fitnah harus ditanggapi.

Dahlan tampak optimistis seperti biasanya. Bahkan ketika berkembang isu bahwa konvensi meredup lantaran penangkapan Anas Urbaningrum oleh KPK setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus Hambalang, Dahlan tetap optimistis. “Saya tetap optimistis,” katanya.

Tim relawan pendukung Dahlan, Demi Indonesia, juga terus bekerja, meski tak diorganisasikan sebagaimana laiknya tim sukses. Dahlan mengaku tak menyesal ikut konvensi, malah semangatnya kian berkembang untuk membuat Indonesia lebih baik, melalui Partai Demokrat. Ia tak takut menghadapi terpaan ujian dan cobaan di depan, meski tak semua petinggi partai berlambang bintang mercy itu tak semuanya bersimpati kepadanya.

Dahlan meyakini Komite Konvensi memegang prinsip independensi dan profesional dalam mengemban tugas dan tanggung jawabnya. Termasuk dalam hal menggelar audit atas beberapa lembaga survey yang akan melakukan survey popularitas dan elektabilitas para peserta konvensi. Belakangan, Dahlan tercatat sebagai peserta konvensi dengan tingkat elektabilitas paling tinggi, kemudian disusul oleh Anies Baswedan, Marzukie Ali, dan Irman Gusman.

Dalam menghadapi acara Debat Kandidat yang digelar Komite Konvensi, Dahlan juga siap-siap saja. Termasuk untuk mengawali debat di Istana Maimoon, Medan – Sumatera Utara, Selasa (21/1) dan Kamis (23/1). Bahkan, sejak Senin (20/1) Dahlan sudah berada di Medan, dan langsung ke tempat pengungsian korban erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo. Dahlan bermalam di pengungsian, sebagaimana yang biasa dia lakukan.

Ketika berhadapan dengan wartawan dalam Meet The Press di sekretariat Komite Konvensi – Kebayoran Baru, beberapa waktu lalu, Dahlan memusatkan perhatian pada persoalan energi. Dia memusatkan perhatian pada BBM, blok migas, gas hulu dan hilir, listrik, batubara, dan geotheral. “Saya akan fokus pada keenam hal itu untuk menjadi Indonesia lumbung energi,” ungkapnya.

Dahlan menegaskan, kelangsungan hidup masyarakat secara keseluruhan untuk mencapai tahap hidup sejahtera adalah ikhtiar yang harus dilakukan. Salah satu ikhtiar prioritas itu adalah menyelamatkan negara dengan mengelola energi secara tepat dan benar. Menurut Dahlan, energi merupakan kebutuhan primer seluruh rakyat yang harus dipergunakan secara efisien dan efektif.

Selama ini elektabilitas Dahlan selalu berada pada posisi atas, seperti hasil survey CSG. Elektabilitas Dahlan Iskan mencapai 24,7 persen, sementara Gita Wirjawan yang sangat gencar beriklan dan berkampanye ke seantero negeri, cuma beroleh  2,7 persen saja.

Tak hanya itu, di antara para peserta konvensi, Dahlan Iskan paling punya banyak kader yang bisa mendampinginya di kabinet kelak. Saat ini, paling tidak, di bawah Dahlan terdapat 14 CEO jawara.| SEM HAESY

Editor : Web Administrator
 
Sainstek
30 Okt 18, 00:11 WIB | Dilihat : 729
Menerima Realitas Kecelakaan Lion JT610
19 Jul 18, 09:52 WIB | Dilihat : 1552
Volante Vision, Visi Kendaraan Udara Aston Martin
20 Feb 18, 12:07 WIB | Dilihat : 2466
Tragedi Archimides di Tangan Serdadu
10 Jan 17, 15:25 WIB | Dilihat : 1175
Honda Kembangkan Teknologi Motor Pintar
Selanjutnya
Ekonomi & Bisnis
13 Agt 19, 10:55 WIB | Dilihat : 354
Inovasi dan Kerja Tangkas Hutama Karya Berbuah Laba
03 Agt 19, 11:23 WIB | Dilihat : 527
HKWay dan Lean Construction
08 Jul 19, 16:21 WIB | Dilihat : 778
BNI Syariah Istiqamah di Jalan Hasanah
19 Jun 19, 10:46 WIB | Dilihat : 963
Harapan Wirausaha Kreatif Malaysia di Bahu Dzuleira
Selanjutnya