Surga di Jayapura

| dilihat 392

AKARPADINEWS.COM | “Tanah Papua tanah yang kaya. Surga kecil jatuh ke bumi.” Cuplikan lirik lagu yang dipopulerkan Edo Kondologit itu mengekspresikan realitas di Tanah Papua. Propinsi paling timur Indonesia itu merupakan surga yang mempesona alamnya. 

Surga itu menyembul di Jayapura. Keindahan alam di ibukota Propinsi Papua itu sangat mempesona. Belum lagi khasanah budayanya yang menjadi daya tarik bagi Jayapura. Untuk menuju ke sana pun tak begitu sulit lantaran tersedia transportasi via udara. 

Penghuni Jayapura pun ramah. Kota itu sangat aman. Jayapura tidak hanya dihuni penduduk asli Papua. Namun, ada juga warga yang berasal dari Makassar, Ambon, Manado, Jawa, dan Sumatera. Para pendatang itu mengadu nasib di kota tersibuk dan menjadi pusat pemerintahan di Papua itu untuk mengembangkan bisnis dan jasa.

Di sana, juga terdapat beberapa destinasi wisata alam yang begitu indah, baik pegunungan maupun laut, yang belum banyak tersentuh oleh para traveler. Di kota itu, ada beberapa tempat wisata di antaranya Pantai Amai, Bukit Skyline, Jayapura City, Telaga Love, dan Bukit Sentani.

Masing-masing destinasi tersebut memiliki ciri khasnya keindahannya, yang tidak mudah ditemui dibelahan bumi lainnya.  Akses ke tempat wisata itu pun tidak begitu sulit. Untuk menuju Pantai Amai, ditempuh dengan perjalanan darat selama dua jam dari Jayapura.

Perjalanan ke pantai itu cocok bagi mereka yang berjiwa petualang. Karena, akan dijumpai beberapa tantangan. Untuk menuju ke pantai yang jaraknya sekitar 50 kilometer dari Jayapura itu, harus melewati bukit yang cukup curam dan jalan tanah dan berlumpur. Saat ini, memang jalur menuju ke sana belum begitu baik. Karena, jalan menuju ke Pantai Amai masih dalam proses pembangunan.

Pantai Amai sangat mempesona. Pasirnya putih laksana salju. Birunya air laut sangat memanjakan mata semua orang yang melihatnya. Belum lagi keindahan lingkungan di sekitarnya.

Pengalaman mengesankan juga saat mengunjungi Bukit Skyline. Dari puncak bukit tersebut, akan terlihat lautan biru yang luas di Teluk Yotefa. Benar-benar pemandangan yang sangat indah. Lokasinya tidak jauh dari pusat kota Jayapura dan dapat ditempuh menggunakan mobil maupun motor.

Jalan menuju Bukit Skyline menanjak dan berkelok-kelok. Di kawasan tersebut, ditemukan banyak penjual es kelapa muda. Jadi, begitu cuaca di siang hari yang mencapai 35 derajat celcius, minuman itu dapat melepas dahaga.

Namun, jangan kaget apabila di kala bersantai di Bukit Skyline, tiba-tiba ada yang mendatangi untuk meminta uang kebersihan dan sebagainya. Meskipun pungutan itu tidak resmi dari pemerintah setempat, mereka bukan preman. Hal ini ternyata sudah lumrah untuk beberapa spot wisata yang tidak berada dikelola pemerintah, apalagi yang diklaim masyarakat sebagai tanah adat. Jadi, harus dihormati.

Pemandangan tak kalah cantik adalah saat melihat Jayapura City dari ketinggian. Di kala malam, kedua mata akan dimanjakan oleh gemerlap lampu yang serupa dengan hingar-bingar Kota Hong Kong.

Bagi masyarakat luar Papua, belum banyak yang tahu keindahan Jayapura City. Tempat ini lebih dikenal sebagai daerah pemancar TVRI. Dulunya, hanya ada dua pemancar di tempat ini, yaitu pemancar televisi nasional dan televisi swasta.

Kawasan itu juga tadinya tidak dibuka untuk umum. Namun, karena semakin banyak orang yang mengunjungi, pihak TVRI pun membuka akses kepada siapapun untuk ke masuk ke area Jayapura City yang berada di daerah Polimak 1 Jayapura.

Di Jayapura juga terdapat Telaga Love atau biasa disebut Danau Love. Mendengar nama tersebut, mungkin yang tersirat dalam benak jika danau tersebut tepat yang biasa dikunjungi orang-orang yang tengah kasmaran. Namun, sebenarnya tak begitu. Asal muasal kawasan disebut Danau Love karena danau ini berbentuk seperti lambang love atau hati.

Permukaan airnya tenang. Jika berangkat dari Kota Sentani, maka butuh waktu sekitar 30 menit perjalanan. Lokasi danau ini berada di Kampung Puai, Distrik Yokini, Kabupaten Jayapura, dekat dengan Bandara Sentani. Nama lain dari danau ini adalah Danau Imfote, yang sering dijadikan lokasi pemotretan pre wedding.

Dari atas bukit, lambang love memang terlihat jelas. Amazing! Di atas bukit, para pengunjung juga dapat berfoto ria dengan latar pemandangan danau. Kawasan itu pun kian cantik lantaran dikelilingi perbukitan hijau.

Keindahan juga ditemukan saat menyambangi Bukit Sentani. Sebagian masyarakat Papua menamakannya Bukit Teletubies. Mungkin, dinamakan Bukit Teletubies karena mirip dengan dengan tayangan program anak-anak di televisi.

Dari atas bukit ini, akan dijumpai keindahan pemandangan di sekeliling Danau Sentani. Perbukitannya berwarna hijau dan terlihat bergelombang. Belum lagi, awan putih yang menyelimuti atasnya.

Pemandangan itu lebih cantik dari bukit yang ada di program acara Teletubbies. Lingkungan di sekitar pulau-pulau di Sentani kebanyakan ladang rumput. Pohon-pohon yang menjulang tinggi kebanyakan berada di wilayah pinggir pulau.

Perjalanan wisata di Jayapura begitu sangat mengesankan. Jayapura benar-benar laksana surga kecil yang jatuh ke bumi. Keindahannya sulit dilukiskan dengan kata-kata. Tak percaya? Datang saja ke sana. | Rizki Marman Saputra

Editor : M. Yamin Panca Setia
 
Humaniora
08 Des 17, 21:57 WIB | Dilihat : 199
Mufakat
25 Nov 17, 18:59 WIB | Dilihat : 615
Bu Aisyah Guru dan Ibu Kami
23 Nov 17, 20:26 WIB | Dilihat : 327
Mengintip Mappasitinaja di Munas KAHMI dan FORHATI
17 Nov 17, 08:48 WIB | Dilihat : 605
DOA ISTERI
Selanjutnya
Energi & Tambang
05 Des 17, 20:09 WIB | Dilihat : 269
Kelola Sumberdaya Alam secara Efisien
19 Des 16, 10:43 WIB | Dilihat : 647
Perlu Kesadaran Kolektif untuk Efisiensi Energi
15 Des 16, 21:23 WIB | Dilihat : 866
Pertamina Serius Investasi di Hulu
Selanjutnya