Surat Gubernur Anies Baswedan untuk Pekerja Proyek MRT

| dilihat 1062

MRT (Moda Raya Transportasi) atau mass rapid transportation, sarana angkutan massal kereta api yang diberinama Ratangga oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, diresmikan Presiden Jokowi, Ahad (24/3/19) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia.

Sejumlah nama besar, sejak Prof. Dr. BJ Habibie sampai Joko Widodo disebut dalam perayaan peresmian salah satu sarana transportasi ibukota Jakarta, yang menandai modernisasi angkutan umum ibukota.

Gubernur Anies Baswedan, di balik nama-nama besar dan populer, itu ada begitu banyak orang-orang kecil yang memungkinkan semua gagagasan dan aksi besar, termasuk keputusan politik, itu bisa mewujud nyata. Antara lain, para kuli bangunan, yang boleh jadi tak ada di tengah riuh upacara peresmian itu.

Kepada mereka, Anies Baswedan berterima kasih dan memerintahkan pemimpin PT MRT yang mengelola moda transportasi, itu mengabadikan seluruh nama.

Berikut, surat Gubernur Anies Baswedan untuk para pekerja yang tak ternama, itu:

Kepada Yth.

Para Pekerja Pembangunan MRT

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,

Ibu dan Bapak yang saya hormati, saya menuliskan pesan ini untuk ucapkan terima kasih. Mengirimkan apresiasi pada semua yang pernah bekerja untuk membangun MRT ini.

Saya sudah berkali-kali naik MRT, tapi tadi pagi berbeda. Pagi ini bersejarah karena MRT akan diresmikan. Di perjalanan menuju lokasi acara, wajah para pekerja itulah yang muncul di benak saya.

Mereka yang berpeluh siang malam. Saya tahu persis karena hampir setiap malam lewat sekitar tiang-tiang pancang. Di malam gulita, saat mayoritas warga telah tidur, Anda semua masih berkeringat. Bekerja tanpa henti.

Ibu, Bapak dan Saudara semua, kerja keras itu, butiran keringat jernih itu yang membuat bangsa kita bisa cemerlang. MRT adalah kristal cemerlang dari keringat Ibu, Bapak dan Saudara semua.

Kita tahu bahwa Borobudur itu dibangun selama lebih dari 100 tahun; bangsa kita memang punya stamina untuk membuat karya monumental lintas masa. Kita kagum karyanya tapi tak pernah kenal nama-nama para perkerjanya. Memang para pekerja di balik karya besar selalu tersembunyi, tapi karyanya dirasakan dan membanggakan.

Saya sudah meminta kepada Direksi PT MRT bahwa kali ini harap dicatat setiap nama yang terlibat, sekecil apapun termasuk para pekerja paling operasional. Dokumentasikan semua, dan izinkan kami, bangsa Indonesia, mengenal orang-orang yang bekerja keras dalam sunyi untuk mengubah wajah Ibukota.

Hari ini mungkin Anda di rumah, menonton di televisi atau membaca beritanya. Anda tidak berada di lokasi, tak menyaksikan langsung hasil kerja keras yang anda lakukan. Tapi ketahuilah, tepuk tangan tadi membahana. Ribuan bertepuk-tangan. Ijinkan saya menegaskan bahwa tepuk tangan itu sesungguhnya untuk Anda, untuk tiap jiwa yang bekerja dalam senyap.

Bapak, Ibu dan Saudara semua, Anda telah mengubah wajah Ibukota, hasil kerja Anda akan memudahkan hidup jutaan orang selama puluhan tahun yang akan datang. Mereka semua hampir pasti tidak kenal dengan nama Anda tapi semua pasti merasakan karya Anda yang akan berbekas sepanjang sejarah.

Kami yang berdiri di atas panggung saat ini, gelintiran jumlahnya, tak sebanding dengan Ibu-Bapak yang ratusan ribu jumlahnya yang bekerja tak tampak, jauh dari sorotan publik.

Atas nama rakyat Jakarta, saya mengirimkan rasa terima kasih dan rasa hormat pada Ibu, Bapak dan Saudara semua. Di manapun Anda berada, kami mendoakan. Semoga tiap butir keringat itu akan dicatatat sebagai amal shaleh, dan setiap kemudahan yang dirasakan oleh pengguna MRT akan dicatat sebagai amal jariyah bagi Anda semua.

Wassalamu'alaikum warrahmatulahi wabarakatuh.

Salam, Anies Baswedan. |

 

Editor : Web Administrator | Sumber : foto-foto mrtjakarta
 
Sainstek
20 Nov 19, 13:05 WIB | Dilihat : 1198
Rumah Ilmuwan Bukan di Menara Gading
08 Nov 19, 23:07 WIB | Dilihat : 1585
Kebijakan Perikanan Belum Berbasis Sains yang Utuh
26 Agt 19, 10:46 WIB | Dilihat : 775
Daya tarik Magnetis Monza SP2 Ferrari
30 Okt 18, 00:11 WIB | Dilihat : 1196
Menerima Realitas Kecelakaan Lion JT610
Selanjutnya
Humaniora
27 Mei 20, 07:27 WIB | Dilihat : 51
Serangan COVID-19 Merusak Paru Paru secara Abadi
22 Mei 20, 08:48 WIB | Dilihat : 436
Prof. Dr. Hj. T. Fatimah Djajasudarma dalam Kenangan
21 Mei 20, 00:28 WIB | Dilihat : 86
Ke Mana Nalar Keadaban
15 Mei 20, 04:27 WIB | Dilihat : 94
Khalwat
Selanjutnya