Gusar Pengguna Jasa Tol Jakarta - Bandung

Cisomang Bergeser, Cipularang Terganggu

| dilihat 545

AKARPADINEWS.COM | GUSAR merambah pengguna jalan tol Cipularang (Cikampek - Purwakarta - Padalarang) - yang belakangan lebih kerap disebut Tol Purbaleunyi (Purwakarta - Bandung - Cileunyi). Pasalnya?  Jembatan Cisomang, yang berada di Seksi III.3 (STA 100+550 – STA 101+300) yang dikerjakan Kontraktor PT L&M System Indonesia dengan konsultan pengawas PT Global Profex – Synergy, bernilai kontrak awal Rp75.885.899.000,- itu bergeser 53 cm. Arus lalu lintas Jakarta Bandung atau sebaliknya yang melalui jalur tol ini pun terganggu. 

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Arie Setiadi Moerwanto, selaku Ketua Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan segera melarang kendaraan di atas golongan 1 ( truk besar dan bus besar) melintas di atas jembatan itu. Meski untuk sementara, larangan itu mengisyaratkan kondisi jembatan yang tak aman.

Arie menjelaskan kondisi jembatan itu kepada wartawan, Jum’at (23/12/16) di Gedung Kementerian PUPR yang megah itu. Penjelasan Arie, menyusul evaluasi yang dilakukan PT Jasa Marga sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) pada Kamis, (22/12/16).

Dari evaluasi itu diketahui, Jembatan Cisomang – yang melintasi lembah dalam dan menghubungkan wilayah Kabupaten Purwakarta – Kabupaten Bandung itu mengalami deformasi atau pergeseran pada pilar kedua. Deformasi melebihi batas toleransi izin yang disyaratkan, meskipun vibrasi jembatan tersebut masih dalam ambang batas aman. Artinya kendaraan golongan 1, seperti Sedan, Jeep, Pick Up, dan truk kecil masih bisa melintas di atas jembatan itu.

Selain melaporkan kondisi jembatan Cisomang kepada Menteri PUPR, Arie sudah meminta BPJT dan Jasa Marga segera melakukan penguatan struktur jembatan untuk mencegah pergeseran lebih lanjut dan menjamin kapasitas struktur jembatan berada pada kondisi aman untuk pengguna lalu lintas.

Arie menegaskan, jembatan Cisomang diawasi terus selama 24 jam sampai tiga bulan ke depan. Jika terjadi kondisi buruk yang tidak diharapkan, maka lalu lintas di Jembatan Cisomang akan dihentikan. Artinya, pengguna jasa jalan Tol Purbaleungi dapat menggunakan jalur non tol.

Mulai Jum’at (23/12/16) pukul 00.00 wib, pembatasan bagi kendaraan di atas golongan 1 sudah diberlakukan secara efektif sampai tiga bulan ke depan. Pihak Bina Marga Kementerian PUPR akan terus melakukan evaluasi secara periodik.

Selama masa pembatasan, alur pengalihan lalu lintas di atur sesuai arah.

Bagi kendaraan dari arah Jakarta menuju Bandung, keluar di Gerbang Tol Sadang (KM75+200) atau Gerbang Tol Jatiluhur (KM84+600), dan masuk kembali ke jalur tol melalui Gerbang Tol Padalarang (KM121+400).

Bagi kendaraan dari arah Bandung menuju Jakarta, kendaraan keluar melalui Gerbang Tol Padalarang (KM 121+400) atau Gerbang Tol Cikamuning (KM 116+700) dan masuk kembali ke jalan tol melalui Gerbang Tol Sadang (KM 75+200) atau Gerbang Tol Jatiluhur (KM 84+600).

Jembatan Cisomang mulanya merupakan bagian dari jalur tol Cipularang (Cikampek-Purwakarta-Padalarang). Jalan tol ini secara resmi dioperasikan pada Sabtu (23/4/05). Jalur tol ini, untuk pertama kali digunakan para delegasi Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika (KTT AA) ke-50 tahun, yang digelar di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat.

Jembatan Cisomang menghubungkan ruas jalur jalan Tol Cipularang yang berada di wilayah Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Bandung. Jalur tol Cipularang yang dihubungkan jembatan Cisomang sepanjang sekitar 41 kilometer.

Jalur jalan tol ini, yang kemudian tersambung sampai ke Cileunyi melintasi lembah yang curam. Jembatan Cisomang, berada di atas lembah Cisomang desa Cisomang, Kecamatan Darangdan – Kabupaten Purwakarta.

Jalan Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang) diselesaikan lebih cepat dari masa seharusnya. Sebelum peresmiannya, jalan tol ini ditinjau lebih dulu oleh Jusuf Kalla, yang ketika itu menjabat Wakil Presiden pada Ahad, 17/4/05 siang.

Kala itu, sebagian besar kalangan meragukan jalur jalan tol tersebut dapat diselesaikan sebelum penyelenggaraan peringatan 50 tahun Konferensi Asia Afrika. Namun, Direktur Utama PT Jasa Marga ketika itu Syarifuddin Alambai tetap optimistis dapat meyelesaikan pekerjaan sesuai waktu yang diharapkan. Apalagi, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, sempat berkelakar, bila jalur jalan tol Cipularang tak selesai seperti yang diharapkan, ada baiknya, Syarifuddin pulang ke Palembang, jualan pempek.

Syarifuddin bersama Armand Pandjaitan – Project Director Cipularang pun bekerja ekstra keras, kala itu. Bahkan  sengaja membangun tenda di daerah Pasir Honje, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, untuk mengawasi langsung pembangunan proyek itu. 

Artinya, Syarifuddin dan Armand Pandjaitan, kala itu, banyak menghabiskan sebagian besar waktunya mengontrol pekerjaan di lapangan. Dari tenda yang dibangunnya, itulah sekali-sekala dia memberikan instruksi langsung untuk mempercepat pekerjaan. Apalagi, kala itu delapan paket ruas jalan tol, termasuk empat jembatan, sudah selesai dibangun.

Untuk kepentingan penyelesaian ruas tol Cipularang ini, kala itu pula, Jasa Marga hanya berkonsentrasi di situ. Sampai jalur tol Cipularang dioperasikan, tidak ada proyek tol yang dibangun. Setelah itu, baru jalan Bogor Ring Road sepanjang empat kilometer, Semarang-Bawen (24 kilometer), dan Gempol-Pasuruan (32 kilometer) dikerjakan November 2005.

Dari berbagai laporan dan catatan proyek, Jalur jalan tol Cipularang ini tercatat, merupakan tol paling sulit yang pernah dibangun PT Jasa Marga. Termasuk dari segi biaya, medan jalan, maupun jumlah pekerja. Proyek itu memerlukan anggaran Rp 1,4 triliun, dan membengkak menjadi Rp 1,6 triliun, dan melibatkan sekitar 50.000 orang pekerja.

Kala itu, Syarifuddin Alambay mengatakan, tingkat kesulitan yang tinggi dalam pengerjaan proyek tersebut dapat dilihat dari medan berbukit dan lembah, mulai dari Purwakarta sampai Padalarang.

Tapi di ruas jalan tol ini juga anak-anak bangsa Indonesia menunjukkan prestasinya membangun infrastruktur, termasuk membangun  jembatan tertinggi, Cikubang, setinggi 60 di Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung. Juga, Jembatan Cipada yang merupakan jembatan terpanjang yang masuk dalam Paket 4.3, dengan rentang 700 meter terletak di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung.

Perencanaan sampai pembangunan jalan tol ini dikerjakan sendiri oleh anak-anak bangsa, tanpa memakai jasa pihak asing.  Dr. Ir. Dradjat Hoedayanto dari Institut Teknologi Bandung, mengepalai para pakar teknik dalam perencanaan jalan tol ini.

Sembilan kontraktor nasional terlibat dalam pembangunan jalan tol  yang menurut Syarifuddin Alambai, bernilai Rp 1,7 triliun, dengan sembilan Konsultan Supervisi, serta empat Konsultan Desain. Sembilan kontraktor itu adalah PT Mawatindo mengerjakan Paket I (Purwakarta Utara - Purwakarta Selatan, 9,1 kilometer) dengan nilai kontrak Rp155 miliar, PT Adhi Karya Paket II (Purwakarta Selatan - Plered, 8,5 kilometer) nilai kontrak Rp295 miliar, PT Waskita - Yasa JO Paket III.1 (Plered - Darangdan, termasuk Jembatan Ciujung, 6,3 kilometer) Rp332 miliar, PT Nindya Karya Paket III.2 (Darangdan - Cikalong Wetan, 4,7 kilometer) Rp 120 miliar.

PT L&M System Indonesia mengerjakan Paket III.3 (Jembatan Cisomang ruas Plered - Cikalong, 0,5 kilometer) Rp75 miliar, PT Daya Mulia Turangga Paket IV.1 (Cikalong Wetan - Cikamuning, 5,5 kilometer) Rp 106 miliar, PT Propelat Paket IV.2 (Jembatan Cikubang ruas Cikalong Wetan - Cikamuning, 0,6 kilometer) Rp 140 miliar, PT Hutama Karya Paket IV.3 (Cikuba-Cipada, 2,5 kilometer), dan Sumber Mitra Jaya kerjasama dengan Ircon Internasional Paket IV.4 (Cikalong Wetan-Cikamuning, 3,8 kilometer) Rp 93 miliar.

Sebagai Konsultan Supervisi untuk Paket I PT Virama Karya, Paket II PT Cipta Strada, Paket III.1 PT Delta Tama Waja, Paket III.2 PT Multi Phi Betha, Paket III.3 PT Global, Paket IV.1 PT Bina Karya, Paket IV.2 PT Yodya Karya, Paket IV.3 PT Indec, dan Paket IV.4 PT Indah Karya.

Syarifuddin Alambai, selama pelaksanaan proyek jalan tol ini berlangsung, mewanti-wanti kepada seluruh kontraktor untuk menyelesaikan pembangunan jalan tol sesuai spesifikasi yang ditetapkan. Yaitu: kuat, awet, dan rapih. Syarifuddin bertegas-tegas mengatakan, dirinya tidak akan menandatangani serah terima seandainya ditemukan pekerjaan yang belum rapi.

Tak hanya itu, Jasa Marga kala itu juga menugaskan konsultan untuk melakukan post audit terhadap pelaksanaan proyek itu. Dia juga tak segan menyusuh membongkar ruas jalan yang setelah diaudit ternyata tidak memenuhi spesifikasi yang ditetapkan.

Setelah jembatan dioperasikan, ternyata banyak masalah terjadi pada jalan tol ini. Terutama terjadinya beberapa pergeseran tanah di beberapa ruas yang amblas, selain tebing yang mudah longsor. Terutama karena relief alam yang berlembang, berbukit, dan bertebing. Termasuk berada di wilayah dengan lapisan tanah yang relatif labil.

Fokus pembangunan jembatan juga lebih mementingkan faktor keamanan dan cenderung mengabaikan aspek keindahan desain. Termasuk jembatan Cisomang. Hal yang sama juga berlaku bagi jembatan Cikubang, Cipada, dan Ciujung.

Dr. Ir. Dradjat Hoedayanto yang mengepalai para pakar teknik dalam perencanaan jalan tol ini, pada tahun 2009 menjelaskan kepada wartawan, ia mulai terlibat dalam proyek jalan tol Cipularang ini sejak diminta Jasa Marga menentukan konsep tipe jembatannya agar dalam waktu terbatas dapat sekaligus memenuhi persyaratan teknis dengan biaya seefisien mungkin.

Dradjat yang kala itu merupakan Kepala Laboratorium Struktur dan Material dan pengajar di Departemen Teknik Sipil ITB, menitikberatkan fondasi jembatan sebagai kunci utama. Namun, pembangunan jalan tol ini tidak semudah yang dibayangkan, karena harus menghadapi medan yang sangat berat. Terutama dalam merancang Jembatan Cikubang dan jembatan Cipada, dengan masa pakai 75 tahun.

Tantangannya tak hanya masalah konstruksi tiang, tetapi juga akses menuju daerah pelaksanaan pembangunan. Akhirnya disepakati desain sederhana dengan menggunakan I – gerder (balok beton berbentuk huruf I) yang di-prestress. | JM Fadhillah

Editor : sem haesy | Sumber : berbagai sumber
 
Sainstek
10 Jan 17, 15:25 WIB | Dilihat : 154
Honda Kembangkan Teknologi Motor Pintar
23 Des 16, 05:31 WIB | Dilihat : 274
Menanti Kehadiran Penghasil Listrik Berteknologi Nano
16 Des 16, 07:34 WIB | Dilihat : 404
Oasis, Mobil Unik dengan Kebun Mini
11 Nov 16, 14:21 WIB | Dilihat : 879
Motochimp, Si Mungil yang Unik
Selanjutnya
Lingkungan
05 Jan 17, 21:34 WIB | Dilihat : 522
Hidup Sejahtera di Permukiman Terapung Kampong Ayer
02 Jan 17, 15:50 WIB | Dilihat : 306
Merawat Cinta di Bali
28 Des 16, 14:15 WIB | Dilihat : 364
Surga di Jayapura
23 Des 16, 18:26 WIB | Dilihat : 546
Cisomang Bergeser, Cipularang Terganggu
Selanjutnya