Perlu Sinergi Strategis BUMN - BUMD

| dilihat 1683

BADAN Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagaimana laiknya BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dimaksudkan sebagai salah satu sumber sah pembiayaan pembangunan daerah. Di era otonomi daerah, semestinya BUMD dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Tidak terantuk-antuk oleh berbagai masalah. Terutama, ketika dikelola sebagaimana negara mengelola BUMN.

Tanpa mengabaikan realitas BUMD yang menghadapi banyak masalah, kita melihat berbagai kemungkinan tumbuhnya BUMD yang dapat diandalkan. Selain Bank Daerah yang telah bergerak secara profesional, namun masih terkesan lebih banyak memainkan peran sebagai teller, berbagai potensi yang dimiliki daerah dapat dikelola melalui BUMD. Pengelolaan air bersih dan air minum misalnya, yang dikelola melalui PAM atau PDAM.

Di sektor pertanian misalnya, pemerintah dapat membentuk BUMD yang berkerja dengan BUMN. Khususnya dalam konteks pengembangan farm rise estate. Bahkan juga medium enterprise industry. Pun demikian halnya dengan sampah, pertambangan terbatas, dan bahkan energi berbasis mikro hidro. Bahkan dalam Rapat Kerja Nasional Pemerintah Provinsi seluruh Indonesia, sempat mencuat gagasan mengelola perusahaan listrik daerah.

Dilihat dari skala prioritas pembangunan daerah dan pelayanan langsung kepada masyarakat, sudah saatnya BUMD menguatkan aktivitasnya pada bisnis retail di sektor logistik, transportasi lokal, transportasi udara dan laut. Bahkan jasa industri pariwisata. Pendek kata, banyak bidang garap yang bisa dilakukan oleh pemerintah daerah. Terutama yang berhubungan dengan potensi daerah masing-masing.

Melihat pengalaman DKI Jakarta, misalnya, kita menyaksikan BUMD yang tumbuh baik, seperti Pasar Jaya. Bahkan BUMD di bidang jasa konstruksi dan kepariwisataan, bekerjasama dengan pihak swasta mampu berkompetisi di tingkat nasional. PT Pembangunan Jaya, dengan anak-anak perusahaannya adalah contoh di depan mata.

Sepanjang tidak masuk ke lapangan bisnis yang tak dikuasainya dengan baik, tentu BUMD dapat berkembang sebagaimana mestinya. Rontoknya BUMD di DKI Jakarta dan Jawa Barat yang bergerak di sektor yang tak dikuasainya, adalah contoh di depan mata. Antara lain di bisnis percetakan. Sebaliknya untuk sektor tertentu, ketika diberikan kepada para profesional, seperti BUMND perbankan, tumbuh dengan pesat. Umpamanya Bank DKI dan Bank BJB.

Bagi daerah-daerah otonom yang baru tumbuh, kita memandang sangat mungkin berkembangnya BUMD. Di masa lalu, bahkan pemerintah kabupaten sempat mempunyai BUMD sekelas bank perkreditan rakyat, yaitu BKPD (Bank Karya Pembangunan Desa). Entah bagaimana nasibnya kini.

Pemerintah provinsi Jawa Barat, bahkan sempat berjaya dengan PD Kertawisata yang mengelola berbagai aset pariwisata, dan kini sebagian dikerjasamakan dengan BUMN. Antara lain Grand Hotel Preanger yang dikelola bersama anak perusahaan Garuda Indonesia. Lalu, Hotel Salak, Hotel Perdana, Hotel Pakuan, Grand Hotel Lembang dan Pusat Pertokoan Palaguna Nusantara yang dikerjasamakan dengan pihak swasta.  Berbagai BUMD memang harus mengalami likuidasi karena rugi terus menerus. Paling tidak diubah menjadi BLU (badan layanan umum) seperti rumah sakit daerah.

Untuk mengembangkan potensi daerah, agaknya perlu dikembangkan sinergi strategis antara BUMN dan BUMD. Termasuk di dalamnya, sinergi untuk mengembangkan proses transformasi entrepreneurship dan profesionalisma. Bahkan, bila perlu pemerintah daerah mengembangkan potensi BUMD di sektor-sektor strategis. Khususnya daerah-daerah yang melimpah potensi sumberdaya alamnya.

Kita mensupport pemikiran kreatif dan inovatif tentang BUMD, sepanjang tata kelolanya dilakukan secara benar dan baik. Tidak dijadikan authomatic teller machine (ATM) bagi kepentingan kepala daerah, yang di musim otonomi ini, banyak sekali yang bangor.

Oleh karena itu, mekanisme fit and proper test pengelola BUMD mesti menggunakan model yang berlaku bagi BUMN.  Semangatnya: tidak menjadikan BUMD hanya tempat menampung para mantan pejabat yang sudah lelah. | noora

 

Editor : Web Administrator
 
Polhukam
22 Jul 19, 00:00 WIB | Dilihat : 608
Anies Baswedan Tiada Banding Tiada Tanding
22 Jul 19, 17:26 WIB | Dilihat : 102
Sorotan Atas Sanksi AS Atas Pemimpin Militer Myanmar
21 Jul 19, 01:39 WIB | Dilihat : 165
Strategi Politik Lama Politik Luar Negeri Malaysia Baru
19 Jul 19, 10:59 WIB | Dilihat : 229
Dinamika Menjemput Masa Depan ASEAN
Selanjutnya
Sporta
03 Sep 18, 12:41 WIB | Dilihat : 1304
Olahraga dan Pelukan Pemersatu
16 Jul 18, 10:16 WIB | Dilihat : 1005
Keajaiban dan Luah Gairah Kemenangan Perancis
15 Jul 18, 07:53 WIB | Dilihat : 1004
Perancis vs Kroasia Berebut Keajaiban Piala Dunia 2018
Selanjutnya