Cermin Akhir Tahun Albert Burhan

| dilihat 437

Sem Haesy

SAYA optimistis, masih banyak orang baik di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Orang-orang yang mempunyai kapasitas dan kompetensi untuk memimpin, sekaligus mempunyai integritas sebagai pemimpin.

Optimisme itu terbetik, ketika mendapat kabar, Albert Burhan, Chief Executive Officer PT Citilink Indonesia, menyatakan mengundurkan diri.

Albert Burhan mengambil keputusan itu, karena pilotnya kedapatan mabuk saat menerbangkan pesawat. Tindakan pilot itu, selain melanggar ketentuan dan aturan, juga membahayakan penumpang. Tentu berdampak luas kepada Citilink secara keseluruhan.

Di hadapan wartawan, dalam jumpa pers, Jum’at (30/12/16) Albert Burhan menyatakan, melihat perkembangan tindakan pilot itu dan dampak masalah ini kepada Citilink, “Secara personal saya merasa bertanggungjawab. Saya mengajukan pengunduran diri,” ungkapnya.

Keputusan itu murni diambil sendiri, sebagai sikap pribadinya. Tak ada pihak manapun yang mendorongnya mundur dari kursi tertinggi di anak perusahaan Garuda Indonesia, itu.

Keputusan itu diambil Albert Burhan, pada saat Citilink sedang tumbuh berkembang, dan sedang mengembangkan sayap bisnisnya di dekade aviasi yang sedang bergeser dari Amerika – Eropa ke Asia – Pasifik. Suatu pergerakan bisnis yang bagus, mengimbangi perusahaan induknya, Garuda Indonesia, yang dipimpin Arif Wibowo, mantan CEO Citilink.

Kinerja Albert Burhan sendiri, sepanjang karirnya di dunia maskapai penerbangan, berlangsung baik. Lulusan teknik sipil dan MBA (magister bussiness administration) Institut Teknologi Bandung (ITB) yang sehari-hari berpenampilan sederhana itu, sebelumnya adalah Direktur Keuangan Citilink.

Albert Burhan, kelahiran 1967, sepanjang karirnya, pernah terpilih sebagai karyawan terbaik Garuda Indonesia (2000). Ia mulai berkarir di Garuda Indonesia, dari bidang perencanaan. Kemudian mutasi ke divisi operasi. Lantas lama berkarir di bidang keuangan, lalu diangkat sebagai Vice President Treasury Management (Corporate Treasurer) sejak 2005-2012.

Selepas itu, Albert Burhan ditugaskan di Citilink Indonesia, sebagai Chief Financial Officer (CFO) pada 15 Agustus 2012, ia ditunjuk menjadi Chief Financial Officer (CFO) Citilink Indonesia.

Saya suka dengan pesona persona Albert Burhan yang sederhana. Ia tampak khas dengan jeans, kemeja, dan sepatu cats.  Tampilan itu menampakkan sosoknya yang punya integritas. Bicaranya kalem, menunjukkan sikap rendah hati. Ketika saya hubungi visa whatsapp dengan mengirimkan sepotong kata “salut,” dia langsung menjawab: “Untuk apa?”

Ketika saya balas lagi, “untuk sebuah sikap,” dia membalas, “Mesti banyak berguru ke Pak Sem.” Suatu ekspresi sikap rendah hati.

Albert Burhan mengingatkan saya pada Toshifumi Suzuki, salah seorang mogul jaringan kedai 7 eleven. Suzuki mengambil sikap mengundurkan diri, setelah di dalam rapat, dibully dalam rapat dengan hedge fund Dan Loeb.

Suzuki dibully karena sejumlah anak buahnya dianggap bersalah oleh para investor aktivis dan shorttermism itu. Akibatnya terjadi gelombang masalah yang meluas dan berdampak pada korporasi.

Suzuki mundur. Bukan sebagai pecundang pilek. Ia tidak menyalahkan anak buahnya, melainkan mengambil risiko tanggungjawab pada dirinya sebagai CEO. “Semua situasi ini terjadi karena kurangnya kebajikan saya dalam memimpin dan saya tak bisa memikul malu yang ditimbulkan,”kata Suzuki.

Yang paling dekat dari peristiwa yang menimpa Citilink adalah CEO Mass Rapid Transit (MRT) Malaysia, Datuk Wira Azhar Abdul Hamid yang mengundurkan diri dari jabatannya karena kecelakaan yang merenggut nyawa tiga pekerja Bangladesh di sebuah lokasi konstruksi MRT. 

Sama seperti Albert Burhan, tindakan Azhar dipandang sebagai ekspresi integritas dan komitmen untuk suatu tanggung jawab di lingkungan korporasi milik negara.

Mundur dari jabatan bukan karena skandal seks, kasus rasuah, atau hal-hal buruk. Melainkan karena tanggungjawab besar atas kesadaran memandang jabatan sebagai amanah dan fungsi. Bukan sebagai suatu posisi dengan segala atribut sosial yang menyertainya.

Sikap Albert Burhan adalah ekspresi tanggungjawab untuk memungkinkan korporasi yang dipimpinnya memenangkan kembali kepercayaan jutaan pelanggan yang dibuat was-was oleh perilaku buruk pilot yang mabuk.

Bagi saya, sikap Albert Burhan, tidak sekadar menaikkan standar moral seorang pemangku amanah sebagai CEO BUMN. Benar pandangan yang menilai, dia mundur sebagai wujud tanggung jawab untuk menempatkan korporasi pada core bussines-nya.

Meski kebanyakan orang melihat core bussiness Citilink pada jasa transportasi penerbangan, saya melihat, core bussiness Citilink sesungguhnya adalah pelayanan publik. Karenanya, tindakan pilot yang mabuk, bukan hanya tindakan personal karyawan yang membahayakan pelanggan (pengguna jasa penerbangan) Citilink. Jauh dari itu, juga membahayakan korporasi secara keseluruhan.

Albert Burhan sebagai ‘pilot’ korporasi Citilink, boleh jadi merasa, sikap dan perangai buruk pilotnya, sebagai noktah korporasi yang menjadi bagian tanggungjawab CEO, kala korporasi lepas landas dan bergerak menuju pencapaian baru.

Sikap dan keputusan Albert Burhan, bagi saya, adalah contoh nyata integritas seorang pemimpin yang paham cara kapan harus naik, berapa lama mesti di puncak, dan paham pula bagaimana cara turun.

Mudah-mudahan Albert Burhan, merupakan cermin integritas dan kepribadian begitu banyak CEO dan komisaris BUMN yang menempatkan layanan kepada pelanggan, sebagai sesuatu yang utama dan prioritas.

Albert Burhan adalah contoh nahkoda yang paham amsal syair lagu Lancang Kuning: Lancang kuning berlayar malam, menuju ke laut dalam, lancang kuning menentang badai, tali kemudi berpilin tiga, kalau nahkoda kuranglah faham, alamat kapal akan tenggelam.”

Tali kemudi atau CEO mindset, terdiri dari tiga sulur : integritas, responsibilitas, dan kompetensi. Dengan cara itu, korporasi berorientasi pada kefahaman melayani pelanggan, yang akan berbuah pertumbuhan benefit dan profit yang berkelanjutan.

Dari sikapnya, saya yakini, Albert Burhan juga faham, Tuhan juga mengisyaratkan kepadanya: Bila selesai sesuatu urusan, mulai hibahkan tanggungjawab pada urusan lain.

Albert Burhan sudah memberikan cermin jernih di akhir tahun. Bravo !!! | 

Editor : sem haesy
 
Polhukam
23 Nov 17, 14:25 WIB | Dilihat : 220
Deddy Mizwar dan Syaikhu Terima Dukungan Tanpa Syarat
23 Nov 17, 07:04 WIB | Dilihat : 140
Mengadili Dosa Setya Novanto
20 Nov 17, 07:29 WIB | Dilihat : 484
Golkar Ingin Menceraikan Papa Setnov
Selanjutnya
Seni & Hiburan
31 Des 16, 10:27 WIB | Dilihat : 453
Tan Sri SM Salim Johan Musik Melayu
05 Des 16, 16:14 WIB | Dilihat : 659
Sabdo Pandito Rakjat, Memotret Kegaduhan Bangsa
25 Nov 16, 22:15 WIB | Dilihat : 466
Sting Menebar Pesan Damai di Bataclan
17 Nov 16, 12:59 WIB | Dilihat : 880
Dedikasi Jackie Chan Berbuah Oscar
Selanjutnya