Membaca Relief di Katedral Duomo Milan

| dilihat 3362

KISAH pembantaian dan penaklukan, derita korban penyaliban, terpampang dalam fragmentasi relief yang menghiasi dinding marmer bangunan megah banyak katedral di Eropa. Seolah hendak mengingatkan manusia tentang pertikaian yang berlangsung sejak perseteruan Kabil dan Habil.

Eksplorasi fragmen penaklukan dan pembantaian, pun terpampang di sekujur eksterior katedral Santa Maria del Fiore, Milano – Florentine – Italia, yang beken disebut Katedral Duomo. Menariknya, di balik patung dan relief semacam itu, hendak dialirkan kabar tentang: cinta, kasih sayang, dan kedamaian hidup harmonis.

Katedral Duomo sendiri lanskap kota dan bangunan paling terkenal di Milano, kota kedua setelah Roma yang menarik perhatian masyarakat dunia.

Duomo dibangun di atas puing katedral Santa Reparata di abad keempat. Bangunan katedral ini semula dirancang arsitek Arnolfo di Cambio (1296) dengan kubah besar sebagai fitur utamanya dirancang oleh Filippo Brunelleschi, setelah memenangkan kompetisi desain dan mengungguli arsitek Florentine lain, termasuk Lorenzo Ghiberti.

Perlu waktu sepuluh tahun untuk membangun kubah itu (1420-1436). Kubah sendiri sering diamsalkan sebagai ciri rumah ibadat bagi agama-agama samawi. Lewat elemen dekoratif itu, seperti semua katedral Gothic, berita keselamatan Kristen disampaikan.

Tradisi ini berbeda dengan tradisi Islam yang menyampaikan pesan keselamatan Islami melalui kaligrafi firman-firman Ilahi sesuai dengan tradisi tekstual dan tekstural yang mengekspresikan peradaban kalam.

Beberapa informasi dari perpustakaan katedral ini menunjukkan saya untuk akhirnya memahami, dalam skenario besar arsitektur Duomo – Milan, patung memiliki fungsi khas dan sangat penting. Baik patung hias, tinggi relief, maupun ukiran figuratif yang lega.

Tak kurang dari 3.400 patung dan lebih dari 700 figur diukir begitu rupa menjadi gambar timbul dalam marmer alto. Semua itu melengkapi fitur-fitur utama seperti kubah, jendela besar, 135 menara, pintu berpenampang ukiran logam, dan façade, yang diimajinasikan sebagai lambang dan citra Surga.

Tidakkah adegan-adegan dalam relief itu mengekspresikan teologi kekerasan, atau fragmentasi kekerasan dalam menyampaikan misi keselamatan Kristen? “Tidak begitu pemahamannya,” ungkap Alena, pemandu saya.

Ia menjelaskan, seluruh patung dan gambar timbul dalam marmer dan logam yang menghiasi katedral ini ingin melukiskan secara menyeluruh eksistensi Tuhan, nabi, para martir, dan orang kudus sebagai representasi penyelamatan nasib abadi manusia dari dosa korban Salib.

Setelah itu, mereka akan dipandu perawan Maria, naik ke titik tertinggi katedral untuk menyambut kedatangan Sang Juru Selamat kelak.

Seperti ungkap Alena, rekor Duomo belum terungguli hingga kini.

Patung-patung dan relief di Duomo, merupakan master dari beragam karya seni patung dan ukir yang menandai keunggulan Eropa Tengah, yang rutin dikirim ke Milan selama lima puluh tahun pertama keberadaan pematung sohor Fabbrica, bekerja sama dengan pemahat lokal untuk memberikan kontribusi sucinya kepada pembangunan katedral ini.

Patung-patung itu dengan segala adegan fragmentasinya membuat katedral ini menjadi karya paling lengkap dan sempurna yang mengacu pada karya seni patung Lombard tujuh abad yang lalu.

Adegan-adegan pembantaian yang terdapat pada relief marmer katedral ini, ungkap Alena, merupakan bagian artistik yang dihasilkan oleh jemari terampil para pematung yang tertantang memberi nilai artistik dan estetik bangunan yang megah ini.

Dan, yang menarik, jelasnya, postur patung-patung itu tak sedikit yang sama tinggi dengan postur pematungnya. Kesemua itu menjawab kepiluan pada masa perang dunia, ketika sejumlah patung harus diselamatkan dan dipindahkan ke ke Museum Duomo. |

N. Syamsuddin Ch. Haesy

Editor : Web Administrator
 
Energi & Tambang
Lingkungan
03 Des 25, 18:35 WIB | Dilihat : 552
Jangan Pernah Menentang Semesta
04 Agt 25, 02:48 WIB | Dilihat : 1229
Almaty Kazakhtan Sentra Suara Akal Sehat
16 Jun 25, 13:19 WIB | Dilihat : 1450
JFF 2025 Menyegarkan Imagineering Jakarta
Selanjutnya