Sebulan Koma, Michael Schumacher Jalani Terapi Otot dan "Terjaga"

| dilihat 1591

 

 
AKARPADINEWS.Com -  Tak terasa sudah satu bulan, legenda balap Formula 1, Michael Schumacher terbaring koma di rumah sakit  Grenoble Perancis.  Usai menjalani  terapi otot pada Selasa (28/1) agar otot-ototnya tak berhenti bekerja ataupun menyusut, kabar terbaru menyebutkan Schumacher sempat “terjaga” dari koma.
 
Kondisi terbaru Schumacher tersebut diberitakan surat kabar lokal Perancis yang dilansir dari NewYorkDaily Rabu (29/1),  bahwa Schumacher sudah “terjaga” dari koma namun harus menjalani proses pemulihan selama sebulan atau setahun. Malah diberitakan bahwa istri Schumacher, Corinna (44) nampak menanyakan perihal perkembangan itu ke rumah sakit.
 
Adanya pemberitaan tentang tanda-tanda kehidupan itu, tak dibenarkan dan tak dibantah oleh manajer sekaligus juru bicara keluarga mantan pembalap F1 itu, Sabine Kehm. Hanya saja, Kehm menyatakan pada BBC bahwa kondisi Schumacher dalam keadaan stabil.
Pada hari Selasa  (28/1) lalu, DailyMail memberitakan juga bahwa meski dalam keadaan koma, tubuh peraih tujuh juara dunia F1 itu masih berfungsi meskipun dalam keadaan istirahat , karena itu terapi otot yang dilakukan sangat penting agar otot-ototnya bisa seperti biasa, dan ketika dia terjaga dari komanya nanti, dia dapat mempergunakan tubuhnya dengan baik.
 
Dijelaskan dokter sebelumnya, bahwa  seseorang  dalam kondisi koma sekalipun  selalu ada kemungkinan sembuh. Akan tetapi responsif penderita bakal menurun. Mereka tidak membutuhkan bantuan pernafasan atau sirkulasi darah. “Pasien koma butuh anggota tubuh digerakan setiap hari, itu dilakukan agar otot-otot tubuhnya tak berhenti,”kata ahli pengobatan darurat, Professor Heinzpeter Moecke dikutip The Sun.
 
Sementara  itu, Jean-Marc Orgogozo, Professor of Neurology at the University of Bordeaux, mengatakan,' Setiap hari, setiap minggu, setiap pasien dalam keadaan koma, punya kemungkinan terjadi penurunan renponsif ataupun situasinya  berkembang.”Kesehatan Schumi yang makin membaik itu walau tak banyak perkembangannya memberi harapan segar bagi keluarganya. Bahkan keluarganya yakin, Schumi adalah seorang pejuang dan  tak akan menyerah begitu saja. Keluarga juga menampik Schumi mengalami koma permanen, seperti dilansir media sebelumnya karena belum ada keputusan resmi dari dokter yang menangani mantan pembalap berusia 45 tahun ini. Apalagi, sebelumnya dokter ahli bedah Colin Shieff, menyatakan terlalu dini menilai Schumi mengalami koma permanen.  
Pemberitaan  media  lainnya menyebutkan Schumi menderita penyakit kritis Apallic Syndrome, yaitu yakni kerusakan otak secara menyeluruh dengan batang otak yang masih normal.Tapi , menurut Colin Shieff, Apallic Syndrome baru bisa diketahui kalau sudah berbulan-bulan setelah trauma awal.
 
Mengulik peristiwa, ketika kecelakaan  terjadi pada 29 Desember 2013 lalu,  Schumacher mengalami pendarahan di kepalanya. Hal itu terjadi karena ia membentur batu saat terguling di arena ski, Meribel, Perancis. Akibatnya, Schumi mengalami cidera otak.
Dan tepat pada Rabu (29/1) kemarin,  hampir lima pekan atau sebulan sudah pembalap asal Jerman ini terbaring di rumah sakit.  Atas kondisi tersebut, pihak keluarga berupaya berbesar hati. Sabine Kehm,  menekankan bahwa setiap pernyataan tentang kesehatan Michael  (koma permanen) tak datang dari pihak manajemen ataupun dari tim dokter yang merawatnya. Sehingga itu harus dianggap sebagai sebuah spekulasi,  Namun Sabine tak menapik bahwa dokter juga mengingatkan pihak keluarga agar bersiap siap dengan kemungkinan terburuk.  
 
Beragam dukungan dari Fans hingga Tim Ferrari dan Tim Mercedes
 
Karena kondisinya yang masih mencemaskan, maka dukungan tak hanya datang  dari istrinya, Corinna, dua anaknya serta teman dekat saja, tetapi dukungan juga datang dari para fans di seluruh dunia hingga pihak Ferrari  ataupun  tim mercedes yang tak putus memberikan dukungan."Bertahun-tahun Michael bersama Ferrari, membuat dia menjadi salah satu dari kami. Ada (Schumacher) pernah memberi kami kegembiraan. Tapi kegembiraan yang paling besar saat ini yaitu saat bisa melihat Anda di Maranello (markas Ferrari) lagi, bersama dengan keluarga kedua yang Anda miliki," bunyi pernyataan resmi Ferrari yang dikutip dari Crash. 
Sedangkan tim Mercedes yang merupakan tim baru Schumacher sejak  Schumi memutuskan kembali berlaga di tahun 2010  hingga dia menyatakan pensiun pada 2012, juga memberi dukungan khusus di ajang F1 2014.Dukungan itu akan tertulis di badan mobil Mercedes W05 yang akan digunakan musim ini. Pesannya,"Tetap Berjuang Michael"(KeepFightingMichael). yang telah digunakan sebagai hashtag di akun Twitter yang digunakan para penggemar untuk mendukung Schumi.
 
 
Foto: AFP dan Getty Image
Editor : Nur Baety Rofiq
 
Humaniora
03 Sep 21, 12:31 WIB | Dilihat : 178
Membaca Tantangan Abad 21 dan Hegemoni Pendidikan Global
20 Agt 21, 09:28 WIB | Dilihat : 499
Politik Kematian Simbol Kediktatoran
17 Agt 21, 15:10 WIB | Dilihat : 133
Merdeka sebagai Badui dan Cara Menyelesaikan Masalah
13 Agt 21, 12:59 WIB | Dilihat : 177
Adzan Pilu di Tengah Coronastrope
Selanjutnya
Energi & Tambang
29 Mar 21, 20:15 WIB | Dilihat : 324
Pertamina Jamin Pasokan BBM Aman
28 Jan 20, 13:31 WIB | Dilihat : 1171
Komitmen Budaya pada Reklamasi Pertambangan
22 Okt 19, 12:46 WIB | Dilihat : 1424
Sinergi PHM dengan Elnusa Garap Jasa Cementing di Rawa
Selanjutnya