Perancis vs Kroasia Berebut Keajaiban Piala Dunia 2018

| dilihat 516

APA yang bakal terjadi di akhir pertandingan Piala Dunia Sepakbola yang digelar FIFA di Stadion Luzhniki Moskow – Russia, Ahad: 15 Juli 2018?

Akankah Perancis menaklukan Kroasia dan memboyong kembali Piala Dunia yang sedang mereka buru, setelah lepas dari tangan pada 2010?  Atau Kroasia yang akan memboyong piala itu ke Zagreb, di mana para fans mereka sudah menunggu, untuk menegaskan pertamakalinya, bahwa pecahan negara Yugoslavia itu mampu menaklukan tim negara flamboyan itu?

Adalah fakta, Perancis mengalahkan Belgia (1-0) dengan ‘setengah mati,’ sampai akhirnya sundulan Umtiti membawa berkah. Adalah realita, Kroasia mampu menaklukan Inggris (2-1), setelah di menit-menit awal jaring gawangnya bergetar oleh tendangan Trippier.

Tak mudah memprediksi apa yang kan terjadi. Prediksi paling mungkin, kedua tim nasional akan berjuang keras merebut momentum menjadi juara dengan perpanjangan waktu.

Suasana tahun 1998 akan terulang? Boleh jadi. Kala itu Perancis menang di kandangnya sendiri. Semangat mengulang sejarah inilah yang kini menyemangati tim Perancis. Tentu akan banyak terjadi momen-momen dramatik, termasuk trik-trik penetratif untuk menekan Kroasia. Sebaliknya, Kroasia dengan semangat penuh dengan dukungan Presiden Kolinda Grabar – Kitarovic yang molek.

Presiden Kolinda, Jum’at (13/7) mengatakan, dia tak sabar menunngu pertandingan final Piala Dunia melawan Prancis. Dia ingin melihat sendiri tim nasionalnya mengangkat Piala Dunia Sepakbola tinggi-tinggi. Karenanya, para pejabat di pemerintahannya kudu bekerja lembur untuk memenuhi tuntutan besar dan melayani para penggemar yang membutuhkan paspor, utnuk berangkat Moscow, menyaksikan langsung pertandingan final itu. Federasi Sepak Bola Kroasia telah meminta FIFA untuk tiket tambahan tetapi saat ini hanya tersedia di pasar gelap.

Dia dan banyak para Kroasian, ingin merasakan kembali suasana batin momen selebrasi ketika ‘pasukan’ Zlatko Dalic mengalahkan Inggris 2-1 di perpanjangan waktu pada hari Rabu (10/7/18). Suasana batin itu teresonansi dalam ekspresi kegembiraan yang meluah di Kroasia.

"Saya merasa sangat gembira, saya tidak tahu bagaimana saya akan menunggu sampai hari Minggu," kata Grabar-Kitarovic, yang akan menghadiri pertandingan final hari Ahad. "Terlepas dari prediksi apapun, saya percaya Kroasia akan menjadi pemenang. Kami adalah pemenang Piala Dunia 2018," katanya.

 Dia mengatakan seluruh pemain Kroasia sudah disiapkan untuk melampaui mimpi dan prestasi tim Perancis yang hendak mengulang kejayaan di Piala Dunia 1998. Ketika itu, Kroasia hanya menempati posisi ketiga.

Bahkan, Grabar-Kitarovic mengatakan, dia sudah menyiapkan kemungkinan, akan memberikan seragam tim nasional Kroasia kepada mitranya, Presiden Perancis Emmanuel Macron, yang hensem itu. Sebelumnya, dia sudah mengirim satu seragam tim nasional Kroasia kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri Inggris Theresa Mei.

“Saya akan ada di tengah pertandingan final, itu bukan hanya sebagai politisi atau presiden Kroasia, tetapi sebagai penggemar sepakbola Kroasia, sebagai seseorang yang pernah bermain sepakbola di masa kecil," tukasnya.

Untuk itu, Grabar-Kitarovic mewanti-wanti, agar wasit bertindak adil dan menciptakan suasana pertandingan yang baik. Dia tak ingin memprediksi pertandingan itu. "Saya tidak pandai dalam hal (memprediksi) itu. Hasilnya tidak penting, karena yang penting adalah kemenangan, bagi Kroasia."

Tak hanya itu, dia sudah memerintahkan aparatusnya untuk menyambut Tim Kroasia, pada Senin pukul 2:30 siang (1230 GMT) di Lapangan Stadion Utama Jelacic di Zagreb. Dia berharap, ribuan orang menyambut Tim Kroasia yang mereka banggakan.

Presiden Perancis Emmanuel Macron, punya ukuran tersendiri untuk menyambut kemenangan Tim Nasional Perancis di Piala Dunia Sepakbvola 2018. Usai membahas persoalan Suriah dan Ukraina dengan Vladimir Putin jelang final, sambil tersenyum, dia meyakinkan kemenangan akan berpihak kepada Perancis.

Seolah, Macron sedang mengkili-kili dukungan Moscow kepada Tim Les Blues - Tim Perancis, sebagaimana Moscow memberikan dukungan atas insiatifnya di lapangan politik, ihwal melanggengkan kesepakatan nuklir Iran.

Bila Presiden Kroasia, Kolinda Grabar-Kitarovic, yang foto bikinya mengguncang dunia beberapa waktu berselang, telah melansir pesan, "Bergembiralah untuk Kroasia hari ini. Mari kita bahagia bersama. Terima kasih Rusia! "

Macron enteng saja mengingatkan, di dunia yang semakin tak dapat diprediksi di mana Leicester dapat memenangkan Liga Premier dan dirinya  dapat menjadi Presiden termuda dalam sejarah Perancis dengan partai yang dia dirikan hanya setahun sebelumnya, segala sesuatu mungkin terjadi. Tak hanya surprise, tetapi kemenangan akan berulang. “La victoire sera répétée.”

Macron seolah ingin mengisyaratkan kemenangan, sesuai dengan prediksi berbagai kalangan dari berbagai pelosok dunia. Ivan Rakitic, mengisyaratkan, kecil kemungkian Kroasia memboyong Piala Dunia, tanpa ada keajaiban di luar empirisma.

Senyum Macron, seolah ingin mengatakan, seperti yang diutarakan Rakitic, “Saya menduga, akan ada ratusan juta orang yang berpihak kepada tim Perancis.” Setidaknya, Argentina, Spanyol, bahkan Jerman, Inggris dan Brazil sudah mengirimkan isyarat dukungan moral untuk kemenangan Perancis.

“Saya berharap kita akan membuat dunia bahagia dengan kemenangan besar. Kami pantas menang dan kami telah membuktikannya,” isyarat Macron.

Media-media di Perancis, seperti biasanya, kali ini menghidupkan narrow nationalism mereka. Le Parisien, koran di ibukota Perancis menulis, “Kami akan tangkap lagi kesempatan sebagai bintang (sepakbola dunia).” Koran itu mengisyaratkan, kemenangan yang bakal terjadi mirip dengan peristiwa tahun 1998, ketika Perancis mengalahkan Brasil.

Champs-Elysées akan dipadati lebih dari 1,5 juta orang dan pesta nasional akan berlangsung di jalan-jalan kota mode dunia, itu. Koran ini mengulas, Tim Perancis tak kan mengulang pedih Piala Euro 2016 melawan Portugal.

Paul Pogba, tegas mengisyaratkan, “Kali ini semuanya akan berbeda. Aku tahu bagaimana rasanya kalah di final. Sangat pahit. Ini tak boleh terjadi."

Kyle "Mbalia" sang supersonik yang dijuluki Le Parisien sebagai "X Factor" tim, diharapkan membuat keajaiban.

Omar Sy, salah satu aktor paling dicintai di Perancis dari salah satu "banlieues" (pinggiran kota) multietnis di negara itu, telah mengirimi Tim Nasional Perancis, pesan yang bersemangat untuk mengatakan, "Merci" untuk semua yang telah mereka lakukan untuk kebanggaan dan kohesi nasional.

Tim Nasional Perancis, kini sedang dibakar oleh gelora nationalisme étroit, karena menyandang keragaman simbol : kesatuan, keragaman, harapan, ambisi, dan kebeliaan. Rakyat Perancis yang diwakili para tokohnya, seolah serempak berseru “Faites nous rêver.” Wujudkan mimpi kami !

Terlepas dari koneksi kejayaan masa lalu, yang akan dilihat adalah, Deschamps dan pasukannya merebut momentum kemenangan itu. Dunia akan menonton, dan tidak sabar menunggu jawaban kongkret di lapangan hijau.

Boleh jadi, Perancis akan menurunkan: Hugo Lloris; Benjamin Pavard, Raphael Varane, Samuel Umtiti, Lucas Hernandez; Paul Pogba, Ngolo Kante; Kylian Mbappe, Antoine Griezmann, Blaise Matuidi; Olivier Giroud.

Mereka akan berhadapan dengan Tim Kroasia dalam komposisi (kemungkinan) : Danijel Subasic; Sime Vrsaljko, Dejan Lovren, Domagoj Vida, Ivan Strinic; Ivan Rakitic, Marcelo Brozovic; Ante Rebic, Luka Modric, Ivan Perisic; Mario Mandzukic.

Final Piala Dunia, meski akan menampakkan juga rima-rima ‘kelelahan’ di antara semangat yang membuncah, akan memacu Tim Nasional Perancis untuk ‘menunjukkan kejawaraannya.’ Mereka akan sangat fokus dan menggunakan strategi Napoleon menaklukkan Pulau Elba, “Napoléon conquérant l'île d'Elbe.”

Meski tak menanggalkan sifat serus (tapi) santai alias sersan, mereka mempersiapkan final ini sebagai pertandingan normal. Memang, untuk menjadi juara dunia, Les Bleus harus memenangkan tantangan fisik menghadapi tim Kroasia, yang menyimpan ‘luka lama’ masa lalu, ketika ditaklukan Hongarian. Kroasia, tetap berbahaya bagi Perancis. Tetapi Prancis telah menunjukkan, perangai keras Kroasia akan mereka hadapi dengan soliditas yang terintegrasi.  

Tim Kroasia akan mati-matian menaklukan Tim Perancis, karena mereka tahu: Hanya Kroasian saja yang menghendaki Tim Kroasia menang. Harapan, itu yang membuat mereka bisa berseru, kendati tak ada yang menjagokan, tetapi Vatreni berhak mendapatkan tempat mereka di akhir pertandingan dengan kemenangan yang agung dan ajaib. Dan mereka tidak akan pernah lelah berjuang untuk menang.

Tim Kroasia adalah 'Generasi emas' yang dipimpin oleh Luka Modric, generasi yang tidak terkejut oleh fakta bahwa mereka berada di final. Mario Mandzukic dan Ivan Rakitic pencetak gol di final Liga Champions UEFA terakhir, akan membuktikan siapa dirinya di Moscow. Mereka yakin, Tim Perancis satu langkah menjauh dari keajaiban, itu. Dan mereka sangat sadar akan hal itu. Sadar, merekalah yang berhak meraih keajaiban itu.

Kapten dan penjaga gawang Prancis Hugo Lloris menyadari, itu dan berbicara, "Ini momen yang hebat, sesuatu yang benar-benar unik dalam seumur hidup," katanya.

Dengan gaya Perancis yang khas, Lloris mengatakan, "Ini adalah puncak - tidak ada lagi yang lebih penting dari menang. Kami sangat fokus dengan tetap memelihara energi positif. Kroasia tidak diragukan, pantas beroleh kesempatan terhormat berada di sini menghadapi kami. Mereka adalah tim yang fantastis, tapi kami harus memainkan pertandingan yang sempurna!"

Malam ini di Stadion Luzhniki di Moskow, baik Hugo Lloris dari Prancis atau Luka Modric dari Kroasia akan menjadi salah satu yang akan mengangkat Trophy Piala Dunia, itu. Dan Kaka, pemain terakhir yang dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia sebelum Cristiano Ronaldo dan Messi bermula, telah terkesan oleh Luka Modric.

Menurutnya, "Luka Modric pemain luar biasa hari ini di level tertinggi. Dia layak menjadi pemenang Golden Ball berikutnya." Akankah Tim Kroasia menjadi pemenang?  Perancis akan menang, bila Luka terluka. | Teaque, Jie, Sem

Editor : sem haesy | Sumber : berbagai sumber
 
Seni & Hiburan
10 Jul 18, 10:28 WIB | Dilihat : 558
Anggi.. Lepaskan
09 Jul 18, 16:34 WIB | Dilihat : 606
Ketika Polisi Berpuisi di Watulumbung
26 Jun 18, 11:26 WIB | Dilihat : 1219
Percakapan di Lereng Bukit
19 Jun 18, 15:10 WIB | Dilihat : 663
Gegauan Sate Buntel
Selanjutnya
Humaniora
07 Agt 18, 10:55 WIB | Dilihat : 1541
Igauan Intelektualisma Pasal Lawan dan Libas
27 Jul 18, 10:57 WIB | Dilihat : 1965
Pegiat Budaya Depok Silaturrahmi Ke PCNU Kota Depok
21 Jul 18, 14:02 WIB | Dilihat : 1154
Gigi
Selanjutnya