Bila Mou Melatih MU

| dilihat 2309

AKARPADINEWS.COM | TIGA laga tanpa kemenangan yang dilakoni Manchester United (MU), menempatkan posisi sang pelatih, Louis Van Gaal, di ujung tanduk. Fans Setan Merah semakin jengah dan menuntut manajemen MU segera mendepak sang pelatih asal Belanda itu.

Sejak pertengahan musim ini, fans MU sudah menggaungkan nama Jose Mourinho untuk menggantikan sang meneer. Pelatih berjuluk The Special One itu dianggap mampu membawa MU kembali merengkuh tahta di Liga Inggris setelah beberapa musim mengalami penurunan kualitas permainan.

Sejak pensiunnya Sir Alex Ferguson, MU seakan kehilangan sentuhan dalam permainannya. Di tangan David Moyes, yang ditunjuk langsung Ferguson sebagai penggantinya, permainan MU justru menurun dan sulit bersaing di papan atas. Selama 10 bulan ditangani Moyes, MU hanya berhasil mengantongi kemenangan sebanyak 27 pertandingan. Meski tak berakhir baik, Moyes mempersembahkan trofi Community Shield kepada MU.

Dua musim di tangan Van Gaal, MU tidak mengalami perbaikan. Bahkan, MU harus rela tidak bisa tampil di Liga Champions Eropa karena hanya menduduki peringkat keempat di liga Premier Inggris musim lalu dan gagal dalam fase kualifikasi.

Meski telah diberi kesempatan lebih, tidak seperti Moyes yang diputus kontraknya sebelum satu musim, Van Gaal tidak berhasil mengangkat performa MU. Setiap pembelian pemain yang dilakukan oleh Van Gaal pun tidak memberikan dampak positif atas performa klub. Bahkan, Angel Di Maria, pembelian termahal MU era Van Gaal hingga 60 miliar Poundsterling setara dengan 1,1 triliun Rupiah, hanya bertahan satu musim dan akhirnya pindah ke Paris Saint-Germain.

Total pembelian pemain yang dilakukan oleh Van Gaal hingga musim ini mencapai 261,7 miliar Poundsterling atau setara dengan Rp4,9 triliun. Tanpa memberikan dampak yang signifikan, pembelian pemain dengan dana luar biasa itu dianggap fans MU sebagai pemborosan.

Apalagi, setelah berapa hari lalu, MU ditaklukan Sunderland di Liga Premier dengan skor 2:1, menjadi tamparan bagi Van Gaal, karena Sunderland saat ini berada di posisi kedua dari bawah klasemen. Van Gaal menyadari dirinya sudah hampir habis di Old Traford. Dia pun siap bila didepak manajemen MU.

Meski demikian, MU belum dapat menggunakan jasa Mourinho di musim ini yang sudah menuju akhir. Kemungkinan besar, bila Van Gaal didepak, MU harus bertahan sementara di bawah asuhan asisten pelatih Van Gaal saat ini, yakni Ryan Giggs.

Pilihan menjadikan Giggs sebagai pelatih pengganti sementara merupakan pilihan logis bagi MU. Pasalnya, pria asal Wales itu sudah mengetahui karakteristik permainan MU. Giggs sendiri merupakan produk akademi MU yang sudah sekian lama membela MU di lapangan hijau. Giggs juga pernah menjadi pelatih sementara MU kala Moyes didepak oleh manajemen MU pada April 2014.

Akan tetapi, Giggs rasanya tidak yakin mampu membuat MU kembali kepada jalurnya jika dipercaya menjadi pelatih sementara. Pasalnya, dia menilai, pemecatan menjelang akhir musim seperti saat ini bukan hal yang baik untuk atmosfer pemain. Dirinya juga melihat keadaan saat ini berbeda dengan keadaan ketika dirinya menggantikan Moyes pada akhir musim 2013-2014.

Tekanan berat fans memang tengah dihadapi manajemen MU. Karena, fans terus harus dikecewakan dengan permainan MU yang kurang baik selama dua musim ini. Melihat tekanan luar biasa tersebut, Moyes unjuk bicara perihal keadaan MU dan Van Gaal. Mantan pelatih Everton itu mengatakan, MU jangan menjadi klub yang suka memecat pelatihnya saat performa buruk. “Saya rasa, MU jangan sampai menjadi klub yang identik dengan pemecatan pelatihnya. Saya memang kecewa ketika saya dipecat saat saya baru melatih selama 10 bulan,” ungkap Moyes.

Pelatih asal Skotlandia tersebut menilai, MU merupakan klub yang mapan dan dewasa sehingga tak layak menjadi klub yang hanya terus memecat pelatihnya. “Kita semua setuju bahwa MU masih dapat bertahan dan tidak sekedar menjadi klub yang dikenal senang memecat pelatihnya. Saya rasa dia (Van Gaal) tidak dipecat oleh manajemen,” ujarnya.

Pendapat Moyes itu memang ada benarnya. Karena, dengan kerap memecat pelatih yang gagal, sebuah sistem kepelatihan dalam sebuah klub akan rusak dan kehilangan bentuk serta karakteristiknya. Meski demikian, tuntutan pecinta MU pun kiranya perlu diperhatikan. Karena, mereka merindukan klub kesayangannya untuk kembali merajai Liga Premier Inggris seperti saat dilatih Ferguson.

Nasib Van Gaal di ujung tanduk. Dan, rumor jika Mourinho akan menggantikannya di musim mendatang pun sampai di telinga pelatih asal Portugal tersebut. Mou, sapaan akrabnya, berkomentar saat dirinya berada di Milan, Italia. Dia tidak dapat menjawab apakah akan melatih MU musim depan. “Saya masih menghargai posisi setiap pelatih dari klub manapun,” ujarnya.

Saat ditanya akan kemana dirinya melatih musim depan, Mou mengaku tidak sedang mencari klub untuk dilatih. “Klub saya nantinya? Saya masih belum mengetahui kemana. Tapi, ada satu hal yang bisa saya pastikan, saya mencintai sepakbola dan saya akan kembali dengan semangat dan ambisi yang saya miliki nantinya (ketika kembali melatih),” terangnya.

Jawaban Mou itu memang tidak menegaskan dirinya akan menjadi pelatih MU di musim mendatang. Tetapi, dengan kedatangan Josep Guardiola sebagai pelatih Manchester City musim depan, kemungkinan Mou berlabuh ke Old Traford cukup besar. Pasalnya, kedua pelatih tersebut terkenal sebagai seteru abadi kala keduanya masih berkarir di La Liga Spanyol.

Guardiola yang pernah melatih Barcelona dan Mou melatih Real Madrid, telah menyuguhkan atraksi sendiri bagi La Liga. Apalagi, keduanya dikenal sebagai pelatih yang memiliki ambisi membawa kejayaan bagi klub yang dilatih. Bila benar Mou melatih MU, maka Liga Premier Inggris akan kembali hidup dengan persaingan kedua pelatih itu untuk merebut tahta juara Liga Premier Inggris.

Harapan Mou melatih MU tidak hanya soal menaikkan klub tersebut kembali menjadi klub elit Inggris. Namun, kehadiran Mou diharapkan mampu membawa pulang kebanggaan MU yang kini membela Real Madrid, yakni Cristiano Ronaldo. Mou dikenal memiliki kedekatan dengan Ronaldo kala melatih Madrid. Kepulangan Ronaldo juga diharapkan mampu mengatrol pendapatan dari sponsorship.

Meski sulit memboyong Ronaldo kembali ke MU, namun bila itu terjadi, kepercayaan fans kepada manajemen MU akan kembali bangkit sehingga pendapatan tiket dari fans akan meningkat. Selain dikaitkan dengan upaya mengembalikan Ronaldo ke MU, Mou diyakini dapat menarik rekan setim Ronaldo di Madrid, yakni Gareth Bale.

Pemain asal Wales itu diyakini dapat menjadi alternatif kelak Mou melatih MU, tidak dapat mendatangkan Ronaldo. Apalagi, Bale masih terbilang muda dan dapat menambah daya gedor MU yang kini sudah kehilangan sentuhan dari sektor sayapnya.

Mungkin saja, dengan berlabuhnya Guardiola ke Liga Premier Inggris musim depan, Mou ditarik lagi melatih klub Liga Premier Inggris pasca dipecat Chelsea pertengahan musim ini. Dinamika rivalitas keduanya akan menarik perhatian publik sepakbola dunia ke tanah Ratu Elizabeth tersebut. Dengan begtu, Liga Premier Inggris akan beralih rupa dan mampu mengalahkan pamor La Liga Spanyol.

Muhammad Khairil

Editor : M. Yamin Panca Setia | Sumber : BBC/Daily Mail, Irish Examiner/Manchester Evening News
 
Humaniora
30 Mar 21, 13:09 WIB | Dilihat : 271
Wawan Wanisar Tak Sekadar Aktor
10 Mar 21, 14:47 WIB | Dilihat : 337
Peta Jalan Keselamatan
Selanjutnya
Ekonomi & Bisnis
14 Mar 21, 23:46 WIB | Dilihat : 235
Sindroma Ambivalensia
16 Des 20, 07:56 WIB | Dilihat : 402
Peta Bank Syariah di Indonesia Berubah
09 Okt 20, 21:01 WIB | Dilihat : 398
Mengharap Garuda di Langit
03 Okt 20, 19:40 WIB | Dilihat : 337
KAMI Tolak Bailout Jiwasraya 22 Triliun Rupiah
Selanjutnya