Kelola Sumberdaya Alam secara Efisien

| dilihat 679

Bang Sem

POLITIK negara terhadap sumber daya alam adalah keperluan asasi dalam proses pembangunan yang visioner dan berkelanjutan.

Kita menyebutnya, politik sumberdaya alam. Yaitu: kebijakan dasar negara yang mengikat se­luruh pihak di dalam wilayah kedaulat­annya, untuk mengelola sumber daya alam secara cerdas, arif, efisien, produktif, dan bermanfaat langsung bagi keejahteraan rakyat.

Untuk mencapai kondisi semacam itu, kita perlu memusatkan kepedulian pengelolaan sumber daya alam secara lebih kongkret.

Pertama, untuk memenuhi – dan secara efektif - efisien men­jamin -- peningkatan daya saing bangsa secara kualitatif;

Kedua, untuk menciptakan kondisi lingkungan hidup manusia yang cerdas, sehat dan mampu ecara ekonomi, dipandu orientasi hidup produktif dan bertanggung jawab;

Ketiga,  untuk membangun kesadaran kolektif seluruh warga negara dan warga bangsa melakukan per­lindungan, pelestarian, reha­bilitasi, dan pe­manfaatan alam berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya.

Ketiga sentra kepedulian itu, mesti diwujudkan dalam tata kehidupan sehari-hari, dengan ditopang oleh : tradisi dan bu­daya, ilmu penge­tahuan dan teknologi, politik, ke­mampuan mengelola keuangan negara, dan pengembangan pusat-pusat unggulan  peradaban.

Kepedulian semacam ini diperlukan, agar terjadi keseimbangan ruang bagi manusia dan sumber daya alam. Keseimbangan ruang se­macam ini diperlukan untuk me­wujudkan kondisi mental yang sehat.

Sedangkan mental yang sehat akan ber­pengaruh langsung terhadap ke­pribadian, dan akhirnya terhadap watak bangsa.

Watak dan kepribadian bangsa yang ter­bentuk oleh keseimbangan ruang dan sumber daya alam, pada akhirnya akan menentukan kualitas bangsa di kemudian hari. 

Terkait dengan keperluan asasi kita tentang kualitas bangsa inilah, maka politik sumber daya alam harus di­tegaskan dalam keseluruhan perencanaan pembangunan secara nasional.

Kita sependapat dengan pandangan cendekiawan almarhum Soedjat­moko,  bahwa pengendalian diri manusia harus selalu dilakukan, supaya dapat di­wujudkan suatu landasan sosial yang luas.

Terutama dalam mengejar tingkat kehidupan yang lebih tinggi. Dengan cara demikian, kenaikan tingkat hidup dapat di­rasakan oleh masyarakat luas dan bukan hanya oleh suatu golongan kecil masyarakat.

Maka hidup di dalam batas sumberdaya alam yang ada pada kita, bukan merupakan argumentasi anti-moderen atau anti-pembangunan. Melainkan suatu syarat mutlak untuk maju dan menggerakkan modernisasi se­cara lebih luas. Termasuk di dalamnya, untuk menegakkan kemerde­kaan aasi kita sebagai bangsa.

Kata kuncinya adalah kesederhanaan hidup, sebagai refleksi dan ekspresi sikap efektif dan efisien, yang menjelma dalam produktiv­itas (berinisiatif, krea­tif, dan inovatif), sehingga dapat me­nentukan kemampuan kita mengelola sumber daya alam sebagaimana mestinya.

Selaras dengan pandangan inilah, perlu perumusan visi kebangsaan dalam mengelola sumber daya alam, secara kolektif. Paling tidak, untuk menegaskan visi: Sumber daya alam sebagai ruang hidup lestari dan serasi bagi ke­hidupan manusia (pada kurun waktu tertentu).

Dengan visi semacam ini, kita dapat memahami, bahwa sumber daya alam yang kita miliki, sungguh merupakan wahana yang disedia­kan Tuhan kepada bangsa yang ber­fikir, ber­adab, dan berotoritas.

Bangsa yang mampu mengelola sumberdaya alam secara cerdas dan arif, sehingga bermanfaat sangat luas secara transgeneratif melintasi jaman.

Beranjak dari pemikiran demikianlah, pemanfaatan sumberdaya alam secara efektif dan efisien, menjadi penting. Dan, subsidi bahan bakar minyak (BBM) menjadi strategis.|

 

Editor : sem haesy
 
Polhukam
18 Okt 18, 21:22 WIB | Dilihat : 185
Zahid Hamidi Ditangkap, UMNO Marah
16 Okt 18, 13:49 WIB | Dilihat : 371
Rima Politik Malaysia Selepas Anwar Kembali ke Parlemen
04 Okt 18, 13:17 WIB | Dilihat : 469
Memulai Percakapan Penguasa dengan Rakyat
01 Okt 18, 22:27 WIB | Dilihat : 411
Menjadi Pemilih Berdaulat
Selanjutnya
Seni & Hiburan
20 Okt 18, 10:31 WIB | Dilihat : 157
Delapan Tahun Konsistensi Jakarta Melayu Festival
17 Okt 18, 17:37 WIB | Dilihat : 452
Melayu Menenun Cindai Keadaban Bangsa
10 Jul 18, 10:28 WIB | Dilihat : 623
Anggi.. Lepaskan
09 Jul 18, 16:34 WIB | Dilihat : 701
Ketika Polisi Berpuisi di Watulumbung
Selanjutnya