Pertambangan

Ekspor Pertambangan Indonesia Turun 27,58 Persen

| dilihat 1732
 
JAKARTA, AKARPADINEWS.Com - Nilai ekspor Indonesia Juli 2014 mencapai 14,18 miliar dolar AS atau mengalami penurunan sebesar 7,99 persen dibanding ekspor Juni 2014. Di sektor pertambangan dan lainnya penurunan mencapai 27,58 persen.
 
Penurunan ekspor secara keseluruhan juga terjadi bila dibanding Juli 2013 sebesar 6,03 persen. Data Badan Pusat Statistik yang dilansir pada Senin (1/9) menyebutkan pula bahwa ekspor nonmigas Juli 2014 mencapai 11,63 miliar dolar AS, turun 7,86 persen dibanding Juni 2014, demikian juga bila dibanding ekspor Juli 2013 turun 9,17 persen.
 
Nilai ekspor menurut sektor, ekspor hasil industri pengolahan nonmigas periode Januari-Juli 2014 naik sebesar 3,37 persen dibanding periode yang sama tahun 2013, sementara ekspor hasil pertanian nonmigas turun 0,21 persen, dan ekspor hasil tambang dan lainnya nonmigas turun sebesar 27,58 persen. 
 
Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Juli 2014 mencapai 103,00 miliar dolar AS atau menurun 2,97 persen dibanding periode yang sama tahun 2013, demikian juga ekspor nonmigas mencapai 84,77 miliar dolar AS atau menurun 3,17 persen.
 
Data BPS juga menyebutkan bahwa penurunan terbesar ekspor nonmigas Juli 2014 terhadap Juni 2014 terjadi pada perhiasan atau permata sebesar 330,1 juta dolar AS (50,87 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewan atau nabati sebesar 31,9 juta dolar AS (1,68 persen).
 
Dalam keterangannya, Kepala BPS Pusat Suryamin juga melansir data bahwa ekspor nonmigas ke Amerika Serikat Juli 2014 mencapai angka terbesar yaitu 1,30 miliar dolar AS, disusul ke negara Cina 1,19 miliar dolar AS dan Jepang 1,11 miliar dolar AS, dengan kontribusi ketiganya mencapai 30,95 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar 1,45 miliar dolar AS. 
 
 
Ekspor Jabar Naik 
Selanjutnya, ekspor komoditas dari Jabar mengalami peningkatan. Pada Juni 2014 ekspor tercatat sebesar 2,41 miliar dolar AS. Angka itu naik sebesar 7,15 persen dibandingkan posisi ekspor bulan Mei.
 
Kepala BPS Jabar Gema Purwana di laman pemprov Jabar mengatakan, ekspor non migas masih mendominasi komoditas ekspor asal jabar. Ekspor non migas mencapai  2,28 miliar dolar atau naik 5,71 persen dibandingkan Mei.
 
"Sementara ekspor migas 122,73 juta dolar AS, naik signifikan sebesar 43,6 persen dibandingkan bulan Mei," ujarnya.
 
Secara komulatif ekspor Jabar Januari-Juni 2014 mencapai 13,57 miliar  dolar AS atau naik 3,63 persen dibandingkan Januari-Juni tahun 2013. Negara tujuan ekspor dari Jabar terbesar masih ke Amerika Serikat disusul Jepang dan Thailand.Ekspor itu merupakan hasil dari industri dan pertanian di Jabar.
Editor : Nur Baety Rofiq
 
Lingkungan
24 Mar 19, 11:13 WIB | Dilihat : 617
Surat Gubernur Anies Baswedan untuk Pekerja Proyek MRT
06 Mar 19, 12:36 WIB | Dilihat : 356
Sungai Bersih dan Masjid Jamek Pesona Khas Kuala Lumpur
02 Mar 19, 00:45 WIB | Dilihat : 382
Beranda Jakarta dan Rekacita Masjid Terapung Ancol
27 Feb 19, 13:14 WIB | Dilihat : 348
Jangan Menutup Matahari dengan Jemari
Selanjutnya
Polhukam
25 Mei 19, 23:15 WIB | Dilihat : 83
Warga Sipil Harus Dihormati dan Dilindungi
19 Mei 19, 20:33 WIB | Dilihat : 322
Daulat Rakyat vs Intervensi Teritori Internasional
13 Mei 19, 21:39 WIB | Dilihat : 390
Tun Dr. Mahathir : Rakyat Bebas Mengeritik Pemimpin
05 Mei 19, 13:22 WIB | Dilihat : 360
Politisi Datang dan Pergi, Wartawan Tetap di Tempatnya
Selanjutnya