Wayang

Widura, Penasehat Penuh Rasa Keadilan

| dilihat 8512

AKARPADINEWS.Com - Cerita wayang biasanya dihiasi dengan tokoh-tokoh baik yang gagah perkasa dan sempurna secara fisik. Namun, tidak sedikit tokoh-tokoh baik digambarkan memiliki cacat fisik atau rupa yang tak sempurna. Salah satunya ialah tokoh Yamawidura atau dikenal umum dengan nama Arya Widura. Tokoh tersebut berasal dari Epos Mahabharata.

Widura merupakan adik dari Drestarata dan Pandu Dewanata. Mereka bertiga merupakan saudara satu ayah, yakni Resi Abiyasa. Ibu dari Drestarata ialah Ambika, ibu dari Pandu ialah Ambalika dan ibu dari Widura ialah seorang emban bernama Datri. Meskipun berbeda ibu, ketiganya saling mengasihi satu dengan yang lain.

Widura memiliki cacat pada bagian kakinya dan ia tidak memiliki kesaktian seperti Drestarata maupun Pandu. Meskipun demikian, ia memiliki pengetahuan ketatanegaraan yang handal sehingga dirinya diangkat menjadi penasehat kerajaan Astinapura.

Selain menjadi penasehat kerajaan, Widura yang juga pakar hukum dan memiliki rasa keadilan yang tinggi juga diangkat menjadi jaksa tinggi kerajaan Astinapura. Rasa keadilan yang tinggi dikarenakan Widura merupakan titisan dari Dewa keadilan dalam dunia pewayangan, yakni Bathara Dharma.

Dalam epos Mahabharata, Widura memiliki beberapa peran penting. Di antaranya ialah menolong Pandawa dari siasat licik Kurawa yang ingin membakar hidup-hidup di sebuah gubuk. Widura menyelamatkan Pandawa dengan cara mengirim utusannya untuk menggali lubang dari bawah gubuk tersebut menuju ke tempat yang aman.

Selain itu, Widura juga menjadi penyelamat Drupadi yang menjadi barang taruhan oleh Pandawa dalam lakon pandawa dadu. Di dalam lakon tersebut, Widura mencoba menegosiasi Duryudana untuk melepas Drupadi dan tidak memasukkannya ke dalam harta yang dimenangkan dalam permainan dadu tersebut. Atas desakan Widura, Duryudana melepaskan Drupadi sehingga Drupadi pun dapat mengikuti pengasingan bersama dengan para Pandawa.

Selama perang Bharatayudha, Widura memerintahkan putranya, Sanjaya, untuk menjadi mata bagi Drestarata yang buta. Sanjaya bertugas untuk melaporkan keberlangsungan perang bharatayuda. Siapa saja yang memenangkan perang dan siapa saja yang gugur di medan laga wajib diceritakan Sanjaya kepada Drestarata.

Setelah memberikan tugas itu pada Sanjaya, Widura meninggalkan Astinapura dan memilih untuk bertapa di hutan. Setelah perang selesai, Pandawa menemukan Widura sudah meninggal dalam keadaan bertapa di hutan.

Tokoh Widura merupakan tokoh yang dikenal akan watak keadilan, kejujuran dan selalu tenang dalam menghadapi segala masalah. Meskipun dirinya memiliki cacat fisik dan tidak memiliki kesaktian yang tinggi, Widura menunjukkan dirinya dapat berguna bagi kerajaan Astinapura melalui pengetahuan dan sikap keadilan yang dimilikinya.

Widura menunjukkan, kekurangan yang dimilikinya bukanlah sebuah hambatan untuknya berbakti pada negeri. Muhammad Khairil.

Editor : Nur Baety Rofiq
 
Energi & Tambang
10 Okt 26, 19:38 WIB | Dilihat : 259
Pertamina Dukung Pengelolaan Sampah Kawasan Mandalika
31 Agt 26, 07:54 WIB | Dilihat : 393
Jebolan Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan dengan Iwak
28 Agt 26, 17:30 WIB | Dilihat : 471
PHE Perkuat Kemitraan Masyarakat
18 Agt 26, 18:17 WIB | Dilihat : 615
PHE Pertegas Komitmen Jaga Ketahanan Energi Nasional
Selanjutnya
Polhukam
24 Okt 26, 03:59 WIB | Dilihat : 92
Demonstrasi Besar Prancis Dimulai Aksi Siswa
09 Okt 26, 18:12 WIB | Dilihat : 296
Gerakan Koperasi Senafas dengan Dakwah Ekonomi SI
04 Okt 26, 00:39 WIB | Dilihat : 354
Aktivasi Telinga dan Benahi Cara Komunikasi
28 Sep 26, 21:21 WIB | Dilihat : 340
Dunia Tak Memerlukan Janji Baru
Selanjutnya