Piala Dunia Sepak Bola 2018

Sundulan Berkah Umtiti Hantar Perancis ke Final

| dilihat 788

SUNDULAN berkah (En-tête béni) Samuel Umtiti (5) mengantar tim sepakbola Prancis mewujudkan mimpi ‘gila’ mereka untuk merebut kembali posisi sebagai jawara di final Piala Dunia 2018, pekan depan.

Umtiti memainkan perannya di stadium St. Petersburg - Russia, Rabu (11/7/18) dinihari waktu Indonesia Barat, sehingga the Blues akhirnya mampu menyingkirkan Belgia yang sangat ‘berbahaya’ (1-0), itu.

Sejak beberapa hari berselang, saya sudah menjagokan tim Perancis. Kendati dalam keseluruhan konteks, Tim Belgia tak bisa diabaikan.

Pertandingan semi final Perancis – Belgia yang memikat, memperlihatkan ketangguhan kedua tim yang sama mempunyai taktik dan strategi memukau. Kekompakan tim, kemampuan dan daya tahan seluruh pemain, serta kesungguhan mendapat momentum untuk maju ke babak final.

Kesemua itu, menjadi tiket utama bagi Perancis melanjutkan mimpinya yang terpelihara bertahun-tahun. Sejak menjadi juara dunia tahun 1998, Perancis perlu memelihara semangat selama 8 tahun untuk merebut momentum di tahun 2006. Selanjutnya, 12 tahun mereka mesti menahan diri untuk ‘menguasai’ Piala Dunia 2018.

Sundulan berkah Umtiti yang menghasilkan gol, membuat tim Perancis, turun ke lapangan di awal babak kedua sudah cukup membahagiakan para pemain di lapangan. Mereka bisa menarik nafas sesaat, membebaskan diri dari tekanan perasaan dan harapan fans yang sedemikian besar. Juga menggoda bilangan besar di pasar taruhan.

Pertandingan kedua tim di semi final ini memang mendebarkan. Pola serangan dan pertahanan kedua tim, luar biasa indah, dan menguras keringat. Sekaligus menguras perasaan penonton dan fans fanatik kedua tim.

Pada tiga puluh detik pertama pertandingan yang keren itu, Mbappé dan kawan-kawan seperti menggunakan akselerasi turbo yang elok. Ia mengisyaratkan dirinya, laksana petir bagi tim Belgia, yang sejak awal pertandingan, mengendalikan permainan.

Para pemain Belgia menunjukkan kepiawaian untuk menghadapi pertahanan tim Perancis dengan tekanan yang serempak. Belgia yang nampak ‘ganas’ kerap membuat pemain Perancis yang terkesan ‘pemalu’ dan hendak menampakkan citra negerinya yang ‘manis,’ terdesak.

Kesan itu tertangkap, pada seperempat jam pertama ketika situasi kian menekan. Terutama, setelah Pogba nampak ragu-ragu merespon umpan buruk dari Lloris. Apalagi, Hazard tak menampakkan peran yang cocok pada posisi yang sangat baik di sebelah kiri. Meskipun Lloris mampu menghadang Belgia yang terus menerbitkan kesan terbaik di lapangan. Khasnya, setelah sepak pojok, bola kembali ke kaki Alderweireld, yang berputar sebelum memperkuat posisi sebelah kiri. The Spur melihat rekan satu timnya lebih rileks dengan umpan indah untuk serangan yang menentukan.

Situasi berubah dinamis. The Blues keluar sedikit demi sedikit dan akhirnya menunjukkaan serangan balik yang elok, melalui aksi terbaik yang dilakukan Griezmann dan Pogba.

Pesona permainan Perancis menunjukkan rising action, ketika di posisi sayap kanan, Mbappé memperkuat Pavard yang bergerak ke depan. Keduanya menghadapi Courtois, yang ‘mengancam’ kiper The Blues.  Tapi, situasi inilah yang memberi peluang bagi Umtiti memetik skor.

Sundulan kepala Umtiti, boleh jadi tak terduga, sehingga tidak dihadang oleh pemain Belgia yang masih kokoh menghadapi tekanan. Serangan tim Perancis, bahkan terkesan tidak begitu menguatirkan pertahanan Varane. Apalagi, Mertens memaksa Lloris bergerak ke arah kotak penalti.

Di antara pemain Prancis yang dikunci oleh kepungan tim Hazard yang terkesan kasar, membuka peluang bagi Umtiti untuk melompat dan menggunakan kepalanya memasukkan bola ke gawang. Itulah en-tête béni yang membuka jalan bagi Perancis ke final.

Umpan-umpan Carrasco dan Batshuayi terkesan tidak mengubah apa pun. Belum lagi, Courtois kudu keluar untuk menghindari gol kedua di depan Griezmann dan Tolisso, sampai peluit ditiup wasit dan membebaskan mereka dari tekanan. Bagi Perancis, mimpi memboyong kembali Piala Dunia dan mengaraknya kembali di sepanjang Champ de elysee, seperti tahun 1998 dan 2006. Oii.. peluit membebaskan. Mimpi semakin dekat dan dekat.

Umtiti, mengingatkan kita kepada Lilian Thuram, beck yang berhasil mengirim tim Prancis di final Piala Dunia 1998. Di sudut Griezmann, dan relatif hanya bermain selama enam menit di babak kedua, Samuel Umtiti mengirim bola dengan kepalanya di depan Alderweireld dan Fellaini kemudian meluncur di tiang jauh yang mengejutkan Courtois.

Banyak fans Perancis sebenarnya rada was-was sejak awal pertandingan, tetapi Lloris memberi keyakinan pada dua menit babak pertama, untuk mengatasi situasi di pertahanan tricolor. Pun demikian dengan Pavard, yang menguatkan aksi tricolor di babak pertama. Khasnya, ketika Mbappé memberikan umpan yang luar biasa. Tetapi Courtois mengalihkan.

Varane berhasil memimpin pertahanan tricolor, dengan ketenangan yang meyakinkan. Kewaspadaannya tampak jelas. Dia mampu menepis serangan besar dari Hazard di menit ke-19 dan melempar dirinya dua menit kemudian ke kaki Fellaini. Dia juga menghadang Lukaku, penyerang tengah Belgia yang memprovokasi dirinya.

 Umtiti nyaris tak diperhitungkan posisinya. Apalagi aksinya sering memberi ruang serangan balik Dia juga menyajikan umpan jauh yang tak mudah kepada Giroud. Kendati itu, permainan tim menjadi terlihat apik, baik kala menyerang atau bertahan, dengan formasi apik yang saling menguatkan. Khasnya dengan Hernandez, Matuidi, Pogba, Kante,  Mbappé,  Giroud, dan  Griezmann.

Terutama Griezman yang diposisikan di sisi kiri, dengan semua kebebasan untuk bergerak, lalu bermain di antara garis dan berpartisipasi dalam mengembangkan permainan. Griezman jarang membuat pilihan yang tepat selama empat puluh lima menit pertama dan kadang-kadang terlihat tak teliti secara teknis. Tapi, gerakan Griezman yang kemudian menentukan peluang bagi Umtiti untuk melakukan tekanan ke gawang Belgia.

Bagaimanapun, pertandingan Perancis – Belgia memang memikat. Art of football terasa menawarkan resonansi batin bagi penonton. Apalagi, pengarah liputan pertandingan itu, mampu memadupadan gambar dengan apik dan ‘bernyawa,’ dengan beragam size. Termasuk gambar-gambar snapshot melalui insert antara medium shot, close up, bahkan dengan super impossed. La course française... !!! | Teuque & Sem

Editor : sem haesy | Sumber : foto-foto dari berbagai sumber
 
Energi & Tambang
25 Nov 18, 12:33 WIB | Dilihat : 326
Nicke Widyawati di Tengah Arus Transformasi Pertamina
24 Nov 18, 08:44 WIB | Dilihat : 143
Menjaga Marwah Jurnalis Via AJP2018
01 Agt 18, 13:45 WIB | Dilihat : 2759
Mendulang Kemandirian di Blok Rokan
05 Des 17, 20:09 WIB | Dilihat : 781
Kelola Sumberdaya Alam secara Efisien
Selanjutnya
Polhukam
10 Des 18, 16:18 WIB | Dilihat : 45
Ihwal Gagasan Sandiaga Uno Membangun Tanpa Utang
06 Des 18, 09:43 WIB | Dilihat : 217
Anies Baswedan Pemimpin Pas di Masa Sungsang
06 Des 18, 00:08 WIB | Dilihat : 170
TNI Mesti Tumpas Pemberontak Papua Merdeka
Selanjutnya