Mengenang Chrisye Merawat Cinta di Ancol

| dilihat 628

Catatan Bang Sèm

Cinta mesti dirawat agar tak kering, dahaga cinta penuhi dengan membayar kangen. Ancol, pada masanya, hingga kini, boleh jadi destinasi wisata ibukota yang pas untuk merawat cinta, mendulang kangen. Khasnya bagi generasi baby boomers yang melahirkan generasi millenials.

Pasar Seni Ancol, salah satu art corner di beranda ibukota Jakarta, jadi pilihan Komunitas Kangen Chrisye, Gita Cinta Production dan Jaya Ancol, mewadahi para fans Chrisye, musisi - penyanyi legendaris lintas generasi. Di Pasar Seni Ancol, 29 Maret 2019 malam, para penggiat Jakarta Melayu Festival akan menggelar acara “Tribute to Chrisye – Legendary of Love.”

Chrisye yang sepanjang karirnya menghadirkan banyak karya romantik, melodius, dan religius adalah sosok seniman yang patut dirindukan. Karya-karyanya menjadi menu kehidupan, dan bisa jadi katarsis, ketika negeri sedang dilanda 'angin panas politik.'

Sejumlah penyanyi dan musisi Jakarta Melayu Festival dengan beragam latar genre musikal (pop, jazz, melayu) menyiapkan sesuatu yang menarik dan berbeda untuk mengenang 12 tahun kepergian Chrisye, menghadap Allah, nan Maha Indah dan Pemilik seluruh keindahan duniawi dan ukhrawi.

Boleh jadi tak terbayangkan sebelumnya, tembang-tembang populer dan hits dari Chrisye yang dalam banyak hal dialiri nafas musikal Barat, akan disajikan dengan sajian nafas musikal timur, Melayu. Erie Suzan, Shena Malsiana, Nong Niken Astri, Alvin Habib, Darmansyah, akan mempresentasikan keindahan tembang-tembang yang pernah dipopulerkan Chrisye. Tembang-tembang yang pernah menjadi bagian dari semaian cinta banyak orang. Tembang-tembang apik yang digubah Chrisye, baik sendiri maupun berama para musisi sahabat-sahabatnya.

Komposer kreatif yang tak pernah lelah mengolah keindahan musikal dan adaptasi selera musikal, Anwar Fauzi bekerja kreatif melakukan inovasi, mempertemukan pesona musikal barat dan timur untuk pergelaran ini.

Anwar Fauzi akan berkolaborasi dengan musisi melayu yang terbuka berinteraksi dengan beragam genre musikal, seperti Butong, Tom Salmin, Henri Lamiri, Ade dan lain-lain. Selama delapan tahun terakhir, mereka meramu interaksi musikal dengan sentuhan melayu. Mereka pernah berkolaborasi dengan Daniel Lerman, saxophonis Amerika Serikat dan Daud Debu dalam dialektika musikal yang memukau dan bersejarah di panggung Jakarta Melayu Festival, di Ancol Beach City yang dihadiri para musisi beken, seperti Eros Djarot, etnomusikolog Franki Raden, Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Gubernur DKI Jakarta, para aktivis dan mantan aktivis, serta selebritas.

 “Tribute to Chrisye kami selenggarakan untuk mengenang dua belas tahun tahun kepergian almarhum, dengan karya-karya yang luar biasa dan melegenda, dan mendorong kami menghadirkan kembali ke tengah-tengah masyarakat, tak terkecuali generasi millenials. Apalagi, lagu-lagu Chrisye memiliki kenangan tersendiri di hati para penggemarnya,” ujar Geisz Chalifah, Produser Gita Cinta Production.

Pasar Seni Ancol dipilih untuk pergelaran itu, dengan beragam pertimbangan. Selain berada di Taman Impian Ancol yang merupakan destinasi wisata andalan sejak lama, sekaligus banyak menyimpan kenangan masa, juga karena  Pasar Seni Ancol yang merupakan tempat sejumlah seniman berkarya. "Ada romantisme di Pasar Seni yang harus dihidupkan. Dam lagu-lagu Chrisye yang abadi dan melegenda, akan menjadi ruh untuk menghidupkan kembali kreativitas di Pasar Seni," kata Geisz Chalifah.

"Almarhum Chrisye merupakan musisi legendaris yang karyanya masih terus didengar sampai saat ini, kami angkat untuk pagelaran nanti adalah selain karena sosok Chrisye sudah banyak dikenal, tapi juga karena karya-karya Chrisye sangat menarik untuk menjembatani anak muda untuk mengenal musik Indonesia sekaligus menjawab kerinduan para penggemarnya” tambah 'anak Poncol' yang tak pernah bosan mengolah kreativitasnya itu.

Konser Legendary of Love yang dirancang akan digelar mulai pukul 19.00 wib sampai selesai, itu akan dikemas sebagai konser yang karib. Menyatukan yang terserak, mendekatkan yang jatuh, mengkaribkan yang dekat untuk bersama-sama merawat cinta dalam keindahan romantisme lagu dan musik.

Boleh jadi konsep pergelarannya, merupakan refleksi keragaman musikal tembang-tembang Chrisye, mulai dari yang ritmik sampai yang paling melodius dan syahdu, seperti "Ketika Tangan dan Kaki Berkata." Boleh jadi juga, mereka yang pernah mempunyai memori sendu di Ancol, bisa mengulang-ingat peristiwa lewat syair "Pergilah Kasih."

Di sisi lain, dalam konteks Ancol sendiri sebagai destinasi wisata ibukota Jakarta, pergelaran ini, akan menjadi salah satu sentuhan untuk terus menghidupkan kreativitas dan inovasi, sekaligus merawat imajinasi baru tentang Taman Impian yang menghidupkan imajinasi kreatif, untuk mencapai visi Jakarta 2022, sebagai "kota maju, lestari dan berbudaya yang warganya terlibat dalam mewujudkan keberadaban, keadilan dan kesejahteraan bagi semua."

Kota berbudaya yang dalam pengertian World Cities Culture Report 2015, menempatkan fasilitas kebudayaan dianggap sama penting dengan fasilitas keuangan atau perdagangan. Kebudayaan dalam segala bentuknya adalah kunci yang membuat sebuah kota menjadi menarik bagi orang-orang yang terdidik, dan karenanya kebudayaan menjadi bisnis yang membuka lapangan kerja. Budaya akan memberi keunggulan dalam dunia yang semakin global dan membantu warganya untuk tidak hanya bertahan tetapi juga berkembang.

Merawat cinta, mengenang Chrisye di Ancol, sambil berkreasi memajukan kotanya, membahagiakan warganya.

Kota yang bagai tersirat dalam Sabda Alam : Kicau burung bernyanyi / Tanda buana membuka hari / Dan embun pun memudar / Menyongsong fajar // Sejenak ku terlena / Akan kehidupan yang fana / Nikmat alam semesta / Nusa indah nirmala // Serasa pagi tersenyum mesra / Tertiup bayu membangkit sukma / Adakah esok kan tersenyum jua / Memberi hangatnya sejuta rasa // Sabda alam, menghanyutkan suasanaku / Kadangkala kebosanan mencekam jiwa / Sabda alam, berbuah kodrat tak tertahan / Rasa cinta, rasa nista berpadu satu|

Datang yuuuk.. ! |

Editor : Web Administrator
 
Budaya
07 Agt 19, 20:46 WIB | Dilihat : 561
Berguru pada Sejarah, Transformasi Elang
22 Jul 19, 16:15 WIB | Dilihat : 488
Dimensi Kaum Betawi
21 Jul 19, 14:19 WIB | Dilihat : 269
Refleksi dari Arena Lebaran Betawi
Selanjutnya
Seni & Hiburan
13 Agt 19, 20:56 WIB | Dilihat : 565
Gubernur Anies Undang Warga Jakarta Nonton JMF2019
12 Agt 19, 22:43 WIB | Dilihat : 384
Pesona Lipet Gandes dan Topeng Jantuk
04 Jul 19, 13:22 WIB | Dilihat : 744
Jakarta Melayu Festival 2019 Merengkuh Keadilan
19 Jun 19, 12:59 WIB | Dilihat : 1015
Kejujuran
Selanjutnya