Koes 2nd Gen Merawat Eksistensi Koes Bersaudara Plus

| dilihat 3746

Catatan Karita Alkayla

PENTAS HardRock Cafe – Jakarta di bilangan Semanggi Central Bussines District (SCBD), Senin (2/4/18) malam, itu sungguh bertabur sukacita. Tepat pukul 20.00 wib, kumandang lagu Indonesia Raya, memulai pergelaran Koes 2nd Gen, yang terdiri dari Chicha Koeswoyo – Sari Koeswoyo – Kenny Koeswoyo – David Koeswoyo.

Reza Koeswoyo tak tampak, lantaran isterinya, puteri Murry, baru melahirkan. Helen Koeswoyo dan Rico Murry pun absen. Nomo Koeswoyo dan Yok Koeswoyo, dua dari empat bersaudara yang dituakan dari kelompok musik legendaris Indonesia, Koes Bersaudara dan Koes Plus, tampak berada di antara penggemar lagu-lagu Koes Bersaudara dan Koes Plus, yang malam itu meramaikan moment I Like Monday.

Di salah satu sudut club musik itu tampak Setiawan Djodi dengan isterinya. Juga Ferry Mursidan Baldan, politisi tulen yang lebih sering tampil sebagai ami musicien Indonesia, itu. Tampak juga Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi – mantan Presiden Direktur Taman Impian Jaya Ancol.

Ada pula beberapa petinggi lainnya yang datang bersama isteri, sebagai penggemar Koes Plus. Tak terkecuali Lanny Djajanegara – produser musik. Selebihnya adalah para bintang: Andy Riff, Glenn Fredly, Andre Hehanusa, Shandy Sundoro, rocker cewek Sylvia Sarche, pun Donny Prass pimpinan homeband yang pernah paling laku di Indonesia dan biasa menyanyikan lagu-lagu Koes Plus. Dan, ini yang istimewa: anak-anak dari musisi Panbers (Pandjaitan Bersaudara).

Suasana enjoy dan penuh sukacita. Generrasi kedua para musisi Koes Bersaudara dan Koes Plus, berhasil tampil dengan karib, di atas dan di bawah panggung. Resonansi khalayak terasa. Karib. Hangat – Mesra – Intim.

Lagu-lagu yang dipersembahkan, berhasil menyeret khalayak pada beragam kenangan yang menyertai dan berada di balik lagu-lagu yang rata-rata hits di dekade 60 – 80-an itu. Koes 2nd Gen berhasil merawat, tak hanya kekompakan keluarga besar Koes Bersaudara dan Koes Plus, tetapi juga para penggemar dan pecintanya.

“Kami terus berusaha memelihara dan memperkuat apa yang sudah kami lakukan ini,” ujar Chicha Koeswoyo, seusai pergelaran. Dia juga menjelaskan, semua keluarga selalu ingin dilibatkan, meskipun tak semuanya terjun atau meneruskan karir di dunia musik.

Chicha menyimak saran Ferry, agar Koes 2nd Gen, ini juga bisa menularkan upaya mereka kepada keluarga kelompok musik legendaris lainnya, antara lain keluarga Panbers.

“Buah karya kreatif Koes Bersaudara dan Koes Plus, musti dirawat, meskipun tak mudah. Bila dilakukan terus menerus, di balik kemudahan akan selalu ada inspirasi dan kreativitas,” ujar Ferry.

Pergelaran malam itu menarik. Formatnya pas dengan suasana lagu-lagu Koes Bersaudara dan Koes Plus disajikan.

Performa musikal yang ngepop, tanpa basa-basi, komunikatif dengan khalayak. Seluruh pemain musik, bermain apik. Damon dan David mampu menghadirkan dirinya sebagai gitaris berbakat dan vokalis yang mampu menghantarkan ‘spirit’ yang tersimpan dalam alunan musikal dan syair yang ditulis dengan hati oleh para orangtua mereka.

Lagu-lagu yang disajikan masih terjadi notasinya, meski komposisinya kontemporer sesuai dengan perkembangan zaman. Why Do You Love Me dan Tul Jaenak yang didendangkan David, dan Cinta Mulia yang mempertemukan notasi barat, jawa, dan melayu yang didendangkan Kenny, hadir dalam porsi yang pas, sehingga khalayak menikmatinya dengan sukacita.

Beberapa lagu dalam rangkai Nusantara, pun terasakan nafas spiritnya, termasuk yang dinyanyikan bersama oleh Glenn, Andre Hehanusa, dan Shandy Sundoro.

Pun, Jemu yang disajikan Sari Koeswoyo dengan gaya pecicilan, contrabeat, sehingga pesan syair tersaji sebagai isyarat untuk kerja lebih cerdas. Lagu ini, pas untuk sebagian besar yang hadir menyaksikan pergelaran malam itu.

Suasana menjadi gayeng, ketika Nomo dan Yon Kuswoyo naik ke pentas dengan memanggil Setiawan Djodi, Ferry Mursidan Baldan, dan kolega lainnya. Mereka mendendangkan lagu bertajuk Kembali,  yang merefleksikan indahnya keguyuban bertabur sukacita, sekaligus merefleksikan indahnya rekonsiliasi yang dihidupkan oleh semangat kasih sayang dan persaudaraan yang dalam.

Chicha, Sari, Kenny, Damon, dan David – sendiri-sendiri maupun bersama -- menyanyikan dengan pas beberapa lagu-lagu Koes Plus dan Koes Bersaudara yang hits dan terus mengalir di tengah perubahan zaman, seperti Mawar Bunga, Hidup di dalam Bui, Kolam Susu, dan lainnya. Begitu juga halnya dengan Pelangi dan Bunga di Tepi Jalan.

David mempunyai vocal yang khas. Lagu-lagu Koes Bers dan Koes Plus dinyanyikan dengan artikulasi khas lebih enak dan lebih terasa punya daya resonansi.

Hal yang sama terasa, ketika Andi Riff menyanyikan Manis dan Sayang. Kenny Koeswoyo dalam pengantar lagu ini mengusik kenangannya sendiri. Menurutnya, lagu ini diciptakan almarhum ayahnya (almarhum Tonny Koeswoyo) tepat pada saat dia lahir.

Yang tak kalah menariknya juga penampilan penerus generasi Koeswoyo ini dengan viollinist perempuan belia, Ava Victoria dengan penampilan yang enak ditonton dan asyik di dengar.

Suasana haru berlangsung di penghujung pergelaran, ketika David mengantar sebuah lagu mengenangkan Yon Koeswoyo. Lagu yang syair dan notasinya indah, tetapi tak selalu bisa dinyanyikan dengan baik. Seketika, terlintas lagu Koes Plus bertajuk Cinta, yang dipopulerkan Yon Koeswoyo.

Suasana haru sekaligus membanggakan, menutup pergelaran, ketika David mengundang seluruh anak-anak Panbers  naik ke panggung. Nampak mereka karib.

Sepanjang pergelaran, terlihat Yok Koeswoyo menikmati, dan sekali-sekala ikut hanyut dalam suasana. Terutama, ketika lagu-lagu gubahannya dinyanyikan. Pergelaran sem;at diisi dengan penampilan Budi Karya Sumadi bersama Gimbal Groups, menyanyikan lagu Bujangan.

Bagi Nomo Koeswoyo hadirnya Koes 2nd Gen merupakan bagian dari esensi hidup, segala sesuatu bergerak berotasi, sangkan paraning dumadi yang tak berhenti di satu titik. Terus dan berkelanjutan. Pergelaran itu, seolah ingin menegaskan lagu almarhum Tonny: I willcome to you. |

Editor : sem haesy
 
Lingkungan
03 Okt 18, 15:25 WIB | Dilihat : 411
Gunung Soputan Minahasa Tenggara Meletus
01 Okt 18, 17:02 WIB | Dilihat : 317
Mari Menanam Kebajikan di Donggilu
29 Sep 18, 09:58 WIB | Dilihat : 248
Bangun Solidaritas Sosial Bantu Korban Gempa Sulteng
Selanjutnya
Humaniora
16 Okt 18, 09:07 WIB | Dilihat : 279
Reduksi Peran Universitas
04 Okt 18, 16:52 WIB | Dilihat : 513
Bantuan Terus Berdatangan dan Listrik Menyala Lagi
04 Okt 18, 11:21 WIB | Dilihat : 416
Prabowo Evaluasi Tim Pemenangan
03 Okt 18, 18:25 WIB | Dilihat : 448
Di Mana Kamu
Selanjutnya