"Ini bukan ulah manusia.. Ini ulah Binatang."

Anwar Ibrahim Kecam Keras Zionis Israel

| dilihat 964

KUALA LUMPUR | PM X malaysia Anwar Ibrahim mengecam keras pemerintah zionis Israel dan penjahat perang PM Benyamin Netanjahu, Ahad (24/8/25) malam, ketika menyampaikan orasi di hadapan puluhan ribu rakyat dan petinggi Malaysia di Dataran Merdeka, Kuala Lumpur.

Acara bertajuk "Malaysiaku bersama Gaza," itu digelar pada momen yang tepat, seputar peringatan Hari Kebangsaan Malaysia dan Hari Malaysia 2025, bertema "Malaysia Madani, Rakyat Disantuni," untuk merayakan kemerdekaan Malaysia yang ke 68.

Proklamasi Malaysia dipekikkan 31 Agustus 1957 di dataran Pahlawan Melaka oleh Tunku Abdulrahman Putra Al Hajj.

Menurut PMX Anwar Ibrahim, "Malaysiaku bersama Gaza" acara di Dataran Merdeka  tersebut merupakan mopmen untuk menegaskan tekad rakyat Malaysia bersama rakyat Gaza dan Palestina pada umumnya.

"Alhamdulillah, seluruh dunia menyaksikan rakyat Malaysia bangkit bersatu menolak ketidakadilan, melawan pembunuhan anak-anak dan perempuan, serta menuntut keadilan yang telah diingkari selama puluhan tahun, ketika tatanan dunia gagal menjamin kehidupan manusia bagi rakyat Palestina," ungkap PMX Anwar Ibrahim di akun facebook-nya..

Tambah Donasi RM100 Juta

Anwar juga mengemukakan, "Selama puluhan tahun, tanah Palestina dirampas, rumah-rumah dihancurkan, sekolah-sekolah dihancurkan, bahkan masjid dan gereja pun tak luput dari tirani Zionis. Apa yang terjadi di Gaza saat ini bukan sekadar perang, melainkan pendudukan dalam bentuknya yang paling kejam dan tidak manusiawi. "

Selanjutnya Anwar menegaskan, "..Ini bukan ulah manusia, ini ulah binatang! Orang-orang sekarat dan kelaparan, sedangkan makanan dan obat-obatan dijauhkan. Semuanya dirampas, tanah, rumah, keluarga, nyawa. Namun dunia yang begitu marah terhadap hak-hak asasi dan demokrasi justru memilih untuk berpaling."

Dinyatakannya, Malaysia tak pernah berpaling untuk bersama dan membela rakyat Gaza, Palestina. Karenanya, menurut Anwar, dalam setiap pertemuan internasional, di Tokyo, Beijing, New Delhi, Eropa, dan berbagai negara lain, "Saya tak pernah lupa menyuarakan suara saudara-saudara kita yang tertindas di Gaza."

Ditegaskannya pula, urusan belum selesai. "Kita perlu menggandakan dukungan. Malaysia bersama mitra internasionalnya terus memberikan bantuan untuk rakyat Gaza, mulai dari perawatan medis hingga kesempatan pendidikan," ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah MADANI yang dipimpinnya mengumumkan tambahan dana sebesar RM100 juta untuk Palestina setara dengan Rp384 miliar.

Gila dan Jahat

Pada bagian lain ungkapannya, Anwar menyatakan," Kita tahu terkadang perjuangan ini terasa melelahkan. Terkadang saya merasa mati dan putus asa. Namun janji Tuhan jelas. Pertolongan-Nya sudah dekat. Kita perlu terus percaya dan melangkah maju dengan teguh tanpa rasa takut atau gentar. Percayalah, kebenaran dan keadilan pasti akan menang."

Terkait dengan bulan kebangsaan Malaysia, Anwar menyatakan, "Bulan ini adalah bulan kemerdekaan kita. Seperti para pejuang masa lalu di tanah air, di Indonesia, India, Vietnam yang bangkit melawan penjajah, maka semangat kemerdekaan kini kita lanjutkan bersama Palestina. Dalam semangat ini, kita kirimkan semua upaya dan doa kita kepada teman-teman aktivis kita yang akan berlayar ke Gaza pada 31 Agustus."

Anwar Ibrahim yang nampak senantiasa bersemangat dan energik acapkali menyampaikan orasi atau pidato politik, itu secara retoris menyatakan, "Bebaskan Palestina!"

"Ingatlah, suara yang bergema malam ini bukanlah suara partai, melainkan suara rakyat Malaysia yang menuntut keadilan. Jangan biarkan perpecahan melemahkan kita," serunya.

Kepada saudara-saudari kita di Gaza dan Palestina, Anwar menyatakan, "Ketahuilah bahwa kami tidak akan pernah meninggalkan kalian. Kami belajar dari semangatmu, kami menghormati dan mengapresiasi perjuanganmu. Dengan izin Allah, kami akan kuat bersamamu selamanya."

Di hadapan rakyat Malaysia yang hadir malam, itu dengan antusias dan aksentuatif, PMX Anwar Ibrahim menyampaikan kecaman yang keras dan tegas kepada pemerintah zionis Israel, yang ditudingnya mendalangi bencana kelaparan di Gaza. "Zionis membiarkan berbagai macam bantuan yang telah dikirim ke Gaza, membusuk di perbatasan," ujarnya.

Anwar menyebut, dirinya berusia 78 tahun, namun belum pernah melihat kekejaman seperti yang terjadi di Gaza. Ia menyebut, PM zionis Israel Netanjahu dan antek-anteknya, gila dan jahat. | sharia

Editor : delanova | Sumber : PMO, AIFB
 
Sainstek
Polhukam
27 Apr 26, 01:51 WIB | Dilihat : 188
Trump Anggap Penyerangnya Preman Sakit
22 Apr 26, 08:30 WIB | Dilihat : 209
Langkah Australia Hadapi Ketidakpastian Energi
18 Apr 26, 09:49 WIB | Dilihat : 301
ISWAMI Imbau Media Sajikan Narasi Harmonis
10 Apr 26, 20:49 WIB | Dilihat : 338
70 Negara Kutuk Serangan Terhadap UNIFIL
Selanjutnya