Arief Yahya Marketer Of The Year 2013

| dilihat 1478

JAKARTA, AKARPADINEWS.Com.- MarkPlus,Inc. Pimpinan Hermawan Kertajaya kembali menggelar penghargaan Marketing Of The Year 2013.  Dewan juri yang dipimpin Dahlan Iskan (peraih MOTY2010), memilih para jawara marketing dari 11 sektor.

Penghargaan itu diselenggarakan pada Kamis (12/12/13) di Ball Room Ritz Carlton – Pacific Place, Jakarta. Seperti tahun sebelumnya, pemberian anugerah itu diselenggarakan bersamaan dengan MarkPlus Conference 2014, bertajuk Marketing in The New Indonesia, Managing Online/Offline Paradox.

Di hadapan ribuan marketer dan sejumlah pakar marketing dari ASEAN, Jepang, dan Amerika itu  Arief Yahya, yang sehari-hari sebagai Direktur Utama Telkom Indonesia, selain terpilih sebagai MOTY 2013 di sektor Industri Telekomunikasi, juga meraih penghargaan sebagai Best of The Best MOTY 2013.

Arief terkenal dengan strategi Marketing Paradox yang dinilai oleh guru besar marketing dunia Philip Kottler sebagai genuine Indonesia marketing strategy. Arief sudah menuliskannya dalam buku laris bertajuk Marketing Paradox. Orang muda yang visioner dan cerdas, itu berhak menyandang anugerah tersebut karena apa yang dilakukannya berdampak positif bagi pertumbuhan bisnis Telkom yang dipimpinnya. Sekaligus berdampak kepada orang banyak. Sebelumnya Arief juga menerima Anugerah CEO berdaya saing terbaik dalam bidang strategi pada Anugerah BUMN 2013 pekan lalu.

Para penerima anugerah MOTY 2013 MarkPlus lainnya adalah : Djarot Kusumayakti – Direktur BRI untuk sektor Commercial Banking; Willian Kuan – Presiden Director PT Prudential Life Assurance untuk sektor Asuransi; Suwhono – Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) untuk sektor multifinance; Sugiono Wiyono – Presiden Direktut Trikomsel untuk Telco Product Channel.

Untuk sektor Broadcast, Pay TV & Media, anugerah diberikan kepada Atiek Nur Wahyuni – CEO Trans Media. S. Budisuharto – Corporate Director Siloam International Hospital terpilih untuk sektor Hospitals, Suparno Djasmin – Deputy Director PT Astra International Tbk – Toyota Sales Operation untuk sektor otomotif.

Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), Budi Setiawan terpilih untuk sektor Logistic; Direktur Utama PT Kimia Farma Apotek, Imam Fathorrahman terpilih untuk sektor Pharmaceutical; Direktur Utama PT KAI (Persero) Ignatius Jonan, terpilih untuk sektor transportasi; Pudjianto – Vice President Director PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) Tbk, terpilih untuk sektor retail.

Penghargaan MOTY 2013 juga diberikan kepada Michael Widjaya – CEO Sinar Mas Land Group untuk sektor property; Joseph S. Sosrodjojo – Presiden Direktur PT Sinar Sosro untuk sektor fast moving consumer good; Hanung Budya – Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) untuk sektor Resource & Mining; Richard Joost Lino – Direktur Utama Pelindo II (Persero) untuk sektor infrastructure and public utilities; Bintang Perbowo – Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk untuk sektor Building Materials & Construction; dan Tri Rismaharani – Walikota Surabaya, terpilih untuk sektor Government.

Dalam kesempatan itu, Dewan Juri juga memberikan anugerah Lifetime Achievement Marketeer Award 2013 untuk Jakob Oetama (Chairman Kelompok Kompas Gramedia) untuk sektor bisnis dan Jendral Purnawirawan Prof. Dr. Awaloedin Djamin, MPA untuk sektor layanan publik.  

Para penerima anugerah merupakan tokoh Indonesia di sektornya masing-masing yang memperoleh pengakuan resmi dan terbuka para marketeers dengan spirit luar biasa dan bermanfaat bagi perusahaannya dan masyarakat luas. Bertindak sebagai Dewan Juri MOTY 2013, selain Dahlan Iskan (MOTY 2010) sebagai Ketua, adalah juga Direktur Astra Internasional dan EVP Astra Honda Motor Johaness Loman (MOTY 2011), Ketua Dewan Senat Indonesia Marketing Association (IMA) Y.W. Junardy, Sekjen IMA Profesor Andrianto Wijaya, CEO dan Founder MarkPlus, Inc. Hermawan Kartajaya, dan Chief Operating Officer MarkPlus, Inc:  Jacky Mussry dan Taufik. 

Dewan Juri menyatakan tekanan persaingan dan berbagai tekanan lain (termasuk politik) yang dihadapi Arief Yahya jauh lebih susah ketimbang kandidiat MOTY dari industri lainnya. Arief mesti memimpin penciptaan dan eksekusi strategi pemasaran. “Tidak hanya untuk menghadapi pesaing langsung di dalam negeri dan tidak langsung lintas negara, tapi juga harus bisa untung ketika perang harga terjadi,” ungkap Dahlan Iskan. Di bawah kepemimpinan Arief, Telkom berhasil mengoptimalkan infrastruktur jaringan yang ada dan menghasilkan produk yang bisa dimanfaatkan oleh konsumen mereka, bahkan oleh  pesaingnya.

Dewan Juri juga menilai, Telkom tak hanya mengandalkan infrastruktur yang lama, tapi juga mengandalkan jaringan baru—termasuk jaringan yang dibangun di wilayah-wilayah Indonesua yang trafik telekomunikasinya rendah.  Telkom berhasil menciptakan eksosistem yang utuh dengan DNA-nya yang tak lain adalah integrasi antara Device, Application, dan Network.

“Dalam situasi semacam itu, Telkom sukses mencatat pertumbuhan laba yang luar biasa. Investor pun senang dengan kinerja tersebut dan tercermin dari kinerja saham Telkom Indonesia di Bursa Efek Indonesia,” tambah Hermawan.  “Telkom menjadi bintang bersinar terang di tengah ketatnya persaingan.” |

Editor : Nur Baety Rofiq
 
Sainstek
30 Okt 18, 00:11 WIB | Dilihat : 671
Menerima Realitas Kecelakaan Lion JT610
19 Jul 18, 09:52 WIB | Dilihat : 1495
Volante Vision, Visi Kendaraan Udara Aston Martin
20 Feb 18, 12:07 WIB | Dilihat : 2411
Tragedi Archimides di Tangan Serdadu
10 Jan 17, 15:25 WIB | Dilihat : 1125
Honda Kembangkan Teknologi Motor Pintar
Selanjutnya
Budaya
22 Jul 19, 16:15 WIB | Dilihat : 172
Dimensi Kaum Betawi
21 Jul 19, 14:19 WIB | Dilihat : 209
Refleksi dari Arena Lebaran Betawi
12 Jul 19, 13:30 WIB | Dilihat : 943
Menikmati Instalasi Bambu Avianto di Pusar Jakarta
11 Jul 19, 16:53 WIB | Dilihat : 1006
Mengikuti Langkah Diro dan Yesmil Mengolah Daya Haiku
Selanjutnya