SALAH satu hal paling menarik yang perlu dicatat dalam keseluruhan proses produksi dan penayangan Film Seri Televisi Rindu Satpam Kita adalah kolaborasi antara pemain dan kru. Meskipun begitu, selalu ada saja kru yang tak bisa keluar dari habitnya dalam produksi. Karena Rindu Satpam Kita bukan sinetron kejar tayangan, tuntutan artistik - estetik dan etik menjadi penting. Sutradara memainkan perannya sebagai penanggungjawab ketiga anasir yang menjadi ruh film ini. Karena itu, dengan menggunakan prinsip meritokreasi, penilaian kinerja berbasis kreativitas dan proses, manajemen produksi melakukan berbagai proses perubahan. Dalam proses perubahan itu, aktivitas produksi, khasnya shooting relatif tidak terganggu.
Di Film seri televisi Rindu Satpam Kita, pergantian kru dan pemain dan kru tidak dinilai sepihak oleh produser, melainkan melalui proses evaluasi, termasuk preview kinerja di seluruh lini produksi. Standarnya jelas: Rindu Satpam Kita adalah film untuk televisi, bukan sekadar sinema elektronik (sinetron). Maka secara khas dilakukan perfomance appraisal. Bahkan termasuk ke dalam hal yang substantif, relasi korelasi antar kru, antar pemain, dan antar pemain dengan kru. Patokannya adalah fungsi masing-masing dalam keseluruhan konteks dinamika produksi. Hasilnya, Alhamdulillah. Meski tak memenangkan piala, produksi pertama Akarpadi Selaras Media ini memperoleh apresiasi dari Festival Film Bandung (FFB) 2015 sebagai nominee untuk kategori Sinetron Serial dan Pemeran Utama Wanita Sinetron Serial.. Hal itu berkat kolaborasi aktor, aktris, dan kru di lapangan,, | Bang Sem