Tutup Celah Kelemahan Barca

| dilihat 2292

AKARPADINEWS.COM | BARCELONA menuai kekalahan beruntun dalam beberapa kali laga. Langkahnya melaju di Liga Champion harus pupus lantaran dijegal Atletico Madrid.

Pukulan telak pertama yang menghujam Barcelona adalah ketika dipecundangi Real Madrid pada laga El Clasico. Dan, yang memilukan, Blaugrana, julukan Barcelona, dikalahkan oleh tim asuhan Zinedine Zidane, dengan skor 1-2, di markasnya sendiri, Camp Nou.

Pada pertandingan yang berlangsung Minggu, (3/4) itu, sebenarnya Barca mampu bermain apik dan memimpin lebih dahulu lewat gol yang dilesakkan Gerrard Pique. Namun, Karim Benzema berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan volley-nya.

Barca sebenarnya juga diuntungkan tatkala kapten Madrid, Sergio Ramos diusir wasit karena akumulisi kartu kuning. Tetapi, Lionel Messi dan kawan-kawannya tidak dapat memanfaatkan peluang itu. Dan, para fans Barca pun meringis, tatkala tim kesayanganya harus memungut bola dari gawangnya ketika Cristiano Ronaldo mencetak gol di menit-menit akhir.

Kekalahan pada El Clasico benar-benar menusuk Barca. Pasalnya, tim asuhan Luis Enrique itu ingin kemenangan diraih, untuk dipersembahkan kepada legenda Barca yang baru saja meninggal, yakni Johan Cruyff.

Nasib baik memang kali ini tidak berpihak ke Barca. Karena, pada pertandingan itu, permainan tim asal kota Katalan tidak terlalu buruk. Barca mendominasi penguasaan bola selama pertandingan. Secara statistik, Barca menguasai bola sebanyak 68 persen selama laga berlangsung. Tetapi, penguasaan bola itu tidak mampu memporak-porandakan pertahanan Real Madrid. Statistik pertandingan mencatat, Barca hanya mampu melesakkan tiga tembakan ke arah gawang, yang salah satunya membuahkan gol.

Di laga el Clasico itu, Real Madrid benar-benar mengunci pergerakan pemain Barcelona. Akibatnya, penetrasi dapat dipatahkan. Pertahanan Casemiro amat apik. Pemain tengah bertahan Madrid itu berhasil mengunci pergerakan Andres Iniesta sehingga tidak dapat mengatur alur laju bola.

Tak hanya itu, permainan trio penyerang Barca, Messi, Luis Suarez, dan Neymar (MSN) kurang maksimal. Trio itu sering miskomunikasi sehingga peluang bagus tak dapat dieksekusi dengan baik.

Kekalahan atas Madrid itu menjadi "warning" bagi Barca yang masih berada di puncak klasemen La Liga Spanyol musim ini. Bukan tidak mustahil, kesialan Barca pun berlanjut.

Dan, itu terjadi kala bertandang ke markas Real Sociedad. Barca lagi-lagi harus menelan pil pahit. Pasalnya, harus takluk dengan skor tipis 1-0 dari tuan rumah. Pada laga itu, Barca tidak dalam kondisi penuh. Beberapa pemain kunci, seperti Iniesta dan Suarez tak dimainkan. Keputusan Enrique untuk mengistirahatkan dua bintangnya turut mempengarui ritme permainan. Permainan Barca pada laga Minggu (10/4) itu berantakan, seakan kehilangan motor serangan, yang biasanya diemban Iniesta.

Terlebih, buruknya pertahanan Barca. Pique, Javier Macherano, Dani Alves, dan Sergi Roberto, sepertinya tak dapat berkomunikasi dengan baik. Pertahanan kerap menumpuk di satu sisi sehingga sisi lainnya kosong. Akibatnya, Barca pun kecolongan. Mikel Oyarzabal bergerak ke sisi kosong kanan pertahanan Barca dan menyongsong umpan cantik Xabi Prieto dengan sundulan yang membuahkan angka.

Lagi-lagi, pada pertandingan lawan Sociedad, Barca sebenarnya sudah menguasai permainan bola. Secara statistik pertandingan, Barca penguasaan bola Barca mencapai angka 74 persen. Sayangnya, dari penguasaan bola itu hanya menghasilkan enam tembakan ke arah gawang dan tak satu pun berbuah gol.

Meski Enrique telah mengganti Arda Turan dan Rafinha dengan Iniesta dan Ivan Rakitic, namun nyatanya tak berhasil membawa Barca menang. Pada pertandingan melawan Sociedad itu, Neymar menorehkan catatan permainan kurang impresif. Pemain internasional asal Brazil itu tidak mampu menciptakan peluang gol karena terus dibayangi oleh pertahanan Sociedad.

Munir El Haddadi, penyerang muda Barca juga belum mampu mengisi kekosongan posisi yang ditinggalkan Suarez. Akibatnya, banyak peluang mendapat angka sirna begitu saja.

Dua kali hasil buruk pada laga La Liga berlanjut ke ranah leg kedua Piala Champions Eropa saat Barca menghadapi Atletico Madrid. Pada pertandingan Kamis (14/4) itu, Blaugrana sebenarnya hanya perlu mencetak satu angka untuk lolos ke fase selanjutnya Piala Champions Eropa.

Karena, pada leg pertama, Barca telah mengantongi kemenangan dengan skor 2-1. Naasnya, Blaugrana justru harus menelan kekalahan 0-2 dari Atletico. Dengan kekalahan itu, Atletico berhak maju ke fase selanjutnya Liga Champions Eropa dengan menang agregat 3-2 atas Barcelona.

Kekalahan ini sungguh memilukan bagi punggawa Barcelona yang harus meninggalkan Liga Champions Eropa lebih dahulu daripada rival abadinya Real Madrid. Pertandingan yang bertempat di Stadion Vicente Calderon itu mencuatkan nama Antoine Griezmann. Penyerang Rojiblancos, julukan Atletico, itu bermain sangat apik dan mampu membaca kelemahan Barca. Lagi-lagi, kelemahan sektor pertahanan menjadi penyebabnya.

Gol pertama Rojiblancos tercipta pada menit 36 tatkala bola buangan Jordi Alba disambut Saul Niguez yang kemudian mengumpan ke depan gawang Marc Andre ter Stegen. Umpan cantik Saul tersebut disambut baik Griezmann dengan sundulan yang berbuah gol.

Gol kedua tidak kalah mengenaskan. Terciptanya gol kedua atas penalti yang diberikan kepada Atletico karena tangan Iniesta menyentuh bola di kotak penalti. Sebagai eksekutor, dengan tenang, Griezmann menyarangkan bola ke pojok kanan bawah gawang Stegen. Dua gol yang dilesakan penyerang asal Perancis itu, membuyarkan harapan Barcelona menuju laga final Liga Champions Eropa.

Dalam pertandingan itu, pemain tengah tim besutan Diego Simeone patut diacungi jempol. Pasalnya, mereka begitu disiplin. Terutama, sang kapten, Gabi. Pergerakannya yang berkonsentrasi pada lini tengah menyebabkan Atletico mampu melesakkan serangan-serangan yang mengancam gawang Barca.

Gabi pun mampu mematahkan penyerangan Barca yang fokus di lini tengah, yang dilakoni Iniesta dan Rakitic. Soliditas Gabi dan Koke membuat Iniesta dan Rakitic sulit bergerak di lini tengah lapangan.

Kekalahan beruntun itu tentu menjadi catatan bagi Enrique. Barisan pertahanan, perlu mendapat perhatian, khususnya Pique. Pemain internasional Spanyol itu kerap meninggalkan posnya untuk membantu penyerangan. Usai berada di area pertahanan lawan, pemain berusia 29 tahun itu tidak segera kembali ke posnya untuk menjaga pertahanan. Pique dan Masherano juga kerap tidak dapat berkomunikasi dengan baik sehingga beberapa kali menimbulkan kekosongan di lini pertahanan Barca.

Pada laga ini, Iniesta bekerja sangat keras. Pemain berusia 31 tahun itu melakukan penyerangan, sekaligus pertahanan. Akibatnya, konsentrasinya mengatur ritme permainan Blaugrana menjadi buyar.

Untuk barisan penyerang, sebenarnya, trio MSN sudah memainkan perannya dengan maksimal. Ketiganya seringkali melesakkan tembakan yang membahayakan gawang Jan Oblak. Hanya saja, tembakan mereka kurang maksimal. Mulai dari kurangnya akurasi hingga tenaga sehingga Oblak dapat mudah menghalau bola.

Rupanya, kekalahan tiga kali di bulan ini sepertinya tidak membuat tim besutan Enrique berubah. Buktinya, Barcelona kembali takluk di kandangnya sendiri kala menjamu Valencia pada Senin (18/4), dengan skor 1-2. Gol pertama untuk Valencia tercipta dari gol bunuh diri Rakitic pada menit 26, saat mencoba menghalau tendangan Guilherme Siqueira dari samping.

Menjelang akhir babak pertama, Valencia justru menambah angka melalui sepakan Santiago Mina. Gol ini dapat tercipta dari umpan Daniel Parejo yang memanfaatkan sisi kanan Barcelona yang kosong. Umpan ke arah sisi kanan pertahanan Barca itu dimanfaatkan Mina dengan sangat baik. Gawang yang dijaga Claudio Bravo pun kebobolan.

Di babak kedua, meski tertinggal, Blaugrana tetap bermain menyerang. Berbagai peluang gol tercipta. Sayangnya, belum ada satupun membuahkan gol di menit-menit awal babak kedua. Meski begitu, permainan di babak kedua jauh lebih rapi. Komunikasi pemain tengah dan penyerang terjalin baik.

Baru di menit 63, Messi dapat mencetak gol. Berawal dari umpan Messi kepada Jordi Alba di sisi kanan pertahanan Valencia dan umpan itu dikembalikan lagi pada Messi saat berada di depan gawang Valencia. Serangan cepat itu membuat kiper Valencia, Diego Alves, telat meresponnya. Gol pemain internasional Argentina itu pun menjadi gol terakhir di laga itu dan Barca harus puas dengan kekalahan 1-2 di kandang sendiri.

Atas kekalahan ini, posisi Barcelona di puncak klasemen terancam. Karena Atletico yang ada tepat di bawah Barcelona mengantongi jumlah poin yang sama, yakni 76. Beruntungnya, Blaugrana masih memiliki jumlah gol lebih banyak, yakni 58 gol. Meski demikian, Barcelona harus berkerja ekstra keras untuk mempertahankan posisinya. Pasalnya, perbedaan poin yang tipis antara Barcelona dengan dua klub di bawahnya, yakni Atletico dan Real Madrid. Lengah sedikit, sudah dipastikan, gelar juara La Liga Spanyol musim ini akan melayang.

Untuk itu, Barcelona harus berbenah. Kiranya, kedisplinan pertahanan harus menjadi perhatian Enrique. Pelatih berusia 45 tahun itu harus menjaga konsistensi pertahanan. Karena, pergerakan Pique, sebagai gerbang pertahanan depan gawang, selalu meninggalkan posnya. Hal itu menyebabkan pos pertahanan menjadi kosong.

Semenjak pensiunnya Charles Puyol, pertahanan Blaugrana tak begitu kokoh. Puyol memang kerap maju untuk menjebol pertahanan lawan. Namun, dia tetap konsisten menjaga pertahanan. Sementara Pique dan Masherano kerap maju tanpa bereaksi cepat bila ada serangan balik. Selain itu, pertahanan Barca yang kerap berkumpul di satu titik, selalu menyisakan sisi-sisi kosong yang kerap dimanfaatkan lawannya.

Selain itu, Enrique harus berhenti memporsir serangan melalui trio MSN-nya. Karena, lawan-lawannya sepertinya sudah dapat membaca taktik itu. Karenanya, ketiga penyerang Barca itu terus dibayangi pemain pertahanan lawan.

Permainan lini tengah Barca sudah cukup bagus. Enrique memiliki banyak pilihan untuk mengisi lini tengah. Tetapi, Enrique harus menyisakan satu di antara Iniesta atau Rakitic. Karena, kedua pemain itu memiliki karakter playmaker yang kuat. Bila tidak menyisakan satu di antara keduanya, pasti lini tengah Barca akan lemah.

Laga La Liga Spanyol menyisakan lima pertandingan lagi. Bila sampai mengendur, Barca harus gigit jari karena tak dapat menjadi juara. Hingga akhir musim, langkah menuju juara masih sangat terbuka bagi Barcelona, Atletico Madrid, dan Real Madrid. Kedua rival Barca itu tengah dalam permainan terbaiknya. Fokus dan bermain konsisten mutlak bagi Barca bila ingin menjuarai La Liga Spanyol musim ini.

Muhammad Khairil

Editor : M. Yamin Panca Setia | Sumber : The Guardian/Total Sportek/ESPN FC
 
Polhukam
24 Sep 21, 09:17 WIB | Dilihat : 140
Pembangkang dalam Pusaran Transformasi Politik Malaysia
19 Sep 21, 16:48 WIB | Dilihat : 206
Cermin Buram Kekuasaan dan Luka Rakyat
31 Agt 21, 21:38 WIB | Dilihat : 190
Milisi Houthi Serang Lagi Bandara Abha Saudi
29 Agt 21, 17:01 WIB | Dilihat : 139
Taliban Hadapi Tantangan Baru
Selanjutnya
Sporta
12 Jul 21, 10:12 WIB | Dilihat : 185
Italia Boyong Piala Eropa via Penalti
23 Agt 20, 12:51 WIB | Dilihat : 673
Anggur Hijau Douro untuk Bayern Munchen
22 Okt 19, 13:15 WIB | Dilihat : 1594
Pertamax Turbo Ajak Konsumen ke Sirkuit F2 Abu Dabi
Selanjutnya