Tantangan Leicester City di Musim Baru

| dilihat 2290

AKARPADINEWS.COM | PENCAPAIAN luar biasa yang diraih Leicester City di musim 2015-2016 bak kisah dongeng. Klub papan bawah yang tak dilirik di jaga sepakbola dunia itu, kini menduduki puncak teratas klasemen Liga Premier. The Foxes, julukan Leicester City, diperkirakan menjadi kampiun Liga Premier Inggris.

Keberhasilan Leicester musim ini tidak terlepas dari peran seluruh elemen tim, mulai dari pemain, pelatih, hingga pemilik klub saat ini, Vichai Srivaddhanaprabha (Baca: Menanti The Foxes Mengukir Sejarah). Di bawah kepemilikan taipan asal Thailand itu, Leicester tampil menjadi jawara yang disegani.

Namun, keberhasilan musim ini, jangan membuatnya jumawa. The Foxes harus tetap mawas diri dan terus berbenah. Pasalnya, musim depan, tantangan berat akan menghadapi klub asal kota Leicester tersebut. Tantangan utama ialah mempertahankan gelar juara yang susah payah direngkuhnya dari musim ini.

Untuk mempertahankan gelar juara, Claudio Ranieri harus bersiap dengan kedatangan beberapa pelatih top Eropa di Liga Inggris, seperti Josep “Pep” Guardiola yang akan melatih Manchester City dan Antonio Conte yang akan meracik Chelsea.

Kedatangan dua pelatih itu akan membuat Liga Premier Inggris semakin memanas. Selain kedua klub itu, Manchester United (MU) juga akan berbenah, menyongsong perhelatan Liga Premier Inggris musim depan.

Untuk itu, Ranieri harus menjaga dan meningkatkan performa Leicester. Pelatih berjuluk The Tinkerman itu harus mampu mempertahankan beberapa bintangnya, seperti Riyad Mahrez dan Jamie Vardy. Pasalnya, beberapa klub Inggris dan Eropa tengah melirik kualitas keduanya.

Ranieri juga harus menjaga kekompakan tim. Tak bisa dipungkiri, Leicester mampu menaklukan dominasi klub-klub besar di Inggris lantaran kekompakan tim yang luar biasa. Para pemain Leicester mampu mengembangkan permainan apik, semangat yang tinggi, untuk memporak-porandakan pertahanan lawan.

Vardy sendiri kini duduk di peringkat kedua pencetak gol terbanyak Liga Premier Inggris musim ini dengan torehan 21 gol. Sedangkan Mahrez, berada di urutan kelima dengan 16 gol.

Dengan torehan gol itu, Vardy mulai diincar Chelsea untuk menambah daya gedornya. Meski The Blues, julukan Chelsea, sudah memiliki beberapa striker bintang, seperti Diego Costa, Radamel Falcao, dan Pedro, kedatangan Vardy dianggap amat penting. Karena, Chelsea butuh striker yang mampu bermain konstan seperti Vardy. Selain Chelsea, Real Madrid mulai memantau striker berusia 29 tahun itu untuk menjadi pelapis Benzema. Vardy hanya menjadi opsi cadangan saja.

Sedangkan Mahrez, mulai dilirik MU dan Arsenal. Bahkan, Barcelona juga memantau pemain asal Aljazair tersebut sejak pertengahan musim ini. Bila harus meninggalkan King Power Stadium, Mahrez kemungkinan lebih memilih berlaga bersama Blaugrana.

Pasalnya, pemain berusia 25 tahun itu sudah sejak lama bermimpi untuk bermain satu tim dengan idolanya, yakni Lionel Messi. Tentu, akan merugi jika kedua pemain itu dilego Leicester, meski masih memiliki pemain-pemain berlian lainnya, seperti Daniel Drinkwater, N’Golo Kante, dan Christian Fuchs yang menjadi motor permainan Lecester musim ini. Meski demikian, Ranieri harus mampu menambal lini depan bila memang Vardy dan Mahrez hengkang.

Pilihan Leicester untuk mengincar Ousmane Dembele dari Rennes, klub Ligue 1 Perancis cukup logis bila nantinya Mahrez ataupun Vardy hengkang. Pasalnya, pemain berusia 19 tahun itu mampu bermain apik di musim ini bersama Rennes. Dalam 20 pertandingan yang dilakoninya, Dembele mampu mencetak 12 gol.

Apalagi, Dembele dibanderol dengan harga US$ 22 juta atau setara dengan Rp298 miliar. Harga itu merupakan investasi untuk mendatangkan pemain muda yang masih dapat dikembangkan. Meski demikian, untuk mendatangkan striker muda itu, Leicester harus bersaing dengan MU dan Arsenal yang juga kepincut oleh permianan pemain U-21 Perancis itu.

Selain Vardy dan Mahrez, Kante pun diisukan akan segera hengkang dari King Power Stadium di musim depan. Pasalnya, pemain berusia 25 tahun itu tengah diincar Arsenal dan Chelsea. Kante juga masuk dalam radar Juventus dan Real Madrid.

Di usianya yang produktif, mendatangkan Kante menjadi investasi bagi sejumlah klub. Meski demikian, belum diketahui banderol harga untuk memboyong Kante dari Leicester.

Di musim ini, Kante menjadi pemain tengah yang handal. Pemain yang didatangkan dari klub Perancis Caen ini telah bermain sebanyak 33 pertandingan bersama “Si Rubah”. Leicester memang harus berhati-hati untuk memutuskan menjual Mahrez, Vardy, maupun Kante, karena musim depan akan menjadi musim pertama The Foxes berlaga di Liga Champions Eropa untuk kali pertama.

Sebab, untuk tim debutan seperti Leicester, agaknya akan sulit bersaing dengan klub Eropa lainnya yang sudah langganan berlaga di turnamen terbesar di benua biru seperti Real Madrid, Barcelona, Bayern Munich, dan Juventus.

Tim-tim elit Eropa itu sudah kebal dengan demam panggung. Mereka lebih siap ketimbang Leciester yang notabennya dianggap sebagai kuda hitam di musim depan. Bila ingin bersaing dengan tim papan atas Eropa itu, Leicester hendaknya mampu mempertahankan pemain bintangnya agar permainannya tidak kendor.

Selain itu, meski berlabel bintang baru, Mahres, Vardy, dan Kante, masih harus diuji mental kebintangannya ketika harus berlaga di Liga Champions Eropa. Pasalnya, laga itu lebih keras dan membutuhkan pemain bermental baja. Untuk itu, Ranieri perlu mempertimbangkan untuk mendatangkan pemain baru yang terbiasa berlaga di Liga Champions Eropa.

Opsi lainnya ialah dengan memaksimalkan tim yang sudah solid saat ini dengan membiasakan bermain dengan tim-tim elit Eropa pada pra musim. Ranieri harus membujuk manajemen Leicester City untuk menggelar pertandingan pra musim melawan salah satu bakal calon lawannya di Liga Champions Eropa. Dengan begitu, mental pemain The Foxes akan terlatih dan berkembang sebelum memasuki laga sesungguhnya.

Masuknya Leicester City dalam perhelatan Liga Champions Eropa, juga menuntut Raineri untuk pintar merotasi pemain. Hal itu perlu dilakukan agar para pemainnya tidak kelelahan ketika menjalani laga yang padat. Bila tidak, Leicester City tidak hanya akan gagal di Liga Champions Eropa, melainkan juga gagal mempertahankan gelar Juara Liga Premier Inggris.

Musim ini boleh jadi menjadi milik Leicester. Tetapi, tantangan berat yang akan datang, harus siap dihadapi The Foxes. Dibutuhkan konsistensi untuk musim depan agar dapat menambah gelar, atau setidaknya mempertahankan gelar yang telah direngkuh.

Leicester City juga harus mempertimbangkan strategi mendatangkan pemain bintang baru agar permainannya lebih atraktif. Untuk mengakali sumber dana yang terbatas, Leicester dapat mengincar pemain-pemain muda atau pemain bintang berstatus bebas transfer. Dengan begitu, skuad Ranieri akan memiliki banyak pilihan untuk melakukan rotasi pemain sehingga performa tim tetap terjaga hingga akhir laga.

Muhammad Khairil

Editor : M. Yamin Panca Setia | Sumber : Talk Sport/Skysports/ Metro/The Week/Daily Mail
 
Polhukam
24 Sep 21, 09:17 WIB | Dilihat : 143
Pembangkang dalam Pusaran Transformasi Politik Malaysia
19 Sep 21, 16:48 WIB | Dilihat : 214
Cermin Buram Kekuasaan dan Luka Rakyat
31 Agt 21, 21:38 WIB | Dilihat : 199
Milisi Houthi Serang Lagi Bandara Abha Saudi
29 Agt 21, 17:01 WIB | Dilihat : 143
Taliban Hadapi Tantangan Baru
Selanjutnya
Seni & Hiburan
31 Jul 21, 04:03 WIB | Dilihat : 155
Mata Maut
03 Mar 21, 06:38 WIB | Dilihat : 390
Industri Game Naik Saat Pandemi
Selanjutnya