Australia Terbuka 2015

Serena Williams Juarai Australia Terbuka untuk Keenam Kali

| dilihat 1791
 
MELBOURNE, AKARPADINEWS.COM | Luar biasa. Petenis nomor satu putri dunia, Serena Williams mampu menambah gelar Grand Slamnya menjadi 19. Koleksi gelar terbarunya diraih petenis Amerika Serikat ini dalam turnamen Australia Terbuka 2015 sekaligus menambah rekor juara Australia Terbuka sebanyak enam kali.
 
Di babak final, Serena mampu menyudahi perlawanan ketat dari petenis Rusia, Maria Sharapova yang diunggulkan diposisi kedua dalam laga dua set, 6-3, 7-6 (7-5) di Road Laver Arena, Sabtu malam (31/1) atau Sabtu petang WIB.
 
Pada live scored Australia Terbuka 2015 tercatat,  pada set pertama, Serena mampu tampil lebih percaya diri dengan mencetak poin lebih dulu. Tetapi pada kedudukan 1-1, Serena langsung melesat hingga meraih dua angka tambahan menjadi 3-1. Di titik ini Maria mampu menambah poin menjadi 2-3. Sayangnya kondisi itu tak terlampau lama, karena Serena mampu mengembangkan pola permainan hingga kor berubah jadi 5-2. Kembali lagi, Serena tak mampu menahan laju Maria, sehingga atu poin lagi ditambahkan petenis Rusia itu menjadi 3-5.
 
Menjadi jawara turnamen ini sebanyak lima kali, membuat Serena kembali bersemangat menyudahi partai pertama dengan kemenangan 6-3.
 
Di babak kedua, pertandingan berjalan lebih seru. Kejar mengejar poin terjadi secara ketat. Meskipun kembali Serena mencetak poin lebih dulu, 1-0. Tetapi, Maria mampu membuat imbang menjadi 1-1. Keadaan terus terjadi dengan posisi imbang, 5-5, namun Serena mampu memimpin lebih dulu. Saat kritikal poin, Serena juga lebih dulu menambah poin menjadi 6-5 dan Maria kembali menyamakan kedudukan menjadi 6-6. Tetapi keberuntungan masih berpihak pada Serena yang menyudahi  kemenangan dengan skor 7-6 (7-5).
 
Final tunggal putri Australia Terbuka 2015, Sabtu (31/1), kali ini sungguh luar biasa dan sangat dinantikan bagi pecinta tenis dunia. Pasalya, unggulan pertama Serena Willliams (33) dan unggulan kedua Maria Sharapova (27) menampilkan laga yang begitu seru, dramatis dan menghibur.
 
Merunut rivalitas keduanya, dua petenis ini begitu agresif dalam menambah gelar di Melbourne Park ini. Serena yang telah memiliki 18 gelar Grand Slam, sedari awal laga berambisi membidik tropi Grand Slam ke-19 dan mengenapkan tropi juara di Melbourne Park menjadi enam kali. 
 
Sedangkan, Maria juga bersemangat menambah gelar kedua di turnamen ini sekaligus gelar ke-6 Grand Slam-nya dari lima gelar sebelumnya, dua diantaranya di Roland Garros, Perancis, dan satu Grand Slam di Australia Terbuka. Di tahun 2014 lalu, keduanya hanya mampu menambah satu glar Grand Slam. Serena menjuari Amerika Terbuka dan Maria, Perancis Terbuka.
 
Liku-liku Perjalanan ke Final
 
Tak mengherankan, mereka tampil begitu bersemangat sedari awal untuk merealisasikan ambisinya menambah gelar Grand Slam. Di turnamen Australia Terbuka 2015, Serena  dan Maria tantang dan mampu melibas pesaing dari petenis unggulan dan non unggulan dengan laga straight set maupun rubber set.
 
Menuju final ini, Serena mengalahkan petenis unggulan dan non unggulan, diantaranya: Alison Van Uytvanck dari Belgia dengan skor 6-0, 6-4,Vera Zvonareva (Rusia) 7-5, 6-0,  Elina Svitolina (Ukraina/26) 4-6, 6-2, 6-0, Garbine Muguruza (Spanyol/24) 2-6, 6-3,6-2, Dominika Cibulkova (Slovakia/11] 6-2, 6-2, dan di semifinal mengalahkan petenis non unggulan sekaligus rekan senegaranya Madison Keys , 7-6 (7-5), 6-2.
 
Sedangkan Maria mengalahkan petenis Kroasia Petra Martic 6-4, 6-1, Alexandra Panova (Rusia) 6-1, 4-6, 7-5, Zarina Diyas (Kazahstan/31) 6-1,6-1, Shuai Peng (Cina/21) 6-3, 6-0, Eugenie Bouchard (Kanada/7) 6-3, 6-2, dan di semifinal mengalahkan rekan senegaranya Ekaterina Makarova (10) 6-3,6-2.
 
 
Untuk diketahui, sebelum final Australia Terbuka 2015 ini Maria selalu kalah dalam 15 pertemuan terakhir dengan Serena. Totalnya, dari 18 kali pertemuan sebelumnya, skor 16-2 untuk kemenangan Serena. Dua kekalahan Serena atas Maria diraih pada tahun 2004.
 
Maria yang masih berusia 17 tahun kala itu, sempat mengalahkan juara bertahan dua kali, Serena (22), di laga krusial pada final Wimbledon 2004.  Ketika itu Serena sedang dilanda cidera dan gelar Wimbledon Maria saat itu juga merupakan titel major yang pertama dan setelah itu nama Masha – sapaan Sharapova – mulai menanjak. Tak lama berselang,Masha kembali mengalahkan seniornya itu di kejuaraan WTA di Los Angeles pada 2004.
 
Tetapi setelah dua sukses itu Maria tak mampu mengalahkan Serena sejak tahun 2004 hingga Australia Terbuka 2015. Kebekuan waktu ternyata belum mampu dipecahkan petenis cantik Rusia ini. Pun, Serena menambah koleksi gelar Grand Slam ke-19 sekaligus gelar Australia Terbuka ke-6 bagi petenis berusia 33 tahun ini. Di awal tahun 2015 ini, posisi Serena pun masih aman diurutan satu dunia. Bagi Maria yang berusia jauh lebih muda dari Serena, masih punya peluang untuk mengalahkan si Ratu tenis ini, masih ada banyak turnamen di tahun 2015 dan termasuk tiga laga Grand Slam, Perancis Terbuka, Wimbledon dan Amerika Terbuka 2015.
Editor : Nur Baety Rofiq
 
Humaniora
04 Nov 21, 07:24 WIB | Dilihat : 336
Tolak Toleransi Zina di Kampus
13 Okt 21, 09:25 WIB | Dilihat : 624
Pendekar Mabuk di Tengah Coronastrope
05 Okt 21, 16:00 WIB | Dilihat : 412
Penista Nabi Muhammad Mati Dilahap Truk
03 Sep 21, 12:31 WIB | Dilihat : 259
Membaca Tantangan Abad 21 dan Hegemoni Pendidikan Global
Selanjutnya
Lingkungan
27 Sep 21, 12:15 WIB | Dilihat : 355
Selamatkan Kebun Raya Bogor
10 Sep 21, 14:55 WIB | Dilihat : 199
Ida Mengamuk Sejumlah Kota Amerika Serikat Berantakan
01 Agt 21, 09:31 WIB | Dilihat : 192
Membaca Sinyal Presiden Joe Biden tentang Jakarta
Selanjutnya