Piala Presiden 2015 - Perrsib vs Sriwijaya FC 2 - 0

Persib (Memang) Juara, Zulham Pemain Terbaik

| dilihat 3230

JAKARTA, AKARPADINEWS.COM | FINAL Piala Presiden 2015 yang dihadiri Presiden Jokowi, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama, Walikota Bandung Ridwan Kamil yang santun, itu dan sejumlah petinggi di Stadion Utama Senayan, Minggu (18/10) membuktikan Persib Memang Juara!  Persib menaklukan Sriwijaya FC 2-0 dengan pola permainan sangat efektif dan efisien.

Dalam laga yang sama kuat antara Persib dengan Sriwijaya FC, serta pertarungan menarik, karena masing-masing tim mengeksplorasi kemauan dan kemampuannya menjadi juara, Persib membuktikan dirinya sebagai ‘sinatria pilih tanding’ yang daya tahan dan teknik bermain lebih baik.

Strategi pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman yang memasang formasi ‘pagar’ sekaligus menyiapkan ‘pemecah telur’ memang jitu. Sebelumnya, Djadjang mengaku telah memantau perkembangan Sriwijaya FC, setelah Laskar Wong Kito itu memastikan tempat di final. Dengan sikap ‘andap asor’ Djadjang melihat Sriwijaya FC merupakan ancaman serius bagi anak asuhnya.

Lewat tendangan bebas Ahmad Jufriyanto pada menit keenam babak pertama, Persib berhasil ‘memecah telur’ 1 – 0. Dalam tendangan penalti yang dipagari pemain Sriwijaya FC, Ahmad berhasil memilih celah untuk jalan bola yang disepaknya, dan membuat kiper Sriwijaya FC Dian Agus Prsaetyo tak berkutik.

Setelah kisruh PSSI dengan Menteri Pemuda dan Olahraga, inilah pertandingan sepakbola yang menarik disimak dan menjanjikan harapan. Para pemain Swirijaya FC berhasil masuk ke final dan berhadapan dengan Persib, dan bisa selamatkan diri dari kepungan bencana asap yang sedang melanda daerahnya, Sumatera Selatan.

Para pemain Sriwijaya FC, seperti Wildansyah, Abdoulaye Maiga, Fachrudin, Syaiful Indra,  Asri Akbar, Syakir Sulaiman, TA Mushafry, Titus Bonai, Patrich Wanggai, bermain cantik, meski Yoo Hyun-Koo nampak masih perlu bermain lebih halus lagi. Pun, kiper Dian Agus Prasetyo mesti berlatih kejelian dalam mencermati kemampuan teknik lawan.

Akanhalnya Persib, yang menurunkan pemain, I Made Wirawan, Tony Sucipto, Ahmad Jufriyanto, Vladimir Vujovic, Supardi, Atep, Firman Utina, Taufiq, Makan Konate, Zulham Zamrun, dan Ilija Spasojevic perlu mempertahankan pola permainan a la ‘jajar belibis’ yang rapat. Tapi, tetap dengan spirit maung yang selalu siap menerkam peluang.

ZULHAM ZAMRUN PENCETAK GOL TERBANYAK DAN PEMAIN TERBAIK SEPANJANG TURNAMEN PIALA PRESIDEN 2014

Persib memastikan dirinya sebagai Juara Piala Presiden 2015, ketika di menit ke 60 babak kedua usai turun minum, pelatih Sriwijaya FC Benny Dolo mengganti sejumlah pemain, dan mereka tak mampu mengejar tempo permainan Persib. Maung Bandung membuktikan kehebatannya sebagai juara dengan mengunci setiap pemain Sriwijaya FC yang merangsek ke gawang Persib, yang piawai dan sangat berhati-hati dijaga oleh I Made Wirawan.

Gol kedua masuk ke gawang Sriwijaya FC cukup memikat. Dengan jurus ‘andap asor pamakena,’  pasukan Persib yang sudah unggul sebelumnya, nampak bermain sabar. Atep dan kawan-kawan berbagi peran, siaga di garis pertahanan untuk mendapatkan serangan balik.

Lewat umpan silang Atep yang direspon Makan Konate dengan tendangan memutar, bola meluncur ke mistar gawang. Sempat berbalik, lalu terkena badan Dian, Kiper Sriwijaya FC, dan langsung masuk gawang. Seketika, gemuruh suara gembira dari 60 ribu bobotoh Persib segera memecah Stadiun Utama Senayan, itu.

Selepas itu, pasukan Sriwijaya FC berusaha keras mengambil sejumlah momen untuk melakukan aksi balasan. Tapi, Persib bermain lebih agresif. Kali ini dengan mengubah taktik, menghadapi lawan secara head to head.

Tekanan para pemain Sriwijaya FC, spontan mereka balas dengan menekan balik. Upaya pemain Sriwijaya FC, Titus Bonai yang beberapa kali membongkar pertahanan Persib, dibalas dengan aksi yang sama. Karenanya, permainan dengan tempo tinggi dan nampak indah di babak kedua, semakin menaikkan spirit maung Bandung. Sesuai instruksi Djadjang Nurdjaman, para pemain Persib kembali menekan Sriwijaya FC.

Para pemain Persib, terutama Atep, Makan Konate, dan Ahmad Jufriyanto, serta Vladimir Vujovis berhasil mematahkan serangan yang dilakukan para pemain Sriwijaya FC. Apalagi, berulang kali, anak asuh Benny Dolo yang memperoleh banyak peluang untuk menciptakan gol ke gawang Persib, tidak berhasil melakukan eksekusi dengan baik.

Papan skor nyaris berganti bilangan, ketika tendangan keras Zulham Zamrun dari luar kotak penalti menuju ke gawang. Kala itu, kiper Sriwijaya FC nampak sadar dan spontan merespon. Tendangan Zulham Zamrun berhasil ditepis. Tak berapa lama, Vujovic juga berpeluang, saat datang bola liar ke depannya. Sayang, Vujovic terlambat mengambil kesempatan itu. Zulham sendiri, akhirnya harus keluar lapangan dengan ditandu, karena mengalami benturan dengan salah seorang pemain Sriwijaya FC.

Zulham kemudian, dinobatkan sebagai pemain terbaik selama turnamen berlangsung. Zulham juga merupakan pencetak gol terbanyak selama turnamen, dan untuk itu dia memperoleh hadiah sebesar Rp100 juta. Sebagai pemain terbaik, Zulham menyisihkan Cristian Gonzales, Bayu Gatra, dan Firman Utina. Sebagai pemain terbaik dia memperoleh hadiah Rp200 juta.

DJADJANG NURDJAMAN - PELATIH PERSIB, MENGANTAR KEMENANGAN DENGAN JURUS SINATRIA PILIH TANDING ANDAP ASOR PAMAKENA

Laskar Wong Kito – Sriwijaya FC pun tak harus bersedih. Mereka didaulat panel penilai sebagai tim Fair Play dan memperoleh hadiah Rp300 juta, sedangkan sebagai runner up Sriwijaya FC memperoleh hadiah Rp2 miliar. Persib sendiri memperoleh hadiah sebanyak Rp3 miliar.

Kemenangan Persib tentu membuat pelatih Djadjang Nurdjaman gembira. Dia mengulang sukses, saat di tempat yang sama kala aktif sebagai pemain. Bagi Persib, kemenangan ini merupakan kemenangan kedua, sejak Persib menjadi finalis Liga Indonesia (1994-1995), kala itu Djadjang masih menjadi asisten pelatih Indra Thohir.

Djadjang mengemukakan, kemenangan di Piala Presiden 2015 merupakan kemenangan luar biasa. Kemenangan yang mengingatkan dia kejayaan Persib  ketika menjadi jauara di Gelora Bung Karno. Dia merasakan bagaimana dimensi spiritual stadion utama Senayan ketika masih menjadi pemain, kala Persib sebagai maung Bandung menjuarai Perserikatan di penghujung dekade 1990-an.

Kemenangan luar biasa juga patut dimaknai, ketika persepakbolaan Indonesia sedang dilanda kisruh, dan Piala Presiden 2015 dijadikan ajang untuk membuktikan kepada FIFA, bahwa meski terkena sanksi organisasi sepakbola internasional itu, Indonesia bisa bikin kompetisi yang bergengsi dan bermutu.

Ahmad Jufriyanto yang biasa dipanggil Jupe itu merasa sukacita dengan kemenangan ini, karena dia merasa sempat bermain buruk, lalu berusaha sekuat tenaga mengubahnya. Alhamdulillah, dalam waktu dekat, pola permainan kembali baik. Kontribusi Jupe dalam kemenangan Persib patut dihargai.

Kemenangan Persib pada Piala presiden 2015 ini menggembirakan, karena kemenangan ini membuat maung Bandung, itu berhasil mempertahankan kualitasnya sebagai jawara. Artinya, Persib berhasil mempertahankan kualitasnya sebagi penyandang juara Indonesia Super League (ISL) 2014. Persib memang layak mengangkat trofi Piala Presiden 2015, yang dibuat seniman ukir dari Ubud – Bali, dari kayu jati berusia 80 tahun itu.

SELEBRASI USAI PERTANDINGAN. PERSIB MEMANG JUARA !

Hal yang menarik adalah sikap pelatih dan pemain Persib yang tidak menganggap remeh lawan. Mereka memandang Sriwijaya FC merupakan lawan tanding yang tampil mengejutkan sejak fase grup.

Persib memandang Sriwijaya FC, terbilang tim yang hebat, karena sebelumnya menempati posisi nonunggulan, karena persiapan yang minim dan mepet menjelang turnamen. Termasuk menjadi korban bencana asap pembakaran hutan. Namun para pemain, anak asuh Benny Dolo ini mampu memperlihatkan jati diri sebagai tim yang layak masuk final, dan pantas menjadi runner up Persib.

Djadjang Nurdjaman menilai, “Grafik permainan mereka terus meningkat. Secara keseluruhan, Sriwijaya FC tangguh dan sepadan.”  Dan terbukti, pertandingan final menunjukkan duel yang sengit untuk menjadi juara yang sesungguhnya. Djadjang mengatakan, pemain Sriwijaya FC dilatih oleh Benny Dolo, pelatih berpengalaman. Pemain Sriwijaya FC juga punya kemampuan merata di semua lini.

Sebaliknya Benny Dolo mengemukakan, lduel melawan Persib bukan hanya demi memburu gelar juara, namun juga sebagai ajang pembuktian tim besutannya layak tampil di final. Menurut Benny, semua tahu Persib punya pemain berkualitas, dan sudah padu. “Tapi kami punya motivasi besar untuk memenangkan pertandingan. Pertandingan ini bukan hanya sekadar kemenangan, tapi juga menjadi ajang pembuktian pemain kami,” ungkap Benny.

 “Setiap pertandingan final pasti ada tekanan. Itu tidak hanya dirasakan pemain, tapi juga pelatih. Saya sudah memotivasi kepada pemain untuk membuat sejarah dalam kehidupan mereka,” ungkap Benny. Dan omongannya telah menjadi spirit bagi anak-anak asuhnya yang juga bermain baik.

Skor 2-0 bagi kemenangan Persib, juga banyak disebut dalam memprediksi hasil pertandingan. Terutama, karena memperhitungkan kualitas dan kemampuan Sriwijaya FC. | JM Fadhillah

Editor : Web Administrator | Sumber : FOTO-FOTO PERSIB DAN SUMBER LAIN
 
Humaniora
11 Nov 22, 22:45 WIB | Dilihat : 197
Jalan Ishlah Menghidupkan Apresiasi dan Respek
10 Nov 22, 12:46 WIB | Dilihat : 123
Kang Tjetje, Kitab Kesadaran dengan Narasi Kritis
26 Okt 22, 21:15 WIB | Dilihat : 261
60 Tahun Tak Mandi, Sekali Mandi Amou Haji Meninggal
Selanjutnya
Polhukam