Raih Ballon d'Or Kelima

Messi Makin Sulit Tersaingi

| dilihat 1728

AKARPADINEWS.COM | LIONEL Messi kembali didapuk sebagai pemain terbaik dunia setelah meraih penghargaan FIFA Ballon d’Or pada Senin, (11/1). Penghargaan ini merupakan penghargaan kelima yang dimenangi Messi sejak 2012 lalu.

Messi mengalahkan rivalnya asal Real Madrid, Cristiano Ronaldo, dan rekan setimnya di Barcelona, Neymar Junior. Messi berhasil meraih suara 165 pelatih tim nasional, 162 kapten tim nasional, dan 171 representasi media internasional. Pemain Barcelona asal Argentina yang bernomor punggung 10 tersebut meraih 41,33 persen suara. Sedangkan Ronaldo meraih 27,76 persen suara dan Neymar yang mengantongi 7,86 persen suara.

Messi layak mendapatkan lagi penghargaan Ballon d’Or 2015 lantaran ukiran prestasinya selama berseragam klub asal Catalunya di musim 2014-2015. Di musim tersebut, Messi telah melahirkan 52 gol dan 26 umpan dalam 61 laga yang dimainkannya. Pemain berusia 28 tahun tersebut juga menjadi salah satu aktor atas kesuksesan Barcelona meraih Treble Winner dengan menjuarai La Liga Spanyol, piala Copa Del Rey, dan Liga Champions pada musim lalu.

Bila dibandingkan dengan torehan jumlah gol, Messi masih berada di bawah Ronaldo. Di musim lalu, pemain asal Portugal tersebut mengoleksi 57 gol dengan 16 golnya pada laga Piala Liga Champions Eropa. Namun, torehan itu tidak berhasil mengantarkan pemain berusia 30 tersebut meraih Ballon d’Or keempatnya.

Sedangkan Neymar, pada penghargaan kali ini dia mencatatkan diri sebagai pemain asal Brazil yang berhasil menjadi nominasi setelah terakhir, Ricardo Kaka meraih Ballon d’Or pada 2007 silam. Secara statistik torehan gol, pemain bernomor punggung 11 di Barcelona itu cukup positif, dengan mencetak 45 gol di 62 laga yang dilakoninya. Meski tak berhasil meraih juara, Neymar merupakan salah satu penyerang yang produktif. Di La Liga musim ini, pemain berusia 23 tahun tersebut sudah menyarangkan 15 gol ke gawang lawan.

Diraihnya penghargaan Ballon d’Or untuk kelima kalinya, mengukuhkan Messi sebagai pemain terbaik sejagad. Saat memberikan sambutan kala menerima penghargaan, Messi mengatakan, memenangi Ballon d’Or kali ini merupakan momen spesial untuk dirinya karena dia berhasil disalip Ronaldo pada penghargaan beberapa tahun lalu.

“Ini (Ballon d’Or) luar biasa karena ini merupakan penghargaan kelima yang berhasil saya dapatkan. Penghargaan ini adalah hal yang amat saya impikan sejak saya masih anak-anak,” ujarnya seperti dilansir BBC, Senin (11/1).

Dengan torehan prestasi itu, Messi memecahkan rekor baru FIFA. Karena, baru Messi yang berhasil meraih Ballon d’Or terbanyak. Pemain asal Argentina mengungguli Ronaldo, Marco Van Basten, Michel Platini, dan Johan Cruyff yang masing-masing baru merengkuh Ballon d’Or sebanyak tiga kali.

Di ajang penghargaan sepakbola internasional itu juga terdapat penghargaan kepada pesepakbola perempuan terbaik dunia. Penghargaan itu berhasil diraih oleh Carli Lloyd. Perempuan yang bermain untuk tim nasional Amerika Serikat itu berhasil memperoleh suara 35,28 persen mengungguli Celia Sasic asal Jerman (12,60 persen), dan Aya Miyama asal Jepang (9,88 persen). Pemungutan suara untuk penghargaan pesepakbola terbaik perempuan dunia itu berasal dari 136 pelatih tim nasional, 135 kapten tim nasional, dan 106 perwakilan media internasional.

Kemenangan Lloyd atas penghargaan pesepakbola perempuan terbaik dunia itu merupakan buah kerja kerasnya selama mengantarkan tim nasional perempuan Amerika Serikat mengalahkan Jepang di Piala Dunia Perempuan 2015. Pada laga final, Lloyd mencetak hattrick yang kemudian menjadikan Amerika Serikat sebagai kampiun.

Saat menerima penghargaan tersebut, Lloyd mengatakan, amat bahagia untuk memenangi penghargaan pesepakbola terbaik dunia untuk kali pertamanya. “Meraih penghargaan ini sudah menjadi mimpi saya sejak saya berseragam tim nasional Amerika Serikat,” ujar perempuan yang bermain sebagai gelandang tengah pada tim nasional perempuan Amerika Serikat tersebut.

Tak hanya itu, Lloyd berpesan pada seluruh pesepakbola perempuan di dunia untuk memegang teguh impian mereka dan memperjuangkannya agar dapat meraihnya.

Selain kedua insan sepak bola itu, penghargaan juga diberikan kepada Luis Enrique, pelatih Barcelona, sebagai pelatih pria terbaik. Enrique berhasil meraih penghargaan itu setelah membawa Barcelona menjuarai La Liga, Copa Del Rey, dan Liga Champions Eropa. Untuk pelatih perempuan terbaik diberikan kepada Jill Ellis, pelatih tim nasional perempuan Amerika Serikat, atas prestasinya mengantarkan Amerika Serikat sebagai kampiun piala dunia perempuan 2015.

Penghargaan Puskas atau gol terbaik dalam satu musim diberikan kepada Wendell Lira, pemain dari klub Atletico Goiainiense. Lira memenangi penghargaan gol terbaik atas gol saltonya ke gawang Goianesia pada liga lokal di Brazil. Dan, penghargaan terakhir ialah penghargaan fair play atau permainan sportif yang diraih oleh Lucas Radebe.

Pada malam penghargaan Ballon d’Or, FIFA juga memberikan penghargaan kepada sebelas pemain yang dinobatkan sebagai bagian dari tim impian FIFA atau dikenal juga dengan FIFA/FIFPro XI. Para pemain yang masuk ke dalam jajaran tim impian FIFA didominasi oleh klub Barcelona dan Real Madrid yang berasal dari La Liga Spanyol.

Pemain Barcelona yang berhasil masuk ialah Lionel Messi, Iniesta, Neymar, dan Dani Alves. Sedangkan pemain Madrid yang terpilih ialah Cristiano Ronaldo, Sergio Ramos, Luca Modric, dan Marcelo. Untuk pemain lainnya ialah Paul Pogba dari Juventus (Italia), Manuel Neuer dari Bayern Munich (Jerman), dan Thiago Silva dari Paris Saint Germain (Perancis). Hal yang menarik dari pengumuman tim impian FIFA tersebut tidak ada satupun pemain yang merepresentasikan Liga Premier Inggris.

Muhammad Khairil

Editor : M. Yamin Panca Setia | Sumber : BBC/Mirror
 
Sporta
12 Jul 21, 10:12 WIB | Dilihat : 187
Italia Boyong Piala Eropa via Penalti
23 Agt 20, 12:51 WIB | Dilihat : 673
Anggur Hijau Douro untuk Bayern Munchen
22 Okt 19, 13:15 WIB | Dilihat : 1596
Pertamax Turbo Ajak Konsumen ke Sirkuit F2 Abu Dabi
Selanjutnya
Sainstek
20 Nov 19, 13:05 WIB | Dilihat : 1936
Rumah Ilmuwan Bukan di Menara Gading
08 Nov 19, 23:07 WIB | Dilihat : 2301
Kebijakan Perikanan Belum Berbasis Sains yang Utuh
Selanjutnya