Menjadi Pemain Terbaik PFA

Mahrez Menyingkirkan Bintang Pemain Mahal

| dilihat 2013

AKARPADINEWS.COM | Riyad Mahrez kian bersinar. Di ajang penghargaan Asosiasi Pesepakbola Profesional Inggris (PFA), pria berpaspor Aljazair tersebut menyabet predikat Player of The Years pada Minggu malam (24/4).

Penghargaan itu diberikan PFA lantaran kepiawaiannya menjadi motor permainan apik Leicester City musim 2015-2016. Mahrez mengalahkan pemain-pemain berprestasi lainnya, seperti Mesut Ozil, Harry Kane, dan Dimitri Payet, serta dua teman sejawatnya di Leicester, Jamie Vardy dan N'Golo Kante.

Pemain berusia 25 tahun itu berhasil menarik hati para voter yang terdiri dari para pesepakbola profesional di Liga Premier Inggris setelah membubuhkan 17 gol dan 11 umpan dalam 34 penampilannya di Liga Premier Inggris musim ini. Torehan itu sebenarnya masih di bawah tiga pemainnya, yakni Kane dengan 24 gol, Vardy 22 gol, dan Ozil 18 umpan. Tetapi, dengan torehan jumlah gol dan umpan itu, para voter menilai Mahrez sebagai pemain yang lengkap dalam segala segi permainannya. Wajar jika pemain bernomor punggung 26 itu mendapatkan predikat sebagai pemain terbaik.

Mahrez menjadi pemain asal Benua Afrika pertama yang berhasil menjadi Pemain Terbaik PFA. Dia juga menjadi pemain pertama Leicester City yang berhasil menerima penghargaan tersebut. Hal tersebut menunjukkan, musim ini menjadi musim termanis bagi Mahrez dan Leicester City.

Prestasi Mahrez pun sepadan dengan Luis Suarez yang pernah memenangi penghargaan ini pada tahun 2014. Suarez, kala itu membela Liverpool, menjadi pemain asal Amerika Selatan atau pemain dari luar benua Eropa pertama yang berhasil meraih penghargaan ini. Pemain asal Uruguay tersebut berhasil menyabet pemain terbaik versi PFA setelah membubuhkan 31 gol dari 33 laga yang dimainkannya bersama Liverpool di Liga Premier Inggris.

Nama-nama besar lainnya yang pernah memenangi penghargaan ini seperti Cristiano Ronaldo, Thierry Henry, Gareth Bale, Ryan Giggs, Robin van Persie, Wayne Rooney, dan Eden Hazzard. Sedangkan untuk klub yang pemainnya berhasil merebut penghargaan terbanyak PFA ialah Manchester United (MU). Ada 11 pemain dari klub berjuluk Setan Merah itu yang berhasil meraih penghargaan tersebut.

Mahrez memang memiliki kualitas yang luar biasa. Selain memiliki naluri mencetak gol dan mengumpan, Mahrez mampu bergerak luwes dan atraktif. Dia tak hanya diandalkan sebagai pemain sayap. Namun, kadang menjadi penyerang. Mahrez pun memiliki kecepatan serta kemampuan dribling yang apik. Dengan kelebihan itu, Mahrez mampu mencetak hattrick pada Desember tahun lalu kala melawan Swansea City.

Mahrez juga merupakan pemain yang mampu melepaskan egonya. Dia bermain kompak bersama rekan satu timnya. Torehan 11 umpannya itu menunjukkan Mahrez merupakan seorang team player yang handal. Sebagai pemain bintang Leicester, Mahrez tak melulu mengedepankan arogansi dan egoisme untuk memenangkan sebuah laga. Bersama Vardy dan pemain The Foxes lainnya, Mahrez sukses menjadi motor permainan fantastik Leicester di musim ini.

Atas kemenangannya, Mahrez mengungkapkan, dirinya mendedikasikan penghargaan ini kepada seluruh teman seperjuangannya di Leicester City. Dia pun mengucapkan rasa terima kasihnya kepada sang pelatih, Claudio Ranieri, dan jajaran staf The Foxes yang terus mempercayainya dalam tiap laga.

“Saya amat bahagia dapat meraih penghargaan ini. Hal ini menjadi sangat spesial bagi saya karena ketika para pemain memberikan suaranya pada saya itu berarti mereka melihat saya bermain dengan sangat baik. Saya amat bahagia. Akan tetapi, semua ini juga soal permainan tim. Tanpa rekan satu tim, saya tidak akan mendapatkan penghargaan ini,” ungkapnya.

Memenangi pemain terbaik versi PFA tersebut kiranya dapat menambah pamor Mahrez, baik di Inggris maupun secara internasional. Selain itu, dengan Mahrez memenangi penghargaan itu, Leicester City menunjukkan kepada dunia bahwa pemain bintang tak melulu direkrut dengan kocek yang besar.

Leicester City hanya mengeluarkan US$ 651 ribu atau setara dengan Rp8 miliar dari klub Perancis Le Havre pada tahun 2014 saat merekrutnya. Dengan modal tak terlalu besar, The Foxes berhasil menyulap Mahrez. Dengan prestasinya di musim ini dan kemenangannya atas predikat pemain terbaik versi PFA, banderol atas dirinya sudah pasti meningkat pesat. Kini, Mahrez yang tengah diincar beberapa klub elit Inggris dan Eropa, diprediksi memiliki harga hingga US$36 miliar atau setara dengan Rp478 miliar.

Harga yang fantastis atas Mahrez tersebut kiranya dapat memberikan pemasukan yang luar biasa untuk The Foxes. Namun, sepertinya Leicester City perlu berpikir panjang ketika ingin menjualnya. Pasalnya, di musim depan, klub yang bermarkas di King Power Stadium itu akan menghadapi berbagai macam tantangan berat (Baca: Tantangan Leicester City di Musim Baru).

Bila ingin mempertahankan permainan mereka seperti musim ini, Leicester City harus mempertahankan pemain internasional Aljazair tersebut. Pasalnya, dengan segala kemampuan dan potensi yang dimilikinya, Mahrez masih dapat memberikan kejutan luar biasa di musim depan untuk Liga Premier Inggris.

Malam penghargaan tersebut bukan hanya milik Mahrez semata. Malam itu, Dele Alli, pemain muda dari Tottenham Hotspurs, menyabet gelar PFA Young Player of the Year. Pemain tengah berusia 20 tahun itu mengalahkan Kane, Romeru Lukaku, Ross Barkley, Jack Butland, dan Philippe Coutinho.

Penghargaan itu diberikan kepada Alli karena pemain muda berpaspor Inggris itu mampu tampil impresif di musim ini, dengan perolehan 10 gol dan sembilan umpan untuk klubnya. Selain itu, Alli menunjukkan kemampuan dribling yang indah dan mampu menusuk pertahanan lawan.

Alli merupakan pemain Tottenham kelima yang berhasil menyabet penghargaan tersebut. Sebelumnya, penghargaan tersebut telah disabet Kane, Bale, Kyle Walker, dan Glenn Hoddle.

Dengan merengkuh titel pemain muda terbaik versi PFA, sudah barang tentu Alli akan menarik perhatian klub-klub besar. Salah satu yang dikabarkan tertarik untuk mendapatkan tanda tangannya ialah Real Madrid. Akan tetapi, belum ada pernyataan resmi berapa jumlah total uang yang akan digelontorkan Los Blancos untuk mendapatkannya.

Meski demikian, Alli harus berpikir matang-matang untuk hengkang dari Spurs. Pasalnya, di usia yang masih sangat muda, dia akan mengalami kesulitan untuk bersaing dengan para pemain bintang Madrid. Alli harus lebih bersabar untuk mematangkan dirinya bersama dengan klub berjuluk The Lily Whites tersebut.

Lalu, penghargaan PFA Merit Award diberikan kepada Giggs. Mantan pemain MU dari Wales itu mendapatkan penghargaan tersebut atas dedikasi panjangnya kepada Liga Premier Inggris. Selama menjadi pemain bersama MU, Giggs mencatat 672 penampilan dan 114 gol. Hingga kini, Giggs masih bersama MU dengan posisi sebagai asisten pelatih.

Giggs memang pantas mendapat apresiasi dari PFA atas pengabdiannya di Liga Premier Inggris. Atas kemenangannya, Giggs membubuhkan rekor sebagai pemain asal Wales pertama yang berhasil memenangi penghargaan tersebut.

Untuk sepakbola perempuan, tercatat dua nama yang mendapatkan penghargaan pada malam PFA Award, yakni Izzy Christiansen dari klub Manchester City dan Beth Mead dari klub Sunderland. Christiansen menyabet penghargaan PFA Women's player of the Year, sedangkan Mead meraih PFA Young Women's player of the Year.

Penghargaan yang diberikan oleh PFA kepada insan-insan pesepakbolaan yang berada di tanah Ratu Elizabeth tersebut merupakan bentuk apresiasi dunia sepakbola Inggris kepada mereka yang berprestasi. Penghargaan semacam ini dapat memberikan dampak luar biasa, baik kepada para pemenang maupun nominasi.

Pasalnya, dapat memacu geliat para pemain yang merumput di Inggris untuk terus berprestasi. Pemberian penghargaan oleh PFA ini juga dapat memoles citra sepakbola Inggris kepada dunia bahwa sepakbola Inggris selalu menarik untuk menjadi pelabuhan berkarir para pesepakbola profesional.

Siapapun pemenang pada ajang penghargaan PFA tentu akan menjadi sorotan. Tetapi, ada baiknya bila para pemenang penghargaan mampu mempertahankan predikatnya di musim depan agar dapat menunjukkan diri lebih baik dari musim ini. Dengan begitu, predikat yang disandangnya tidak hangus begitu saja.

Muhammad Khairil

Editor : M. Yamin Panca Setia | Sumber : Reuters/Daily Mail/Sky Sports/Independent
 
Energi & Tambang
29 Mar 21, 20:15 WIB | Dilihat : 359
Pertamina Jamin Pasokan BBM Aman
28 Jan 20, 13:31 WIB | Dilihat : 1205
Komitmen Budaya pada Reklamasi Pertambangan
22 Okt 19, 12:46 WIB | Dilihat : 1458
Sinergi PHM dengan Elnusa Garap Jasa Cementing di Rawa
Selanjutnya
Budaya
07 Okt 21, 09:26 WIB | Dilihat : 222
Cindai Kebangsaan yang Koyak dan Lusuh
05 Okt 21, 15:01 WIB | Dilihat : 211
Mengingat Siti Quburi di Tengah Arus Deformasi
30 Sep 21, 11:10 WIB | Dilihat : 167
Alih Rupa Sejarah
15 Sep 21, 11:09 WIB | Dilihat : 244
Prespektif Transformasi Budaya Betawi dari Setu Babakan
Selanjutnya