Langkah Berat Messi Meninggalkan Barcelona

| dilihat 2059

AKARPADINEWS.COM | BARCELONA sepertinya tidak ingin kehilangan mega bintangnya, Lionel Messi. Demi mempertahankan Messi, Barcelona membujuknya untuk menandatangani kontrak baru. Upaya itu dilakukan Barcelona sejak Januari lalu dengan mengajukan kontrak baru sebesar 583 ribu Poundsterling atau Rp9,7 miliar per pekan.

Nilai kontrak itu jauh lebih tinggi dari nilai kontrak Messi sebelumnya, yakni 256 ribu Poundsterling atau setara dengan Rp4,2 miliar per pekan. Tetapi, pemain yang akan habis masa kontraknya pada tahun 2018 belum mau menyetujui kontrak tersebut.

Bahkan, Messi yang diwakilkan ayahnya, Jorge Horácio Messi, meminta kenaikan nilai kontrak. Tak tanggung-tanggung, permintaan kenaikan gaji tersebut mencapai 800 ribu Poundsterling atau Rp13 miliar per pekan. Tentunya, angka tersebut membuat Barcelona cukup frustasi.

Apalagi, beberapa klub ternama Eropa sudah menunjukkan minatnya untuk menggaet pemain berusia 29 tahun tersebut. Salah satu klub yang berambisi mendatangkan Messi adalah Manchester City. Klub tersebut menyatakan sanggup memenuhi nilai kontrak baru yang dipatok Jorge Messi tersebut.

Begitu pula dengan Chelsea. Hal itu terlihat dari beberapa kali Roman Abramovich, pemilik Chelsea, mengundang Jorge Messi ke kapal pesiarnya, Juli lalu. Meski demikian, Chelsea belum mengumumkan secara resmi ketertarikan untuk menggaet Messi.

Selain kedua klub asal Inggris itu, Paris Saint-Germain (PSG) berminat untuk mendatangkan Messi. Ambisi klub asal Perancis itu telah didengungkan sejak lama. Tetapi, Messi belum tertarik untuk bermain di Ligue 1 Perancis.

Lantaran iming-iming yang ditawarkan klub terkemuka pada Messi, Barcelona pun mencari cara agar pemain andalannya itu tak hengkang dari Camp Nou. Setidaknya, Barcelona berupaya mengajukan tawaran baru, meski tidak sesuai dengan nilai kontrak yang diajukan Jorge Messi. Namun, bila tidak juga mencapai kesepakatan, manajemen Barcelona kemungkinan besar melepaskan Messi.

Meski demikian, tak mudah pula bagi Messi untuk meninggalkan klub asal Katalan yang sudah membesarkannya itu. Messi memiliki hutang moral pada Barcelona saat dirinya mengalami gangguan pertumbuhan ketika anak-anak.

Dokter pernah memvonis Messi memiliki gangguan pertumbuhan. Hal itu menyebabkan tubuhnya tidak tumbuh maksimal seperti anak seusianya. Atas gangguan tersebut, Messi kecil harus terus disuntik hormon pertumbuhan agar tubuhnya dapat tumbuh sesuai dengan usianya.

Sayangnya, dengan kondisi perekonomian keluarganya kala itu, obat hormon tersebut cukup mahal. Beruntungnya, ketika berusia 13 tahun, salah satu pemandu bakat dari Barcelona menemukannya dan menawarkan Messi untuk masuk ke akademi sepakbola Barcelona, La Masia.

Bergabungnya Messi dengan La Masia membuatnya mendapat perawatan intensif secara gratis. Tak hanya itu, di akademi sepakbola tersebut, bakat terpendam Messi pun terasah. Tahun 2009, menjadi tahun yang tak pernah dilupakan Messi. Pasalnya, kala itu, Messi menjadi bagian dari keberhasilan Barcelona memenangi beberapa kejuaraan, seperti La Liga Spanyol musim 2008-2009, Copa Del Rey musim 2008-2009, Supercopa de España, Liga Champions Eropa, UEFA Super Cup, dan FIFA Club World Cup.

Di tahun itu juga Messi berhasil merengkuh beberapa penghargaan individu. Di La Liga, dia dinobatkan menjadi Best Player in La Liga dan Best Forward in La Liga. Di ranah Eropa, pemain kelahiran 24 Juni 1987 itu merengkuh UEFA Club Footballer of the Year dan UEFA Club Forward of the Year. Dan, tahun 2009, FIFA menganugerahkan FIFA World Player of the Year, FIFA Club World Cup Golden Ball, dan Ballon d’Or pertamanya.

Hingga kini, Messi pun terus berprestasi dan menjadi salah satu mega bintang sepakbola dunia. Semua itu tak akan bisa diraihnya bila tak bergabung dengan Barcelona. Di klub itu pula Messi mendapat banyak kesempatan bermain dengan pemain top dunia lainnya, seperti Ronaldinho, Samuel Eto’o, Thierry Henry, Xavi, dan Charles Puyol. Kini, dia pun mengomandoi trio penyerang Barcelona bersama dua bintang top Amerika Latin, Luiz Suarez dan Neymar Jr.

Dengan segala kenangan indah dan kesempatan itu, diharapkan dapat mengukuhkan pilihan pada Messi agar tetap bertahan di Barcelona. Tetapi, Barca juga telah melukai hati Messi tatkala membiarkan sahabatnya Dani Alves hengkang ke Juventus. Padahal, pemain asal Brazil itu telah menjadi bagian penting dan pemain belakang andalan Barcelona selama beberapa tahun belakangan.

Kekecewaan lainnya ialah ketika Josep “Pep” Guardiola hengkang dari Barcelona pada tahun 2013. Kekecewaan itu lantaran Messi memiliki hubungan yang dekat dengan pelatih berkepala plontos itu. Di era Guardiola, Messi mendapat banyak kesempatan tampil dan bermain.

Barcelona harus benar-benar mampu meyakinkan Messi untuk bertahan. Sebab, kehilangan pemain bernomor punggung 10 itu akan merusak kinerja tim. Messi telah menjelma sebagai "roh" permainan Barcelona.

Selama ini, Messi telah tampil sebanyak 456 laga bersama Barcelona di seluruh kompetisi. Dari banyaknya laga itu, pemain yang meraih lima kali penghargaan FIFA Ballon d’Or itu telah menorehkan 433 gol dan 135 umpan berbuah angka.

Torehan itu membuktikan kualitas permainan Messi yang sangat sempurna. Sebagai pemain, Messi memiliki kemampuan menggiring bola yang ciamik, yang kadang membuat pemain lawan frustasi.

Terlebih, dengan ukuran tubuhnya yang tidak terlalu besar, Messi dapat dengan mudah bermanuver, memainkan bola, hingga akhirnya mencetak angka. Kemahirannya itu ditunjang pula dengan kecepatan larinya.

Messi juga memiliki tendangan yang akurat. Dengan kemampuan tersebut, Messi sering mencetak angka dari tendangan bebas dan dari sudut-sudut yang sulit. Ayah dari Thiago Messi ini sering ditunjuk sebagai eksekutor tendangan bebas. Tak jarang, tendangan bebasnya mampu membubuhkan angka untuk Barcelona.

Selain mahir mencetak angka, Messi jago mengumpan bola. Dari kaki kirinya, Messi sering memberikan umpan-umpan cantik kepada koleganya. Bahkan, Suarez sering bergantung akan umpan-umpan Messi untuk mencetak angka.

Kemampuan mencetak gol dan mengumpan bola dengan baik itu membuat Messi sebagai pemain yang nyaris sempurna. Kehadirannya di lapangan menjadi momok bagi pemain lawan. Seringkali, pemain lawan menyasar Messi agar tidak mendapatkan bola. Kadang, upaya itu justru merugikan bagi tim lawan karena kerap melakukan pelanggaran sehingga berbuah hukuman seperti tendangan bebas yang jika dilesakkan oleh Messi, dapat mengancam gawang lawan.

Segala kualitasnya itulah yang membuat Messi masih menarik minat klub-klub besar untuk merekrutnya. Meski begitu, kans terbesar untuk merekrut Messi kiranya dimiliki oleh Manchester City.

Ada beberapa faktor yang bisa membuat Messi merumput di Etihad Stadium. Pertama, City memiliki kemampuan finansial yang cukup untuk mengamini permintaan Jorge perihal gaji Messi. Meski demikian, bila nanti memang Messi bergabung akan ada beberapa pemain yang akan dilepas, salah satunya Yaya Toure.

Faktor kedua yang membuat peluang City merekrut Messi ialah kedekatannya dengan Guardiola, pelatih Manchester City saat ini. Messi dan Guardiola memiliki kedekatan emosional. Bahkan, dalam tiap kesempatan bertemu sebagai lawan, baik ketika Guardiola di Bayern Munich atau sekarang di Manchester City, keduanya tetap terlihat dekat. Kedekatan inilah yang kemungkinan akan dimanfaatkan Manchester City untuk membujuk Messi bergabung.

Terakhir, atmosfer Liga Premier Inggris di musim 2016-2017 tengah menarik perhatian publik dunia. Karena, Liga Premier Inggris disesaki pelatih-pelatih kelas dunia, seperti Jose Mourinho, Antonio Conte, dan Guardiola, dan pemain kelas dunia, seperti Zlatan Ibrahimovic, Mesut Ozil, dan Sergio Aguero.

Selain itu, kemenangan Leicester City musim 2015-2016 menjadi bukti bahwa setiap klub memiliki kesempatan yang sama untuk memenangi liga. Hal ini tentunya berbeda dengan La Liga Spanyol yang hanya didominasi oleh tiga klub saja, yakni Barcelona, Real Madrid, dan Atletico Madrid.

Keadaan itu tentunya akan menarik perhatian Messi untuk terus meningkatkan kemampuannya di liga yang kompetitif. Bila nantinya Messi bergabung dengan Manchester City, maka perhatian publik sepakbola dunia akan terfokus ke Inggris.

Meski kemungkinan Messi hengkang cukup terbuka, Josep Maria Bartomeu, Presiden Barcelona, tetap yakin Messi tidak akan hengkang. Keyakinannya itu lantaran Messi telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan Barcelona.

“Seluruh (pemain, jajaran pelatih, manajemen, dan fans) Barca yakin dia (Messi) akan tetap bertahan. Karena, dia merupakan pemain yang berhasil membawa kejayaan Barcelona beberapa tahun belakangan ini,” ungkap Bartomeu.

Pria berusia 56 tahun itu yakin Messi akan tetap memimpin punggawa Barca untuk terus sukses di kemudian hari. Karena itu, dia sangat yakin Messi akan memperpanjang kontraknya hingga akhir karirnya nanti.

“Semua pemain kami bagus dan tim yang berkualitas. Di dalamnya juga terdapat pemain berjiwa pemimpin seperti Leo Messi. Dia sudah menjadi pemain yang terkenal di seluruh dunia. (Dan) kami yakin dia akan mengakhiri karir sepak bolanya bersama Barcelona,” pungkasnya.

Keyakinan Bartomeu itu didasari oleh sejarah panjang Messi di Barcelona. Tentunya, sebagai pemain, Messi tidak akan begitu saja melupakan jasa klub yang telah membesarkan namanya. Meski begitu, sebagai pemain, Messi juga membutuhkan atmosfer baru. Pasalnya, bermain di liga dengan persaingan tinggi, akan memacu adrenalinnya untuk terus berkembang.

Kemana pun Messi memutuskan masa depannya, publik sepakbola dunia akan memperhatikannya. Usia 29 tahun masih memberikan kemungkinan besar baginya untuk berkembang. Bila dia tetap bertahan di Barcelona, maka Messi akan masuk jajaran pemain legenda dengan loyalitas tinggi terhadap klubnya. Bila hengkang, Messi tetap akan menjadi legenda di Barcelona dan menjadi legenda di klub barunya jika berhasil menjadi juara. | Muhammad Khairil

Editor : M. Yamin Panca Setia | Sumber : The Sun/Marca/Biography/Who Scored/Statbunker/BBC
 
Budaya
07 Okt 21, 09:26 WIB | Dilihat : 196
Cindai Kebangsaan yang Koyak dan Lusuh
05 Okt 21, 15:01 WIB | Dilihat : 201
Mengingat Siti Quburi di Tengah Arus Deformasi
30 Sep 21, 11:10 WIB | Dilihat : 161
Alih Rupa Sejarah
15 Sep 21, 11:09 WIB | Dilihat : 238
Prespektif Transformasi Budaya Betawi dari Setu Babakan
Selanjutnya
Sainstek
20 Nov 19, 13:05 WIB | Dilihat : 1929
Rumah Ilmuwan Bukan di Menara Gading
08 Nov 19, 23:07 WIB | Dilihat : 2296
Kebijakan Perikanan Belum Berbasis Sains yang Utuh
Selanjutnya