Jangan Biarkan Anak Keranjingan Gadget

| dilihat 2213

AKARPADINEWS.COM | Anak-anak saat ini begitu dekat dengan gadget. Mereka menjadi generasi yang melek teknologi. Namun, apakah anak-anak diperbolehkan untuk terus-terusan berinteraksi dengan gadget?

Membuat anak melek teknologi memang perlu dilakukan orang tua. Melalui gadget dan teknologi lainnya, anak dapat mengikuti perkembangan informasi, ilmu pengetahuan, dan peradaban sehingga dia dapat mengembangkan pola interaksi yang adaptif terhadap perkembangan jaman. Tetapi, membiarkan anak berkutat dengan gadget secara berlebihan juga bukan hal yang bijak. Anak akan kehilangan kesempatan belajar bersosialisasi dengan teman-temannya sehingga muncul karakter yang individualistik.

Karenanya, orang tua perlu memiliki cara dalam mengenalkan teknologi kepada anak, khususnya gadget. Caranya, memberikan pemahaman kepada anak dalam menggunakan gadget yang baik. Mereka harus paham menggunakan secara benar teknologi di genggamannya.

Hal yang perlu dilakukan orang tua ialah mengubah cara berpikir gadget sebagai senjata untuk menenangkan anak. Kebanyakan, orang tua selalu menyodorkan gadget kepada anaknya tatkala merengek ingin bermain game, aplikasi yang tersedia di gadget.

Namun, cara demikian dapat menjadi bumerang bagi orang tua. Karena, anak dapat kapan saja memaksa orang tuanya agar dapat bersenang-senang dengan gadget. Dalam kondisi demikian, dibutuhkan ketegasan orang tua agar akan tidak melulu bergantung pada gadget. Misalnya, untuk dapat menggunakan gadget milik mereka, anak harus menyelesaikan pekerjaan rumah atau sudah melakukan tugas sekolah. Anak juga harus diberikan batasan waktu dalam menggunakan gadget.

Lalu, orang tua harus berperan aktif dalam mendampingi anak dalam menggunakan gadget. Tujuannya, agar anak tidak menggunakan gadget untuk tujuan menyimpang. Untuk itu, orang tua perlu beradaptasi dengan perkembangan informasi, khususnya terkait dampak positif dan negatif dari gadget. Ketika menemukan penyimpangan dalam penggunaan gadget, orang tua harus membimbing dan memberitahukan anak bahwa yang dilakukannya telah menyimpang.

Orang tua juga harus memahami tren media sosial. Ini penting untuk mengingatkan anak agar tidak langsung mencontoh tren yang kurang baik yang berseliweran di media sosial. Orang tua juga dapat memanfaatkan gadgetnya untuk hal positif kepada anak dengan memperkenalkan laman-laman informasi pengetahuan yang perlu diketahui anak-anak. Itu penting karena anak laiknya sponge yang dapat menyerap air dengan mudah. Anak dapat menyerap segala sesuatu yang dilihat dan didengarkannya, lalu diadopsinya dalam sikap dan perilakunya.

Ketika mengajarkan, orang tua perlu mengarahkan kepada anak untuk memilihkan aplikasi yang bermanfaat pada anak. Aplikasi dalam gadget kini beragam variannya. Mulai dari permainan video game hingga aplikasi pembelajaran mandiri. Orang tua juga perlu mengarahkan anak untuk mengunduh aplikasi yang dibutuhkan dan bermanfaat bagi si anak. Jangan mengunduh aplikasi yang tidak penting karena juga dapat membuat lemot gadget.

Perlu juga mengalihkan perhatian anak, dengan mengajak anak bermain, tanpa menggunakan gadget. Orang tua bisa mengajak anak bermain di lapangan atau berjalan-jalan ke tempat yang kiranya dapat menambah wawasan dan anak pun bisa bersosialisasi dengan lingkungan. Membiasakan anak terlepas dari gadget akan memberikan kesempatan pada anak untuk berinteraksi dengan teman sebayanya. Dengan begitu, anak akan melakukan pembelajaran sosial yang lebih baik ketimbang hanya berkutat dengan gadget.

Perkembangan teknologi memang sulit dibendung. Namun, bukan berarti pengaruh teknologi dapat mudah mempengarui anak, jika ada kontrol dari orang tua. Jangan pula kemudian orang tua terlalu paranoid terhadap dampak negatif teknologi kepada anak. Perkembangan teknologi informasi memang ibarat pisau bermata dua.

Di satu sisi, teknologi informasi dapat mempercepat penyebaran informasi dan pengetahuan yang berdampak positif bagi pandangan, sikap, dan perilaku manusia. Namun, di sisi lain, tanpa filter yang baik, teknologi informasi dengan segala kecanggihannya dapat berdampak negatif bagi perkembangan mental dan perilaku seseorang.

Muhammad Khairil

Editor : M. Yamin Panca Setia
 
Humaniora
13 Okt 21, 09:25 WIB | Dilihat : 203
Pendekar Mabuk di Tengah Coronastrope
05 Okt 21, 16:00 WIB | Dilihat : 323
Penista Nabi Muhammad Mati Dilahap Truk
03 Sep 21, 12:31 WIB | Dilihat : 213
Membaca Tantangan Abad 21 dan Hegemoni Pendidikan Global
20 Agt 21, 09:28 WIB | Dilihat : 581
Politik Kematian Simbol Kediktatoran
Selanjutnya
Polhukam
24 Sep 21, 09:17 WIB | Dilihat : 143
Pembangkang dalam Pusaran Transformasi Politik Malaysia
19 Sep 21, 16:48 WIB | Dilihat : 214
Cermin Buram Kekuasaan dan Luka Rakyat
31 Agt 21, 21:38 WIB | Dilihat : 199
Milisi Houthi Serang Lagi Bandara Abha Saudi
29 Agt 21, 17:01 WIB | Dilihat : 143
Taliban Hadapi Tantangan Baru
Selanjutnya