Politik Riang Gembira

| dilihat 190

Bang Sèm

Ketika bangsa sedang dihadang oleh berbagai persoalan pelik, mulai dari krisis moneter, krisis ekonomi, dan kemudian krisis politik yang berdampak pada meluasnya depresi sosial, apa sungguh yang harus dilakukan politisi?

Masih haruskah politisi bermain-main dalam wacana yang menambah pelik persoalan dengan friksi dan konflik, serta 'politik dendam tak sudah'?

Rasanya tidak. Dalam suasana social understressed akibat persoalan-persoalan kehidupan sehari-hari, rakyat memerlukan ruang katarsis yang sedikit meringankan beban psikologis.

Politisi perlu mencari cara (dan keluar dari kebiasaan memproduksi alasan) bermain di panggung politik, minimal yang dapat dilihat dan dirasakan oleh rakyat sebagai sesuatu yang menjanjikan harapan baik di hari esok.

Pengalaman panjang masa lampau yang diwarnai politik konfrontatif dan menegangkan, perlu ditinjau dengan kritis.

Partai politik (parpol) dan politisi, perlu memikirkan dengan serius upaya menghadirkan pengalaman baru politik praktis yang menyenangkan.

Menimbang pemahaman tentang demokrasi sebagai cara mencapai harmoni kebangsaan.

Sangat perlu lembaga-lembaga penelitian dan pengembangan partai politik mengulik dan meneliti secara mendalam faktor-faktor yang menyebabkan friksi dan konflik mengemuka. Lantas mencari jalan, bagaimana mengelola perbedaan dan konflik tersebut dengan cara-cara beradab.

Partai politik dan pemimpin politik, mesti kembali ke fungsi asasi mereka, mendidik kesadaran kolektif rakyat untuk memahami dan mengalami peristiwa politik sebagai ajang kontestasi dan kompetisi memajukan bangsa.

Dalam konteks ini, partai politik dan politisi mesti memainkan peran strategis mereka sebagai inisiator dan penggerak khalayak mencapai kehidupan yang damai, aman, dan nyaman.

Untuk itu, partai politik dan politisi mesti mengenali dan mengerti, siapa rakyat -- yang selalu dijadikan sebagai obyek politik --  sesungguhnya.

Maknanya, partai politik dan politisi mesti sungguh paham aspirasi dan kepentingan rakyat secara asasi.

Dengan begitu parpol dan politisi dapat menyusun dan merumuskan program prioritas dan program umum yang sesuai dengan aspirasi, kehendak, dan kepentingan rakyat.

Tentu, akan paham juga apa gerakan dan aksi bagaimana yang kudu dilakukan, sehingga jarak aspirasi rakyat dengan aksi parpol dan politisi, semakin pendek.

Politisi mesti memainkan peran sebagai negarawan yang hanya mengusung politik kebangsaan dan berlomba menawarkan rencana aksi keselarasi pencapaian keadilan dan kesejahteraan secara kongkret. Bukan sekadar bumbu retorika.

Dalam konteks inilah politik riang gembira diperlukan. Yaitu, politik yang dibangun di atas adab mulia, nilai-nilai budaya yang hidup dan berkembang di tengah rakyat, integritas diri politisi dan performa partai yang sungguh dapat dipercaya, elan dan ikhtiar partai yang kongkret dan mudah dikenali rakyat sebagai suatu upaya nyata mewujudkan cita-cita kemerdekaan bangsa, serta silaturahmi yang menjadi landasan solidaritas dan soliditas rakyat.

Setarikan nafas, program-program partai dan perilaku politisi juga mesti memberi ruang kolaborasi, honesty mirroring (cerminan kejujuran), menghidupkan optimisme rakyat, menjamin kemerdekaan (freedom and obligation), intgeralisma sosial, menghidupan fairness - kewajaran dalam memperlakukan siapa saja secara adil dan setara, mendorong pencapaian optimum dalam memenuhi keperluan utama rakyat, dan hangat dalam interaksi sosial.

Politik riang gembira sedemikian, adalah politik yang memungkinkan semua orang sama di depan hukum, dilandasi sistem keadilan dapat dipercaya, dan hukum yang adil dan efektif melindungi hak-hak rakyat.

Politik riang gembira, juga politik yang menjamin, setiap orang hidup dengan aman, nyaman, dan bahagia, tak dibayangi was-was, apalagi rasa takut. Politik yang mencegah terjadinya ancaman kekerasan, memberi toleransi besar kepada siapa saja yang toleran, inklusif, dan memungkinkan berkembangnya potensi manusia sebagai daya pembangunan bangsa.

Politik riang gembira adalah politik yang membuka ruang partisipasi khalayak dalam merumuskan dan membentuk kebijakan atau keputusan politik, serta dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan secara bertanggungjawab. Politik yang menguatkan akses rakyat dalam mencapai kesehatan prima, kecerdasan utama, kemampuan ekonomi - kesejahteraan optimum, keadilan dan kelayakan hidup.

Untuk mewujudkan politik riang gembira semacam itu, parpol dan politisi juga harus menunjukkan konsistensi yang kuat dalam mewujudkan komitmen memberantas korupsi dan kejahatan kemanusiaan.

Kesemua itu akan memungkinkan parpol menjadi ruang ketiga dalam kehidupan rakyat, dan politisi menjadi figur yang sungguh mewakili rakyatnya. |

Editor : delanova | Sumber : Ilustrasi : The Independent, People Matters, Bonusly
 
Sporta
02 Okt 22, 12:46 WIB | Dilihat : 269
Tragedi Kemanusiaan di Kanjuruhan
12 Jul 21, 10:12 WIB | Dilihat : 465
Italia Boyong Piala Eropa via Penalti
Selanjutnya
Polhukam