Politik Akal Budi Nasdem

| dilihat 224

catatan Haèdar Muhammad

SENIN, 3 Oktober 2022, Partai Nasdem akhirnya mengumumkan Calon Presiden-nya, yakni Anies Rasyid Baswedan yang hingga 16 Oktober 2022 mendatang masih menjabat Gubernur Jakarta.

Deklarasi yang digelar di Nasdem Tower, itu memilih Anies dari tiga kandidat yang diputuskan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Nasdem yang diselenggarakan di Jakarta (15-17 Juni 2022). Rakernas mengajukan tiga bakat (bakal kandidat) Calon Presiden Partai Nasdem untuk Pemilihan Presiden 2024, yakni: Anies Rasyid Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Jendral (TNI) Andika Perkasa.

Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh (SP) dalam pidato yang disampaikan dengan retorikanya yang khas, mengekspresikan tak hanya konsistensi dirinya dan Partai Nasdem untuk meneguhkan politik kebangsaan dan manifesto Nasdem sebagai suatu gerakan perubahan.

Jauh dari itu, pidato SP menunjukkan politik akal budi yang mencerminkan kematangan dirinya sebagai praktisi politik. Sekaligus kearifan dalam menilai diri dan partai yang berdiri sejak 11 November 2011 tersebut.

Partai Nasdem adalah perkembangan lanjut dari organisasi kemasyarakatan Nasional Demokrat (Nasdem), yang dibentuk oleh Surya Paloh dan 45 tokoh nasional, dan dideklarasikan di Istora Senayan 1 Februari 2010.

Di antara deklarator tersebut adalah Sri Sultan Hamengku Buwono, (Allahyarham) Syafi'i Ma'arif, Anies Rasyid Baswedan, Khofifah Indar Parawansa, Eep Saifulloh Fatah, Ferry Mursyidan Baldan, Siswono Yudho Husodo dan lain-lain. Bahkan Anies yang membacakan Manifesto Nasdem (sebagai ormas) kala itu.

Sejak menjadi partai politik, Partai Nasdem konsisten dengan jalur ideologi kebangsaan. Pada Pemilihan Umum 2014 dan 2019, partai ini berhasil menghantarkan kader-kadernya ke parlemen dan kabinet di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo - Wapres Jusuf Kalla, dan Presiden Joko Widodo - Ma'ruf Amien.

SP menegaskan, Partai Nasdem akan terus mendukung Joko Widodo - Ma'ruf Amien sampai masa jabatannya berakhir tahun 2024.

Ketika pernyataan ini disampaikannya saat mendeklarasikan Anies Rasyid Baswedan sebagai Calon Presiden Partai Nasdem 2024, menunjukkan SP dan Partai Nasdem sebagai institusi politik memang konsisten pada komitmennya terhadap ideologi dan politik kebangsaan.

Pilihan kalimat itu menjadi penting, karena di balik rangkaian kata dalam kalimat-kalimat yang disampaikan secara aksentuatif, SP menunjukkan sikap dan kepribadian dirinya dan Partai Nasdem menjalankan politik akal budi.

Apalagi penggunaan bahasa dalam komunikasi terbuka akan hadir dan berkembang sebagai suatu wacana politik yang dalam banyak hal akan berpengaruh pada komunikasi dan interaksi sosial politik. Wacana politik tersebut sekaligus merupakan bagian integral dari cara mengungkap nilai-nilai budaya dalam praktik politik.

Di hadapan peserta Rakernas bulan Juni 2022, Surya Paloh menyatakan, dirinya percaya, kita masih memiliki calon terbaik dari yang terbaik. Namun untuk memutuskan yang terbaik, dia perlu melakukan kontemplasi, dengan tingkat rasional obyektivitas, dan akan mempertaruhkan segala risiko.

Di hadapan wartawan dan pimpinan Partai Nasdem, ketika mendeklarasikan Anies Rasyid Baswedan sebagai Kandidat Presiden 2024 dari Partai Nasdem, SP menyatakan, dirinya tak hanya melakukan kontemplasi. Melainkan juga menerima berbagai saran dan pandangan dengan berbagai perspektif. Termasuk, lagi-lagi, konsistensi pada nilai-nilai asasi perjuangan Partai Nasdem.

Nilai-nilai yang berteguh pada kepentingan nasional negara dan bangsa, melampaui kepentingan Partai Nasdem, itu sendiri.

Apalagi SP mengekspresikan kesadaran insaniah tentang ketidak-sempurnaan diri pribadinya sebagai pemimpin, yang sesungguhnya menjadi cermin pribadi semua manusia. Karenanya dalam proses perjalanan hidup manusia, kedunguan dan kebodohan akan menyertai. Namun, semuanya tak berarti dibandingkan dengan nilai niat baik untuk berkontribusi membangun bangsa.

Dalam konteks ke-Indonesia-an yang menarik disimak dan diberi garis bawah dari pidato SP tersebut adalah kesadaran untuk mewujudkan persatuan, sebagai ikhtiar dalam mengelola bangsa yang memang majemuk. Sesuatu yang sangat mahal bila dirusak hanya oleh kepentingan sesaat, kelompok, dan golongan yang mengatasnamakan absoluditas kebenaran.

Berkontribusi membangun bangsa, yang terpahamkan dari pidato SP, merupakan wujud mensyukuri nikmat yang diberikan Tuhan Mahakuasa kepada bangsa ini.

Karenanya, ketika SP mengimbau sesama politisi dan partai politik untuk membuka mata hati dan kata hati dengan membuka cakrawala baru berpikir sehat, kita tersadarkan untuk berfikir jauh ke depan.

Yang menarik perhatian adalah SP berterang-terang menegaskan tentang toleransi dalam konteks persatuan bangsa itu. Dia katakan tidak toleransi untuk sikap intoleran. Toleransi hanya hanya kepada mereka yang toleran. Karena pikiran kebangsaan melekat pada toleransi semacam itu.

Tentang mengapa Partai Nasdem menjatuhan pilihan kepada Anies Rasyid Baswedan sebagai Kandidat Presiden RI dalam Pemilihan Presiden 2024, ringan sekali SP mengemukakan: why not the best?

SP mengatakan, tugas Anies sebagai Presiden kelak, disamping melanjutkan yang sudah baik, membenahi yang belum baik, membangun yang nampak fisik, yang tak kalah penting adalah membangun karakter bangsa.

"Pimpinlah bangsa ini menjadi bangsa bermartabat, bangsa yang mampu membentuk karakter. Kita tak bisa hanya melihat pembangunan fisik saja -- yang amat kita perlukan -- yang tak kalah penting adalah nation and character building," kata SP. |

Editor : delanova
 
Humaniora
11 Nov 22, 22:45 WIB | Dilihat : 197
Jalan Ishlah Menghidupkan Apresiasi dan Respek
10 Nov 22, 12:46 WIB | Dilihat : 123
Kang Tjetje, Kitab Kesadaran dengan Narasi Kritis
26 Okt 22, 21:15 WIB | Dilihat : 261
60 Tahun Tak Mandi, Sekali Mandi Amou Haji Meninggal
Selanjutnya
Sainstek
27 Okt 21, 17:41 WIB | Dilihat : 515
Waspadai Kabar Palsu Artis Meninggal di Media Sosial
20 Nov 19, 13:05 WIB | Dilihat : 2338
Rumah Ilmuwan Bukan di Menara Gading
Selanjutnya