8 Orang Terluka

Milisi Houthi Serang Lagi Bandara Abha Saudi

| dilihat 235

RYADH | Delapan orang terluka dan sebuah pesawat sipil rusak dalam serangan drone ke bandara Abha, Saudi Arabia, Selasa (31/8/21), seperti disiarkan Al-Ekhbariya, saluran televisi pemerintah, dari Ryadh, ibukota negara itu.

Dikabarkan juga, serangan pesawat tak berawak di bandara Abha Arab Saudi, itu menyusul serangan yang dilaporkan sebelumnya, "sebuah pesawat tak berawak kedua yang mencoba menyerang Bandara Internasional Abha, dicegat dan ditembak jatuh.

Koalisi Saudi Arabia yang memerangi kelompok Huthi di negara tetangganya, Yaman, menyakan, bahwa serangan itu merupakan kejahatan perang.

Kepingan pesawat tak berawak yang ditembak jatuh itu, menghantam area dekat landasan pacu. Untuk sementara waktu, lalu lintas udara dari dan ke bandara Abha, itu dihentikan. "Untuk memastikan keselamatan seluruh pesawat yang masuk dan berangkat, serta warga sipil yang berada di bandara".

Kelompok Huthi yang merebut ibukota Yaman, Sanaa belum merespon kabar, itu. Saudi dan koalisinya telah memerangi kelompok ini sejak 2015, diketahui secara internasional.

Dalam setahun terakhir, kelompok ini menggencarkan serangan balik kepada Saudi, dan menargetkan lokasi-lokasi vital Saudi. Sejak awal Agustus 2021, kelompok Houthi meningkatkan operasinya menyerang ke wilayah Saudi.

Pihak Saudi dan koalisinya (Koalisi Arab untuk Legitimasi di Yaman) menyebut, pada Selasa (31/8/21) kelompok milisi Houthi telah melakukan dua kali serangan. Mereka menargetkan warga sipil dan objek sipil di Bandara Internasional Abha beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir:

14 Februari 2016, meeka mengirim sebuah rudal Qaher-1 yang menargetkan Bandara Internasional Abha, tapi dapat dicegat dan dihancurkan oleh pertahanan udara koalisi. Pada 11 April 2018, mereka mengirim drone ke bandara yang sama, dan berhasil dicegat. Pasukan koalisi Arab juga menggagalkan operasi drone kelompok milisi ini, pada 26 Mei 2018.

Pada 12 Juni 2019, rudal yang dikirim kelompok milisi Houthi menghantam aula kedatangan bandara Abha, dan melukai 26 warga sipil terluka ketika sebuah rudal menghantam aula kedatangan. Milisi Houthi melakukan lagi serangan pada 23 Juni 2019, menyebabkan seorang warga negara sipil Suriah tewas, dan 21 orang dari berbagai bangsa terluka dalam serangan di bandara, itu. Di antara yang terluka itu, tercatat 13 orang warga Saudi, 4 orang warga India, 2 orang warga Mesir dan 2 orang warga Bangladesh. Tercatat, pada serangan ini, 18 kendaraan rusak, selain kerusakan material lainnya.

Pada 10 Februari 2021, milisi Houthi melakukan lagi serangan ke bandara Abha, menyebabkan kebakaran di pesawat sipil.  ArabNews mengabarkan, koalisi Arab mencatat, pihaknya telah mencegat 385 rudal balistik, 681 drone bersenjata, 79 kapal bersenjata, 205 ranjau laut, dan 96.912 rudal militer di berbagai lokasi.

PBB mencatat, sejak konflik berlangsung, telah merenggut puluhan ribu nyawa dan membuat jutaan orang mengungsi. PBB juga menyebut konflik tersebut sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Karenanya, PBB mendorong untuk mengakhiri perang. Kelompok Huthi telah menuntut pembukaan kembali bandara Sanaa, yang ditutup di bawah blokade Saudi sejak 2016, sebelum gencatan senjata atau negosiasi. Belum ada pembicaraan lanjutan, karena Utusan khusus PBB untuk Yaman, Hans Grundberg, akan secara resmi menjalankan tugasnya pada 5 September 2021 mendatang.

ArabNews juga memberitakan maklumat Koalisi Arab, bahwa serangan ke bandara Abha, itu bagian dari serangan kelompok milisi Houthi yang menyiapkan  sebuah rudal balistik yang ditargetkan untuk bandara di kota Najran.

Koalisi menegaskan bahwa para pemimpin pasukan gabungan menerapkan semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi warga sipil dan objek sipil sesuai dengan hukum humaniter internasional.

Koalisi juga memuji efisiensi pertahanan Saudi, yang menggagalkan upaya milisi. Saluran berita Al-Ekhbariya memposting di akun Twitter rekaman video yang menangkap momen di mana pasukan Saudi mencegat rudal balistik dan drone menuju Bandara Internasional Najran dan Abha.

Yousef Al-Othaimeen, sekretaris jenderal Organisasi Kerjasama Islam, mengutuk upaya milisi Houthi yang menargetkan bandara dengan drone bersenjata dan menekankan bahwa yang mereka lakukan, “membahayakan nyawa penumpang dan warga sipil, dan merupakan tindakan teroris pengecut sebagai kejahatan perang. .”

Dia mengutuk keras tindakan milisi dan memuji efisiensi pertahanan udara Saudi, yang mencegat dan menghancurkan drone sebelum mencapai targetnya.

Al-Othaimeen menegaskan kembali dukungan OKI (Organisasi Konferensi Islam) bagi semua tindakan Kerajaan Saudi Arabia untuk menangani tindakan milisi Houthi dan menjaga keamanan dan stabilitas Arab Saudi.

Sekali lagi, dia mendesak masyarakat internasional untuk mengambil sikap tegas terhadap apa yang dia sebut sebagai “ancaman pengecut” milisi Houthi dan menghentikan mereka menggunakan rudal balistik dan drone bersenjata untuk menargetkan warga sipil dan objek sipil di Kerajaan. |

Editor : eCatri | Sumber : berbagai sumber
 
Ekonomi & Bisnis
31 Agt 21, 19:09 WIB | Dilihat : 392
Pandemi dan Pemulihan Ekonomi Lokal
14 Mar 21, 23:46 WIB | Dilihat : 458
Sindroma Ambivalensia
16 Des 20, 07:56 WIB | Dilihat : 631
Peta Bank Syariah di Indonesia Berubah
Selanjutnya
Budaya
07 Okt 21, 09:26 WIB | Dilihat : 392
Cindai Kebangsaan yang Koyak dan Lusuh
05 Okt 21, 15:01 WIB | Dilihat : 289
Mengingat Siti Quburi di Tengah Arus Deformasi
30 Sep 21, 11:10 WIB | Dilihat : 267
Alih Rupa Sejarah
15 Sep 21, 11:09 WIB | Dilihat : 342
Prespektif Transformasi Budaya Betawi dari Setu Babakan
Selanjutnya